image
Login / Sign Up

KPAI: Hardiknas Momentum Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Deni Muhtarudin

Hardiknas

Image

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti, mendesak Kemendikbud memberi perhatian pada kasus perdagangan anak, Selasa (3/4). | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong sejumlah instansi pemangku kebijakan pemerintah untuk bersinergi menciptakan sekolah aman dan nyaman bagi warga melalui program Sekolah Ramah Anak (SRA).

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Retno mengungkapkan bahwa percepatan SRA tersebut harus dilakukan seluruh Kementerian/Lembaga (KL) terkait seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag), demi kepentingan terbaik bagi anak.

baca juga:

"Program SRA selama ini hanya dipahami sebatas sekolah aman dari kekerasan, padahal SRA sesungguhnya adalah sekolah yang aman, nyaman dan bermartabat untuk mengantarkan anak-anak Indonesia yang berkualitas menjadi generasi penerus bangsa yang handal," ungkapnya dalam keterangan resmi kepada AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (3/5).

Menurut Retno, SRA tidak sekadar zero kekerasan, tetapi sekolah yang mendeklarasikan sebagai SRA yang juga harus memiliki kantin yang sehat. Selama ini jajanan di sekolah didominasi oleh karbohidrat, makanan yang mengandung pemanis, penyedap dan pengawet.

"Jarang kantin sekolah menyediakan buah dan sayur. Padahal anak dalam tumbuh kembangnya sangat membutuhkan makanan yang sehat dan gizi yang seimbang," ujarnya.

Selain itu, Retno mengatakan, sekolah yang mengikrarkan diri sebagai SRA juga wajib menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara fisik, asri dan hijau, memiliki jalur evakuasi bencana, bebas asap rokok, bebas narkoba dan memiliki nomor pengaduan jika siswa mengalami kekerasan dan ketidaknyamanan lain saat berada di sekolah.  

"Program SRA selama ini diartikan keliru, seolah hanya untuk kepentingan anak, padahal kondisi sekolah yang aman, nyaman, asri, sehat dan nol kekerasan adalah situasi dan kondisi yang akan berdampak positif bagi seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru dan petugas sekolah lainnya," katanya. 

Oleh karena itu, lanjut Retno, para guru di berbagai sekolah seharusnya dibekali kemampuan dalam psikologi anak agar dapat memahami tumbuh kembang anak sesuai usianya, harus diberi pelatihan manajemen kelas sehingga dapat mengatasi anak-anak yang memiliki kecenderungan agresif dan membangun disiplin positif dalam proses pembelajaran.

"Karena masih banyak guru yang cenderung mendisiplinkan siswa dengan kekerasan, bukan dengan disiplin positif," ungkapnya.

Di samping itu, Retno juga menyampaikan bahwa Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di satuan pendidikan ternyata belum dipahami oleh para pendidik maupun para birokrat pendidikan.

Padahal isi Permendikbud itu sangat rinci dalam mendefinisikan jenis-jenis kekerasan dan sanksinya, upaya pencegahan dan penanganan kekerasannya dengan jelas.

"Untuk itu, Kemdikbud harus lebih masif lagi dalam mensosialisasikan ke jajarannya, para guru dan para birokrat pendidikan," ujarnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Jangan Larang Anak Main di Alam Terbuka

Image

Gaya Hidup

KPAI Turun Lapangan Data Disabilitas di Jatim, Kak Seto Angkat Topi

Image

News

Sudah Ada Solusinya, Mendikbud Minta Guru Honorer Fokus Mengajar

Image

News

Gubernur Sumut: Rakyat Masih Tak Sanggup Beli Buku

Image

News

Bocah 5 Tahun Jadi Korban Kekerasan di Bekasi, KPAI: Pelaku Diduga Keluarga

Image

News

Pemprov DKI Tanggapi Masalah Tak Cairnya Upah Penari Pembukaan Asian Games 2018

Image

Iptek

Peran Akademisi Diyakini Bisa Kurangi Penyebaran Hoax

Image

News

Polres Bandara Soetta Bongkar Praktik Prostitusi

Image

News

PKB: RUU Pesantren dan Pendidikan Agama Selesai Akhir Tahun Ini

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hasil Survei: Masyarakat Nilai Gerakan #2019GantiPresiden Curi Start Kampanye

Mengetahui gerakan ini belum tentu akan memilih ganti presiden 2019.

Image
News

Nekat Sekali Tahanan Satu Ini, Mau Kabur Usai Disidang

"Ditangkap di depan kantor Dishub, di seberang pengadilan negeri," katanya.

Image
News

Ketua DPR RI Sebut Penerimaan CPNS Tahun Ini Sebanyak 238.000, 112.000 untuk Guru

Rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2018 dengan formasi keseluruhan sebanyak 238.000 orang.

Image
News

Kampanye Hitam Serang Sandiaga, Gerindra akan Ambil Langkah Hukum

Beberapa hari ke depan Gerindra akan melapor ke Polisi.

Image
News

Cukuplah Haringga Sirla Jadi yang Terakhir, Jangan Ada Lagi Korban Berjatuhan karena Sepakbola

"Usut tuntas kasus adik saya dan tak terulang lagi kasus seperti ini," kata Mayrisa Sirawati.

Image
News

Cerita Wanita Bali Tergiur Upah Rp1 Juta Ketika Ditawari Jadi Penjual Sabu

Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Image
News

Kisah Aldi 49 Hari Terombang-ambing di Laut, Ini Pengalaman Hanyut Ketiganya

Pengalaman hanyut yang ketiga ini membuat dirinya memutuskan untuk tidak melaut lagi.

Image
News

Relawan JMC: Pilpres Momentum Adu Gagasan dan Program

Jokowi dinilai telah berhasil membangun Indonesia dalam empat tahun terakhir ini.

Image
News

Anies Baswedan: Reklamasi Masalalu, Masa Depan Adalah...

"Reklamasi adalah masa lalu, masa depan adalah pemulihan Teluk Jakarta dan akses pantai untuk rakyat."

Image
News

Penasaran Kenapa Yenny Wahid dan Kader Gus Dur Dukung Jokowi, Tapi Alissa Wahid dan Gusdurians Pilih Netral?

Yenny Wahid mengatakan Ma'ruf Amin adalah tokoh yang paling dikenal lama oleh keluarga Gus Dur.

trending topics

terpopuler

  1. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  2. Salut, Aksi Solidaritas Pemuda di Bandung untuk Haringga Sirila

  3. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Habib: akan Baik Jika Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

  4. Pertanyakan Rencana OK OCE di Nasionalkan, Timses Jokowi: di Jakarta Saja Nggak Selesai

  5. Takluk dari China, Indonesia Tempati Juru Kunci

  6. Utang Pemerintah Sentuh Rp4.363,19 Triliun, Pengamat: Wajar, Kenapa Mesti Takut?

  7. Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Cawagub DKI

  8. Selain Mahfud, Romo Benny Terlihat di Kediaman Istri Gus Dur

  9. Indra Sjafri Beberkan Letak Kesalahan Timnas U-19

  10. Frank Lampard Depak Manchester United dari Ajang Piala Liga

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!