image
Login / Sign Up

Ekspor Produk Otomatif Indonesia kembali Masuk ke Vietnam

Muslimin

Image

Kendaraan siap diekspor terparkir di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,  Jakarta Utara, Jumat (13/4). Vietnam mengeluarkan regulasi baru terkait barang impor, khususnya di sektor otomotif. Regulasi baru itu membuat sejumlah pabrikan mobil di Indonesia membatalkan pengapalan (ekspor) mobil ke Vietnam. Berdasarkan laporan Gaikindo, total ada 9.337 unit kendaraan yang batal diekspor ke Vietnam selama Desember 2017-Maret 2018. Potensi kehilangan pendapatan ekspor mobil pada periode tersebut mencapai Rp2,49 triliun | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Ekspor produk otomotif Indonesia ke Vietnam yang sempat terhenti sejak tahun lalu, kini kembali diperbolehkan masuk ke Vietnam. Kesepakatan tersebut tercapai saat Menlu RI Retno. L.P Marsudi memimpin Komisi Sidang Bersama (SKB) ke-3 bersama Menlu Vietnam Pham Bihn Mihn, di Hanoi, Vietnam (17/4).

“Saya senang ekspor produk otomatif Indonesia dapat kembali masuk pasar Vietnam. Produk otomatif merupakan salah satu ekspor terbesar Indonesia ke Vietnam, yaitu mencapai sekitar 293 juta dolar AS pada tahun 2017,” kata Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta.

Pada akhir 2017, Pemerintah Vietnam mengeluarkan aturan 116/2017 yang membatasi impor otomotif. Dengan ketentuan ini, akses pasar ekspor produk otomotif Indonesia ke Viet Nam sempat terhenti.

baca juga:

Sebagai salah satu tetangga dekat Indonesia, kerja sama bilateral Indonesia-Vietnam dari tahun ke tahun terus berkembang pesat, khususnya setelah kedua negara menyepakati perjanjian kemitraan strategis pada 2013. Di bidang ekonomi, perdagangan kedua negara terus meningkat, mencapai 6.8 milyar dolar AS di 2017, atau meningkat sebesar 8.64 persen dari 2016.

Peningkatan investasi dua arah juga terlihat. Pada tahun 2017 investasi Vietnam ke Indonesia meningkat sekitar 300 persen, sedangkan Investasi Indonesia ke Vietnam meningkat sekitar 36 persen pada 2017. Berbagai capaian di bidang kerja sama ekonomi tersebut sejalan dengan target pada rencana aksi kemitraan strategis kedua negara untuk periode 2014-2018.

Dalam pertemuan SKB, kedua Menlu sepakat momentum positif kerja sama ekonomi kedua negara harus terus di jaga. Oleh karena itu, Kedua Menlu menyepakati untuk segera mengembangkan sebuah rencana aksi baru untuk periode 2019 – 2023, sebagai sebuah penuntun sekaligus target kerja sama kedua negara dalam 5 tahun ke depan.

Rencana Aksi ini akan diselesaikan pada bulan November 2018. Beberapa sektor baru yang diusulkan Menlu RI untuk masuk dalam rencana aksi baru tersebut antara lain "defence strategic industries, aquaculture, marine tourism, renewable energy and creative industry."

“Saya mengharapkan rencana aksi baru dapat diselesaikan pada tahun 2018, dan memasukan peluang-peluang baru, guna lebih memperkokoh sekaligus memperluas kerja sama bilateral Indonesia-Vietnam,” tegas Menlu Retno.

Kedua Menlu juga sepakat pentingnya untuk meningkatkan interaksi sektor swasta. Dalam kaitan ini, kedua Menlu akan mendorong interaksi yang lebih luas dengan berbagai komunitas bisnis, agar mereka dapat mengeksplorasi langkah-langkah yang inovatif guna memanfaatkan berbagai peluang yang banyak tersedia.

“Beberapa sektor yang di identifikasi masih terbuka bagi pengusaha Indonesia di Vietnam, seperti sektor hilir minyak dan gas, perhotelan dan properti,” jelas Menlu Retno.

Selain kerja sama ekonomi, kedua Menlu juga membahas kerja sama kelautan dan perikanan. Dalam kaitan ini, Menlu RI menegaskan bahwa IUU fishing merupakan ancaman serius kepada food security. Menlu RI mengajak Vietnam untuk meningkatkan kerja sama dalam memberantas IUU fishing sekaligus mendorong tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

Vietnam berjanji akan segera memberikan tanggapan terhadap "Draft Joint Communique on IUUF" yang sudah disampaikan oleh Indonesia.

Penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia-Vietnam merupakan salah satu isu yang masih terus dirundingan kedua negara. Hingga November 2017 telah dilaksanakan 10 kali Pertemuan Teknis Penetapan Batas ZEE Indonesia Vietnam. Sejalan dengan arahan kedua kepala negara, kedua Menlu kembali mendorong para perunding untuk mempercepat perundingan finalisasi garis batas ZEE antara kedua negara. “Finalisasi ZEE sangat penting karena akan membawa manfaat dan kepastian bagi kedua negara,” tegas Menlu Retno.

Selain kerja sama bilateral, kedua Menteri juga bertukar pikiran mengenai sejumlah isu dan perkembangan di kawasan. Kedua Menlu menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas di kawasan. Dalam konteks ini, kedua Menlu menegaskan pentingnya untuk terus memastikan kesatuan dan sentralitas ASEAN, termasuk dalam mengembangkan kawasan Indo-Pasifik, yang terbuka, inklusif, serta menghormati hukum internasional.

Lebih lanjut, kedua Menlu juga menegaskan pentingnya untuk memanfaatkan momentum positif saat ini untuk mewujudkan kemajuan yang substantif dalam perundingan Code of Conduct (CoC) di Laut Tiongkok Selatan. “Kerja sama bilateral Indonesia-Vietnam tidak saja harus mensejahterakan rakyat kedua negara namun juga berkontribusi terhadap kemajuan stabilitas dan kesejahteraan kawasan and beyond," tutup Menlu Retno.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

Iptek

Di Asia-Pasifik Laptop Gaming Predator Nitro5 Acer Laku, Indonesia?

Image

Ekonomi

BI Klaim 70 Persen Bank Asing Patuhi Kredit UMKM

Image

Ekonomi

Dasar Hukum Perpanjangan IUPK Freeport Berpolemik?

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Takluk dari Bali United, Persija Akui Hanya Kurang Beruntung

Image

Iptek

Kemristekdikti: PTN dan PTS Indonesia Harus Terapkan ‘Online Learning’, Setuju?

Image

Gaya Hidup

Kemenkes Akui DBD di Indonesia Sudah Menurun dari Tahun ke Tahun

Image

News

Jamaah Calon Haji Kloter Pertama Asal Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci

Image

News

Jelang Asean Games, Polres Lebak Ikut Optimalkan Operasi Tangkal Terorisme

Image

News

Bendera Negara Asian Games Diikat Bambu di Jakut Dicopot, Anies: Pasang Kembali

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

AS Gugat WTO Demi Balas Perang Dagang Negara-negara Ini

Langkah tersebut untuk menentang tarif pembalasan oleh China, Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Turki menyusul bea masuk baja dan aluminium

Image
Ekonomi

BI Klaim 70 Persen Bank Asing Patuhi Kredit UMKM

Sejak awal peraturan ini diterapkan, bank asing merupakan kelompok bank yang paling sulit memenuhi minimal rasio kredit UMKM.

Image
Ekonomi

Dasar Hukum Perpanjangan IUPK Freeport Berpolemik?

pasal 31.2 KK memang memberikan hak kepada PT Freeport Indonesia untuk mengajukan perpanjangan untuk 2 kali 10 tahun yang menjadi polemik

Image
Ekonomi

Akuntabilitas Infrastruktur Dukung Pembangunan Berkualitas

Amanat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bahwa anggaran yang dibelanjakan harus mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

Image
Ekonomi

Dolar AS Kian Gerus Eksistensi Yuan

Yuan terdepresiasi sebesar 93 basis poin menjadi 6,6914 terhadap Dolar AS pada Rabu (18/7)

Image
Ekonomi

Respon Kenaikan Konsumsi LPG, Pertamina Sinjai Gelar Operasi Pasar

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan operasi pasar elpiji 3 Kg di 18 titik di 13 wilayah Sinjai

Image
Ekonomi

Bursa Saham Seoul Catatkan Kenaikan 0,89 persen

Indeks KOSPI dibuka menguat sebesar 20,46 poin atau 0,89 persen pada pembukaan perdagangan Rabu (18/7)

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Rehabilitasi Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera telah menjadi ikon Kota Pelambang dan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing maupun domestik.

Image
Ekonomi

Yen Merosot, Bursa Saham Tokyo Dibuka Kian Melesat

Terdepresiasinya Yen terhadap Dolar AS, turut mendongkrak kenaikan saham-saham di Tokyo

Image
Ekonomi

Pemerintah Akan Ubah PKH dari Flat Menjadi Non Flat

Tahun ini, jumlah KPM bantuan tunai bersyarat tersebut naik dari enam juta KPM menjadi sepuluh juta KPM.

Image
Ekonomi

Dolar AS Diperdagangkan 113 Yen di Tokyo

Kurs Dolar AS berada garis 113 Yen dalam pembukaan transaksi perdagangan, Rabu (18/7), di Tokyo.

Image
Ekonomi

Harga Emas Antam Merosot

Harga pembelian kembali alias buy back turun Rp6.000 per gram menjadi Rp567.000 per gram.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Fraksi Gerindra Tetap Tolak RUU Pertanggung Jawaban APBN 2017, Kenapa?

  2. JK Nilai Kehadiran 11 Bank Asing Danai Inalum Caplok Freeport, Perlu

  3. Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.127 Triliun, Meski Dana Asing Banyak Keluar

  4. Stadion Volgograd Seharga USD257 Juta, Rusak Berat Diterjang Hujan

  5. Rupiah Masih Terus Tunjukkan Perlawanan terhadap Dolar AS

  6. Misbakhun: Jangan Ambil Porsi Politik Terlalu Besar Dalam APBN

  7. Menangi Trofi, 'Deschamps' Dijadikan Nama Stasiun KRL di Prancis

  8. Kurangi Angka Kemiskinan dan Ketimpangan, Ini 'Jurus' Sri Mulyani

  9. Batik Air Datangkan Pesawat Airbus Baru

  10. Biaya Hidup Kota-Kota Dunia

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth