image
Login / Sign Up

Obligasi Diserang Merahnya Rupiah dan Imbal Hasil AS

Prabawati Sriningrum

Image

Ilustrasi - Sentimen Ekonomi Global | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Pergerakan laju Rupiah yang kembali melemah memberikan sentimen negatif pada laju pasar obligasi yang kembali mengalami pelemahan. Pelaku pasar masih melakukan aksi jualnya dalam menanggapi sentimen yang ada.

Disisi lain, adanya potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS seiring dengan rilis meningkatnya data ritel AS turut menahan pergerakan pasar obligasi dalam negeri.

baca juga:

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 0,93 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 2,71 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 2,06 bps.

Adapun laju pasar obligasi cenderung kembali melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 98,42% memiliki imbal hasil 5,99% atau naik 0,04 bps dari sebelumnya di harga 98,60% memiliki imbal hasil 5,95%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 102,50% memiliki imbal hasil 7,26% atau naik 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 103,01% memiliki imbal hasil 7,21%.

Sementara pada Senin (16/4), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,19 bps di level 118,221 dari sebelumnya di level 118,44.

Kemudian rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,05 bps di level 109,36 dari sebelumnya di level 109,41.

Selanjutnya, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,63% dari sebelumnya di level 6,59% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,84% dari sebelumnya di level 2,83% sehingga spread di level kisaran 378,9 bps lebih tinggi dari sebelumnya 376 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali bergerak turun. Dimana obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,22%-8,32%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,00%-9,02%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,00%-10,02%, dan pada rating BBB di kisaran 12,92%-12,98%.

"Pergerakan pasar obligasi masih diliputi pelemahan seiring masih tertahannya laju Rupiah di zona merah," ujar Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (17/4).

Di sisi lain, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali meningkat dapat kembali memicu pelemahan. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat terbatas agar sejumlah seri obligasi dapat kembali menemukan momentum kenaikannya.

"Cermati dan waspadai masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi dapat kembali melemah," pungkasnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Chelasea Butuh Sedikit Perubahan untuk Bisa Terapkan Filosofi Sarri

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Liverpool dan Chelsea Bersaing Dapatkan Alisson

Image

Ekonomi

Respon Kenaikan Konsumsi LPG, Pertamina Sinjai Gelar Operasi Pasar

Image

Ekonomi

84 Saham Menguat, IHSG Dibuka Hijau

Image

Ekonomi

IHSG Ada Potensi Menguat, Bidik Keenam Saham Ini

Image

Ekonomi

Bursa Saham Prancis Berakhir Menguat 0.24 persen

Image

Ekonomi

Rupiah Masih Terus Tunjukkan Perlawanan terhadap Dolar AS

Image

Ekonomi

JK Nilai Kehadiran 11 Bank Asing Danai Inalum Caplok Freeport, Perlu

Image

Ekonomi

Jusuf Kalla Yakin Divestasi Saham Freeport Berjalan Mulus

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kualitas Unggul, Produk UKM Lebak Diminati Pasar Tangerang

Produk UKM Kabupaten Lebak memiliki kualitas dan unggul dibandingkan produk pabrikan sehingga banyak permintaan pasar.

Image
Ekonomi

AS Gugat WTO Demi Balas Perang Dagang Negara-negara Ini

Langkah tersebut untuk menentang tarif pembalasan oleh China, Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Turki menyusul bea masuk baja dan aluminium

Image
Ekonomi

BI Klaim 70 Persen Bank Asing Patuhi Kredit UMKM

Sejak awal peraturan ini diterapkan, bank asing merupakan kelompok bank yang paling sulit memenuhi minimal rasio kredit UMKM.

Image
Ekonomi

Dasar Hukum Perpanjangan IUPK Freeport Berpolemik?

pasal 31.2 KK memang memberikan hak kepada PT Freeport Indonesia untuk mengajukan perpanjangan untuk 2 kali 10 tahun yang menjadi polemik

Image
Ekonomi

Akuntabilitas Infrastruktur Dukung Pembangunan Berkualitas

Amanat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bahwa anggaran yang dibelanjakan harus mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

Image
Ekonomi

Dolar AS Kian Gerus Eksistensi Yuan

Yuan terdepresiasi sebesar 93 basis poin menjadi 6,6914 terhadap Dolar AS pada Rabu (18/7)

Image
Ekonomi

Respon Kenaikan Konsumsi LPG, Pertamina Sinjai Gelar Operasi Pasar

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan operasi pasar elpiji 3 Kg di 18 titik di 13 wilayah Sinjai

Image
Ekonomi

Bursa Saham Seoul Catatkan Kenaikan 0,89 persen

Indeks KOSPI dibuka menguat sebesar 20,46 poin atau 0,89 persen pada pembukaan perdagangan Rabu (18/7)

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Rehabilitasi Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera telah menjadi ikon Kota Pelambang dan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing maupun domestik.

Image
Ekonomi

Yen Merosot, Bursa Saham Tokyo Dibuka Kian Melesat

Terdepresiasinya Yen terhadap Dolar AS, turut mendongkrak kenaikan saham-saham di Tokyo

Image
Ekonomi

Pemerintah Akan Ubah PKH dari Flat Menjadi Non Flat

Tahun ini, jumlah KPM bantuan tunai bersyarat tersebut naik dari enam juta KPM menjadi sepuluh juta KPM.

Image
Ekonomi

Dolar AS Diperdagangkan 113 Yen di Tokyo

Kurs Dolar AS berada garis 113 Yen dalam pembukaan transaksi perdagangan, Rabu (18/7), di Tokyo.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Fraksi Gerindra Tetap Tolak RUU Pertanggung Jawaban APBN 2017, Kenapa?

  2. JK Nilai Kehadiran 11 Bank Asing Danai Inalum Caplok Freeport, Perlu

  3. Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.127 Triliun, Meski Dana Asing Banyak Keluar

  4. Stadion Volgograd Seharga USD257 Juta, Rusak Berat Diterjang Hujan

  5. Rupiah Masih Terus Tunjukkan Perlawanan terhadap Dolar AS

  6. Misbakhun: Jangan Ambil Porsi Politik Terlalu Besar Dalam APBN

  7. Menangi Trofi, 'Deschamps' Dijadikan Nama Stasiun KRL di Prancis

  8. Kurangi Angka Kemiskinan dan Ketimpangan, Ini 'Jurus' Sri Mulyani

  9. Batik Air Datangkan Pesawat Airbus Baru

  10. Biaya Hidup Kota-Kota Dunia

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth