image
Login / Sign Up

Pembangkangan Bos Pertamina dan Politik Holding BUMN Migas

Aji Nurmansyah

Dirut Pertamina Dicopot

Image

FOKUS - Dirut Pertamina Elia Manik Dicopot | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Secara mendadak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno secara melengserkan bos Pertamina Elia Massa Manik dari kursi Direktur Utama Pertamina.

Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa pergantian tersebut merupakan rangkaian dari tahapan holding BUMN Migas dan kondisi tumpahan minyak di Balikpapan.

Tak hanya itu isu kelangkaan BBM dan kegaduhan yang disebabkan kenaikan harga BBM belum lama ini juga dikhawatirkan menganggu keuangan PT Pertamina.

baca juga:

"Jadi ini memang rangkaian keseluruhan tahapan setelah holding, memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Kedua, dengan perkembangan kondisi terakhir baik itu ada kejadian kecelakaan di pipa Balikpapan, kelangkaan BBM. Komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudah dilaporkan ke kementerian," ujar Fajar di Jakarta (20/4).

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng (kiri) dan Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait perombakan pada Susunan Direksi Pertamina, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4). FOTO: HUMAS DAN PROTOKOL KEMENTERIAN BUMN

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhi menilai terdapat beberapa kesalahan yang menurut dia semacam pembangkang yang di lakukan Elia Massa Manik.

Meski tidak menyebut secara detail namun ia sepakat bawah penolakan internal pertamina terhadap upaya pembentukan Holding BUMN Migas menjadi pertaruhan jabatan Elia Massa Manik.

"Elia Massa pantas diganti, selain mengeluh melulu, cenderung membangkang dalam menjalankan BBM penugasan. Buntutnya dari ketidakpatuhan bos Pertamina itu berdampak pada kelangkaan BBM dan kenaikan harga Pertalite, cukup membahayakan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kegaduhan serta memicu inflasi," ujar Fahmi Radhi dihubungi AKURAT.CO, Jumat (20/4).

Senada dengan itu pengamat Institute for Economic of Development and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa dengan kenaikan harga minyak dunia yang terus meroket serta Pertamina dibebani dengan BBM penugasan, membuat pemerintah memutuskan untuk melengserkan sang direktur utama.

"Dari Januari-Februari 2018 Pertamina menanggung potential loss Rp3,9 triliun. Angka ini dikhawatirkan menganggu kinerja keuangan Pertamina kedepannya. Isu potential loss tersebut tentu tidak disukai oleh pemerintah yang ingin agar program populis BBM subsidi tidak naik hingga 2019 dan BBM satu harga terus berjalan terlebih di tahun politik,” jelas Bhima.

Tak hanya itu, penugasan pemerintah terkait dengan 8 WK (wilayah kerja) terminasi yang sangat lamban penanganan oleh Pertamina. Dilain sisi menurut Bhima ekplorasi terus menerus mengalami penurunan. Pasalnya periode 2014-2017 silam terjadi penurunan ekplorasi Wilayah Kerja Migas.

"Pertamina fokus untuk eksplorasi minyak mentah dan kurangi defisit Neraca migas tahun 2017 yang mencapai 8,5 miliar USD (data BPS). Sementara jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 WK," tambahnya.

Saat ini setidaknya kebutuhan dari populasi hampir 260 juta penduduk Indonesia memerlukan sedikitnya 1,7 juta barel minyak perhari. Sementara produksi Pertamina hanya mampu memenuhi 800.000 barel. Sisanya masih diandalkan dari impor minyak.

Ia khawatir jika pada tahun 2025 justru produksi minyak Pertamina akan terus mengalami penurunan. Karena itu, secara mendadak Pemerintah melalui keputusan Menteri BUMN merombak direksi Pertamina.

"Jika kondisi ini tidak berubah, lifting minyak pada tahun 2025 akan turun menjadi 505 ribu barel per hari dari kondisi saat ini 775 ribu barel per hari. Kinerja eksplorasi yang terus memburuk jadi alasan pencopotan direksi," tambah dia.

Disisi lain, Managing Director Lembaga Management FEB UI, Toto Pranoto mengatakan bahwa isu perkembangan Holding BUMN Migas yang masih berlarut-larut.

Ia menilai Holding BUMN Migas merupakan sebuah keniscayaan. Namun ditangan Elia terkesan lamban sementara holding migas harus ditangani tim yang solid demi memberikan dampak positif terhadap publik.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik tertunduk (kedua kanan) saat mengikuti rapat kerja dengan komisi VII terkait upaya penanganan tumpahan minyak Teluk Balikpapan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/4). FOTO : AKURAT.CO/SOPIAN

"Pergantian Direksi Pertamina yang terlalu sering dalam 2 tahun terakhir ini bisa memberikan sinyal yang tidak terlalu positif ke publik. Apalagi Pertamina juga membawahi PGN yang berstatus Tbk," ungkap Toto di hubungi terpisah.

Menurut dia Holding BUMN Migas harus memiliki sistem tata kelola yang baik. Holding harus memiliki keleluasaan dan otonomi dalam mengontrol corporate actions-nya namun tetap di kontrol dewan komisaris.

"Di masa depan perlu penajaman prioritas supaya organisasi Pertamina lebih kuat dan kredibel, diisi oleh figur-figur profesional dan memiliki visi jangka panjang yang kuat," katanya.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng menjelaskan bahwa perombakan direksi karena adanya kebutuhan dan penanganan kinerja intensif dari internal Pertamina. Sebab diharapkan dengan beban tugas dan tanggungjawab yang begitu besar tidak menanggung keuangan Pertamina depan.

"Ini terkait juga dengan pengamatan dan penilaian dekom (dewan komisaris) bahwa Pertamina harus segera melakukan kajian dampak dari perubahan biaya dan kenaikan harga yang terakhir, sekaligus dikaitkan dengan kenaikan harga minyak mentah yang memengaruhi biaya pertamina," kata Tanri.

Pemerintah menurut dia harus menjaga kinerja Pertamina demi mewujudkan distribusi energi berkeadilan dan berkelanjutan. Sehingga kinerja Pertamina yang terus membaik akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan pertamina.

"Ini perlu penanganan yang intensif, karena memengaruhi kinerja keuangan Pertamina," pungkasnya.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

Ekonomi

Tekan Impor, Menteri Rini Evaluasi Proyek PLN dan Pertamina Bareng Kemenperin

Image

News

Helmi Kamal Lubis jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Pensiun Pertamina

Image

Ekonomi

Lebih Dalam dari Prediksi, Neraca Perdagangan Juli Defisit USD2,03 Miliar

Image

Ekonomi

Ekonom Ramal Neraca Perdagangan Juli Defisit USD1,3 Miliar

Image

Ekonomi

Potensi Penerimaan Negara dari Blok Rokan Rp11,3 Triliun

Image

Ekonomi

Dongkrak Ekonomi, BPH Migas Sosialisasi BBM Satu Harga di Parepare

Image

Ekonomi

Terima Mahasiswa Magang, Jamkrindo Komitmen Kembangkan SDM Indonesia

Image

Ekonomi

BPH Migas dan Pertamina Sepakat Untuk Digitalisasi Nozzle 

Image

Ekonomi

Selain Turki, Peristiwa Politik Turut Hempaskan Rupiah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menkeu Klaim Ekonomi Sekitar 5 Persen Bukan Berarti Stagnan

Pertumbuhan ekonomi 2019 ditargetkan menyentuh 5,3%.

Image
Ekonomi

Ada Batas Impor, Rini Pastikan Kereta Cepat Jalan Terus

Pemerintah sedang mengkaji beberapa proyek infrastruktur untuk kemungkinan ditunda karena terlalu banyak mengimpor barang pengadaan proyek.

Image
Ekonomi

Menkeu : Pertumbuhan Ekonomi 2019 Disumbang Oleh Konsumsi

Pemerintah bakal tetap menjaga agar konsumsi bisa terus di atas 5 persen.

Image
Ekonomi

Banyak yang Salah Pengertian Soal Program Infrastruktur Jokowi

pembangunan infrastruktur fisik sama dengan upaya pembangunan peradaban

Image
Ekonomi

Jakpro Pastikan LRT Jakarta Bukan Transportasi Asian Games

Jakpro pastikan LRT Jakarta bukan moda transportasi untuk Asian Games.

Image
Ekonomi

Tekan Impor, Menteri Rini Evaluasi Proyek PLN dan Pertamina Bareng Kemenperin

Untuk proyek yang pembiayaannya sudah disepakati (financial closed) tak akan terganggu.

Image
Ekonomi

Menkeu Sayangkan Perkataan Ketua MPR Soal Utang

Menkeu menegaskan kondisi utang yang disampaikan Ketua MPR tersebut dihitung dengan cara yang kurang tepat.

Image
Ekonomi

Pemerintah Alokasikan Rp24,8 Triliun Sambut Pemilu dan Pilpres Tahun Depan

Alokasi anggaran Pemilu dan Pilpres itu naik 3 persen atau bertambah Rp700 miliar dibanding biaya Pilpres 2014 lalu.

Image
Ekonomi

Legislator Sayangkan Kritik Ekonomi Zulkifli Hasan di Sidang Tahunan

sidang tahunan adalah forum untuk memfasilitasi lembaga-lembaga negara menyampaikan laporan kinerjanya bukan forum politik partisan

Image
Ekonomi

AS Bakal Sanksi Perusahaan China dan Rusia Karena Bantu Korut

Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap agen layanan pelabuhan Rusia dan perusahaan China, karena membantu Korea Utara

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Gedung Putih Mengecam Langkah Turki Menggandakan Tarif Terhadap Barang AS

  2. Ahmad Dhani Jual Rumah, Begini Reaksi Maia Estianty

  3. Inovasi Cerdas, Mobil Ini Disulap Jadi Warung Makan

  4. Bawa Lari Gawai Konsumen, Driver Ojol Diangkut Polisi

  5. Dosen UI Ini Sindir Kurs Rupiah Paling Lemah No 3 di Dunia

  6. Penangkapan Pengguna Narkoba di Babel, Polisi dan TNI Sempat Salah Paham

  7. Setelah Dikecam, Turki Mengaku Siap Bicarakan Masalah dengan AS Tanpa Ancaman

  8. Mabes Polri Sudah Siapkan Nama Pengganti Syafruddin, Idham Aziz?

  9. Apresiasi Pemerintah Stabilkan Rupiah, Mantan Wapres Malah Dinyinyiri Warganet

  10. Zulhas: Terima Kasih Bu Mega, Karena Ibu Mega Acara ini Ramai

Available

fokus

Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Idul Fitri 2018
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Merdeka atau Mati

Image
Hervin Saputra

Milla Membuka Pesta dengan Perhitungan Taktik dan Legiun Asing

Image
Taufik Hidayat

Keberanian Mengambil Risiko Membawa Timnas U-16 Menjuarai Piala AFF

Image
Achmad Fachrudin

Membaca Reaksi Publik Terhadap Pasangan Capres-Cawapres

Available

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Image
Gaya Hidup

Geluti Bisnis Kecantikan, Ini Arti Kepemimpinan Menurut Vanessa Angel

Image
Gaya Hidup

Kalau Mau Lulus, Murid Sekolah Al-Izhar Wajib Ikuti Program Pengembangan Karakter

Sosok

Image
Hiburan

10 Gaya Hypebeast Ramengvrl Saat di Panggung

Image
Hiburan

Dulunya Artis Cilik, 7 Seleb Ini Masih Eksis Sampai Sekarang

Image
Hiburan

Hengkang dari Grup Band, 10 Penyanyi Ini Sukses Solo Karier