image
Login / Sign Up

Polri Terjunkan 20 Ribu Personil untuk Amankan Hari Buruh

Yudi Permana

May Day

Image

Pasukan polisi membawa anjing unit K9 saat berbaris untuk mengikuti apel Pasukan Operasi Lilin 2017 di Kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/12). Apel operasi lilin ini untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang diikuti oleh anggota kepolisian dari berbagai kesatuan, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pada saat peringatan Hari Buruh Sedunia atau yang biasa disebut May Day yang jatuh pada Selasa (1/5) besok, Polri akan menerjunkan 20 ribu anggota kepolisian. Para personel disiapkan untuk melakukan pengamanan terkait jalannya aksi yang dilakukan para buruh di Jakarta.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, sejumlah buruh dari Jawa Barat dan Banten akan memasuki Jakarta dalam rangka menggelar aksi besok.

"Pengamanan disiapkan sekitar 20 ribu personel. Termasuk yang atur lalu lintas (Lalin), dan pengawalan buruh yang masuk ke wilayah DKI Jakarta, misalnya ada dari Banten, maka jalur itu akan disiapkan pengamanan, mulai dari lalin bahkan pengawalan," kata Setyo di kantornya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/4).

Mengingat banyaknya jumlah massa buruh dari luar daerah yangakan masuk ke Jakarta, Polri pun akan berkoordinasi dengan sejumlah Polda terkait. Selain dengan Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan Banten pun akan melakukan koordinasi untuk pengamanan tersebut.

baca juga:

"Dari Jabar juga, baik yang dari tol Cikampek maupun tol jagorawi. Untuk di Jakarta ini ada tiga polda melakukan komunikasi dan koordinasi. Dan pengamanan dari polda Banten nanti masuk sini, agar supaya makin maksimal dalam mengamankan jalannya aksi," ujarnya.

Adapun terkait jumlah massa buruh, Polri hingga sampai saat ini belum mengetahui jumlah pastinya. Meski demikian, dia memastikan kalau pihak kepolisian telah siap mengamankan jalannya aksi buruh, berapapun jumlah massa yang akan mengikutinya.

"Jumlah massa pasti belum tahu. Nanti kita akan update ke Polda Metro Jaya. Saya tidak ada berbicara jumlah, tapi kami siap mengamankan dan melayani," katanya.

Dengan adanya peringatan hari buruh tersebut, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melewati jalan yang mengarah ke Monas dan sekitarnya. Sebaiknya, kata Setyo, masyarakat bisa menggunakan jalur lain agar tidak mengalami kemacetan.

"Satu hal yang perlu saya sampaikan tentunya kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, disarankan untuk tidak melewati Monas. Karena Monas akan digunakan saudara-saudara kita, kaum buruh, untuk melaksanakan kegiatan. Pasti ada pengaturan arus lalin di sana," tukasnya.

Setyo menambahkan bahwa aksi yang dilakukan para buruh tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi diseluruh daerah telah melaksanakan aksi yang serupa. Sebab menurutnya, tema hari buruh saat ini untuk bersenang-senang.

"Kita harus lihat bahwa May Day tidak hanya di Jakarta, tapi diseluruh Indonesia juga mereka mengadakan kegiatan. Dan konsepnya sudah disampaikan ke pemerintah, bahwa May Day is Fun Day, jadi waktu untuk bersenang-senang," tegasnya.

Ia juga mengatakan, peringatan hari buruh jangan sampai tercederai dengan aksi-aksi yang melanggar hukum dan menggangu ketertiban masyarakat. Selain itu Setyo mengingatkan, berdasarkan peraturan bahwa jalannya aksi dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.

"Ini May Day adalah hari buruh Internasional. Dan sudah dicanangkan taglinenya May Day Is Fun Day. Jangan diciderai dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, misalnya melanggar aturan, tatib, dan mengganggu masyarakat. Harusnya mereka menarik simpati masyarakat dengan bersenang-senang bersama kaum buruh merayakan hari buruh," cetusnya.[]

Editor: Gema Trisna Yudha

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemenkeu Gencar Revaluasi BMN untuk Mengetahui Nilai Aset Negara

Image

Ekonomi

Trump Desak Perombakan WTO dan Sistem Perdagangan

Image

Ekonomi

Bappenas dan IDB Kuatkan Kerjasama dengan Mekanisme Reverse Linkage

Image

Ekonomi

Gedung Putih Berlakukan Sanksi pada 12 Perusahaan Rusia

Image

Ekonomi

Perang Dagang Dorong Malaysia Terapkan Anti-Dumping

Image

News

Kampanye Hitam Serang Sandiaga, Gerindra akan Ambil Langkah Hukum

Image

Ekonomi

Rasio Utang Lebihi 30 Persen, Dipo Alam: Amankah?

Image

Ekonomi

Hiraukan Sanksi AS, Turki Berkomitmen Tetap Beli Gas Iran

Image

Ekonomi

Pacu Perdagangan, Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin dan Eropa Timur

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hasil Survei: Masyarakat Nilai Gerakan #2019GantiPresiden Curi Start Kampanye

Mengetahui gerakan ini belum tentu akan memilih ganti presiden 2019.

Image
News

Nekat Sekali Tahanan Satu Ini, Mau Kabur Usai Disidang

"Ditangkap di depan kantor Dishub, di seberang pengadilan negeri," katanya.

Image
News

Ketua DPR RI Sebut Penerimaan CPNS Tahun Ini Sebanyak 238.000, 112.000 untuk Guru

Rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2018 dengan formasi keseluruhan sebanyak 238.000 orang.

Image
News

Kampanye Hitam Serang Sandiaga, Gerindra akan Ambil Langkah Hukum

Beberapa hari ke depan Gerindra akan melapor ke Polisi.

Image
News

Cukuplah Haringga Sirla Jadi yang Terakhir, Jangan Ada Lagi Korban Berjatuhan karena Sepakbola

"Usut tuntas kasus adik saya dan tak terulang lagi kasus seperti ini," kata Mayrisa Sirawati.

Image
News

Cerita Wanita Bali Tergiur Upah Rp1 Juta Ketika Ditawari Jadi Penjual Sabu

Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Image
News

Kisah Aldi 49 Hari Terombang-ambing di Laut, Ini Pengalaman Hanyut Ketiganya

Pengalaman hanyut yang ketiga ini membuat dirinya memutuskan untuk tidak melaut lagi.

Image
News

Relawan JMC: Pilpres Momentum Adu Gagasan dan Program

Jokowi dinilai telah berhasil membangun Indonesia dalam empat tahun terakhir ini.

Image
News

Anies Baswedan: Reklamasi Masalalu, Masa Depan Adalah...

"Reklamasi adalah masa lalu, masa depan adalah pemulihan Teluk Jakarta dan akses pantai untuk rakyat."

Image
News

Penasaran Kenapa Yenny Wahid dan Kader Gus Dur Dukung Jokowi, Tapi Alissa Wahid dan Gusdurians Pilih Netral?

Yenny Wahid mengatakan Ma'ruf Amin adalah tokoh yang paling dikenal lama oleh keluarga Gus Dur.

trending topics

terpopuler

  1. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  2. Salut, Aksi Solidaritas Pemuda di Bandung untuk Haringga Sirila

  3. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Habib: akan Baik Jika Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

  4. Pertanyakan Rencana OK OCE di Nasionalkan, Timses Jokowi: di Jakarta Saja Nggak Selesai

  5. Takluk dari China, Indonesia Tempati Juru Kunci

  6. Utang Pemerintah Sentuh Rp4.363,19 Triliun, Pengamat: Wajar, Kenapa Mesti Takut?

  7. Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Cawagub DKI

  8. Selain Mahfud, Romo Benny Terlihat di Kediaman Istri Gus Dur

  9. Indra Sjafri Beberkan Letak Kesalahan Timnas U-19

  10. Frank Lampard Depak Manchester United dari Ajang Piala Liga

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!