breaking news: Jembatan Ambruk di Italia Puluhan Orang Dikabarkan Tewas

image
Login / Sign Up

Anggota DPR: Pembangunan Infrastruktur Jokowi Cuma Pencitraan

Rizal Mahmuddhin

Image

Ketua Komisi V DPR RI yang juga Politisi Partai Gerindra, Fary Djemy Francis saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk "Pembangunan Infrastruktur Untuk Siapa?", Yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta, Jumat (11/5). | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis menegaskan, pembangunan infrastruktur yang gencar digaungkan dan merupakan program kerja prioritas Pemerintahan Jokowi-JK saat ini dinilai tak lebih dari sekadar pencitraan belaka.

"Kalau saya ditanya pembangunan infrastruktur untuk siapa, saya jawab untuk pencitraan," katanya dalam diskusi bertajuk "Pembangunan Infrastruktur Untuk Siapa?", Yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta, Jumat (11/5).

Politisi dari Fraksi Gerindra itu menilai, hal tersebut didasarkan dari target infrastruktur yang ujung-ujungnya ada di tahun 2018-2019, atau dengan kata lain bertepatan pada tahun politik. Ia bahkan menandaskan, pembangunan infrastruktur hanya banyak pada pemberitaan tapi minus dalam realisasi.

baca juga:

"Apa benar banyak pembangunan infrastruktur? Atau beritanya yang banyak? Kalau dana APBN hanya sedikit, artinya benar hanya banyak beritanya," tegas dia.

Ia memaparkan, anggaran pembangunan infrastruktur yang disetujui pada tahun 2018 hanya sebesar Rp106,2 triliun. Padahal nilai dana yang diminta sebenarnya mencapai Rp 206,7 triliun.

"Jadi ini pemerintah kasih tugas untuk bangun infrastruktur, tapi duitnya ngga ada," pungkasnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Ditinggal Sandiaga, DPRD Pertanyakan Kelanjutan Program Rumah DP 0 Persen dan OKE OCE

Image

News

Takut Ditahan, Empat Tersangka Suap DPRD Sumut Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Image

News

Tindak Lanjut Laporan Fahri Hamzah, Polisi Bakal Panggil Saksi dan Ahli

Image

News

Kerja Legislasi Buruk, Formappi Kritik DPR

Image

Ekonomi

DPR Imbau Badan Usaha Tak Ambil Air Seenaknya

Image

News

KPK Perpanjang Masa Penahanan Anggota DPRD Fraksi PAN Lampung Selatan

Image

News

Gempa Lombok

Fraksi PKS DPR Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa di Lombok

Image

News

Gerindra: Pak Prabowo, PKS, PAN Tidak Pernah Melupakan Pak Yusril dan PBB

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Jadi Cawapres Prabowo, Sudirman Said Tepis Isu Sandi Pindah Partai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Krakatau Steel Sampaikan Beragam Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Krakatau Steel Tbk telah memberangkatkan bantuan berikut Tim Peduli Bencana Krakatau Steel Group dalam rangka misi kemanusiaan

Image
Ekonomi

Tiga Isu Ekonomi Ini Jadi Jurus Gerindra Menangkan Prabowo-Sandi

Tidak ada keinginan Gerindra bicara soal politik identitas dan SARA. Kami hanya bicara ekonomi

Image
Ekonomi

Modalku Kucurkan Pinjaman untuk 7.000 UMKM

Sigit: Total pencairan pinjaman modal usaha di Asia Tenggara sebesar lebih dari Rp1,1 triliun bagi UMKM di Indonesia.

Image
Ekonomi

Kemenperin Perkuat Sektor Riil Antisipasi Krisis Turki

Kemenperin memperkuat sektor riil dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan di dalam negeri akibat krisis yang tengah melanda Turki.

Image
Ekonomi

Potensi Penerimaan Negara dari Blok Rokan Rp11,3 Triliun

Pendapatan negara dari Pertamina tersebut akan masuk dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Image
Ekonomi

CIPS: PNBP Nol Persen, Angin Segar Bagi UMKM

Pemerintah kembali memberikan suntikan insentif melalui pemangkasan PNBP hingga tarif nol persen.

Image
Ekonomi

Erdogan Serukan Boikot Produk-produk Elektronik AS

Ini adalah signal bagi AS, dalam keretakan diplomatik yang berkembang antara Turki dan Amerika Serikat

Image
Ekonomi

Ekonom: Pelemahan Rupiah Era Jokowi dan Krismon Jauh Berbeda

Tony berpendapat, pelemahan nilai rupiah saat ini hanya melemah seribu rupiah sejak Pemerintahan Jokowi pada tahun 2014.

Image
Ekonomi

GO-VIET Besutan GO-JEK Kuasai 10 Persen Pasar Vietnam dalam 3 Hari

Langkah awal ekspansi regional GO-JEK menuai respon positif di Vietnam

Image
Ekonomi

Penerimaan Negara Tumbuh Kuat, Capai Rp780,1 Triliun

realisasi perpajakan hingga ini menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama di 2017 yang hanya Rp569,2 triliun.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Keluarga Kapolrestabes Makassar Meninggal Usai Jadi Korban Begal

  2. Yusril: Syafruddin Patut Diberi Penghargaan, Bukannya Dihukum

  3. Foto-Foto Tabrakan Beruntun di Solo Tahun 1986, Langka Banget Nih

  4. Hari Ini Ma’ruf Amin Berangkat Menunaikan Ibadah Haji, PKB: Mohon Doa Seluruh Masyarakat

  5. Tentara Inggris Tembak Komandan ISIS dari Jarak 1.609,344 Meter, Wow!

  6. Yunarto: Fadli Vs Farhat, Ahmad Dani Vs Razman Nasution, What A Great Democrazy

  7. Anak Bungsu Nikita Mirzani Sebut Dipo Latief Sebagai Ayahnya

  8. Akibatkan Krisis Ekonomi, Erdogan Bakal Buru Penyebar Berita Hoax

  9. Sidang Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Sebut Jaksa Tidak Kooperatif

  10. Permohonan Cerai Abdee Slank Dikabulkan, Anita Desy Farida Merasa Dibohongi

Available

fokus

Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Idul Fitri 2018
Available

kolom

Image
Hervin Saputra

Milla Membuka Pesta dengan Perhitungan Taktik dan Legiun Asing

Image
Taufik Hidayat

Keberanian Mengambil Risiko Membawa Timnas U-16 Menjuarai Piala AFF

Image
Achmad Fachrudin

Membaca Reaksi Publik Terhadap Pasangan Capres-Cawapres

Image
Ujang Komarudin

Menebak Isi Kantong Jokowi dan Prabowo

Available

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Image
Gaya Hidup

Geluti Bisnis Kecantikan, Ini Arti Kepemimpinan Menurut Vanessa Angel

Image
Gaya Hidup

Kalau Mau Lulus, Murid Sekolah Al-Izhar Wajib Ikuti Program Pengembangan Karakter

Sosok

Image
Hiburan

10 Anak Artis yang Bikin Gemes, Calon Idola Masa Depan Nih

Image
Hiburan

6 Artis Ini Geluti Hobi Motret

Image
Hiburan

4 Sensasi Ria Ricis yang Menuai Kontroversi