breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

DPD RI Ingin Perempuan Keluar Zona Pelabelan Domestik

Muslimin

Image

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (ketiga kanan) bersalaman dengan Ketua Senat Polandia Stanislaw Karczewski (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPD Nono Sampono (kiri) dan Darmayanti Lubis (kedua kanan) saat melakukan pertemuan di ruangan pertemuan Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10). Pertemuan ini untuk membicarakan kerjasama dua negara dalam segi pembangunan terutama untuk aspek ekonomi dan infrastruktur. Sementara untuk aspek pendidikan bisa dilakukan dengan pertukaran pelajar. | Sopian

AKURAT.CO, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Darmayanti Lubis meminta kaum perempuan untuk keluar dari pelabelan domestik kepada mereka.

Darmayanti menilai Muslimah sebagai Khalifah pada dasarnya memiliki peran besar di berbagai sektor kehidupan. Karena itu perempuan harus mengoptimalkan perannya tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Darmayanti, untuk mengoptimalkan berbagai peran tersebut di atas, perempuan harus mampu mengatasi berbagai permasalahan Gender yang menjadi hambatan pembatas peran antara kaum hawa dan laki-laki.

baca juga:

"Perempuan harus keluar dari zona Pelabelan domestic yang selama ini dilekatkan kepadanya sehingga sering kali membuat perempuan ragu-ragu untuk maju dalam menjalankan peran publiknya. " ujar Darmayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Darmayanti mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, perempuan harus melepaskan label perbedaan gender lainnya seperti adanya stereotype budaya dan lainnya.

Perempuan Indonesia, bagi Darmayanti, saat ini telah memiliki kesetaraan dengan laki-laki mulai dari pendidikan dan perannya dalam setiap aspek kehidupan, ditandai dengan adanya regulasi dan kebijakan yang juga mulai mendukung peran perempuan. Karena itu sudah saatnya bagi perempuan untuk menunjukkan kiprahnya sebagai agen perubahan bagi pembangunan, yang memberi manfaat bagi diri, masyarakat dan bangsa bahkan hingga internasional.

"Barangkali memang agak terlalu tinggi untuk visi sebuah pencapaian peran transformatif, namun dimulai dengan peran partisipatif juga boleh asal menjadi bagian seluruh bangsa. Pada peran transformatif, muslimah dapat mentransformaskani nilai-nilai ke-Islaman sewaktu menjalankan peran publiknya dalam bermasyarakat dan berbangsa. Bila hanya di rumah, mungkin nilai-nilai hanya terbatas untuk diri dan keluarganya, sementara negara kita saat ini menuntut dikembangkannya peran perempuan yang jumlahnya mencapai separuh populasi, meliputi bidang ekonomi, social budaya, politik dan lainnya," ujar politisi asal Sumatera Utara itu.

Karena itu, lanjutnya, untuk mempersiapkan hal tersebut, sejak dari tingkat keluarga perempuan harus mampu dan sukses menjalankan perannya sebelum keluar di masyarakat. Sebab perempuan juga harus mampu menyeimbangkan antara peran di keluarga dan masyarakat. Sehingga dukungan dari pihak keluarga juga menjadi salah satu kunci suksesnya menjalankan peran tersebut.

"Kesadaran diri harus terbangun baik dalam diri laki-laki maupun perempuan. Dengan menyadari hal tersebut dan membangun hubungan saling ikhlas dan menghargai dalam keluarga, maka seseorang perempuan tidak ragu ragu dalam menjalankan peran publiknya, agar perempuan tidak dihantui perasaan bersalah dalam menjalankannya, justru mendapat dukungan penuh dari sang mitra, selain itu, saat berkiprah pun, perempuan juga harus melepaskan stereotip dengan laki-laki yang selama ini membatasi mereka, lepaskan istilah orang yang katakan urusan perempuan hanya, sumur, kasur dan dapur,. Sebab hampir di semua sektor, kini kiprah perempuan sudah semakin membaik dan tidak sedikit menonjol daripada kaum laki-laki.. Jadi semua sektor harus masuk, tidak hanya sosial budaya tapi ekonomi dan politik harus masuk." ujarnya.

Lebih lanjut Darmayanti menambahkan, terlebih memasuki tahun politik menuju Pemilu 2019, peran perempuan masuk dalam bidang politik sangat dibutuhkan untuk berada di lingkaran penentu arah kebijakan. Menurutnya, dengan porsi 30 persen dalam UU Pemilu dimana keterwakilan perempuan dalam legislatif juga perlu disambut oleh para perempuan.

“Jadi harus disambut dengan memajukan dirinya dan membangun kesadaran bahwa Negara memang membutuhkan itu, tanpa berhenti memberi kesadaran akan manfaat perempuan berada pada pengambil keputusan dan kebijakan bagi kemajuan dan kepentingan perempuan khususnya dan bangsa pada umumnya. Saya berharap siapapun yang sudah duduk maupun belum duduk untuk menggugah masyarakat untuk kiranya memperjuangkan kebaikan bagi kepentingan perempuan dan anak," pungkasnya.

Editor: Bismarc Lesmana

berita terkait

Image

News

Sekjen: 48 Persen Bacaleg Partai Garuda Adalah Perempuan

Image

News

KPK Peringatkan Umar Ritonga Serahkan Diri Secepatnya

Image

News

Tidak Penuhi Kuota 30 Persen Perempuan, Bawaslu: Dapilnya Hangus

Image

News

Kantongi Surat Rekom KPU, Hanura Kubu OSO, Baru Berani Daftarkan Bacalegnya

Image

Gaya Hidup

Benarkah Penderita Skoliosis Tak Bisa Hamil? Begini Penjelasannya

Image

Gaya Hidup

Duh, Perempuan Lebih Rentan Terkena Skoliosis

Image

News

PPP Klaim Daftarkan Caleg Perempuan Sebesar 47%

Image

News

Delapan Partai di Kepri Klaim Sudah Penuhi Kuota Perempuan

Image

News

Demokrat Klaim Penuhi 30 Persen Bacaleg Perempuan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tamran Ungkap Alasan Gunakan Bambu Pasang Bendera Negara Peserta Asian Games

"11 orang patungan beli di Senen bersama kawan-kawan, itu spontan."

Image
News

Penyuap Bupati Labuhanbatu Akhirnya Ditahan KPK

Namun, satu orang berinisial UMR yang kabur saat penangkapan hingga hari ini masih belum menyerahkan diri

Image
News

Tasnya Dicuri, Pria Ini Hidup Bergelandang Selama Puluhan Tahun di Thailand

Pria Lansia dinyatakan hilang oleh keluarganya selama 30tahun. Pertama kali diketahui keberadaannya oleh Mahasiswa UMMI saat KKN di Thailand

Image
News

Angka Cerai di Bogor Tinggi, Ini yang Harus Dilakukan Keluarga

Pengadilan Agama Bogor Kelas IA telah memutus lebih dari 941 kasus perceraian di sepanjang tahun 2017 lalu.

Image
News

Dubes Kanada Temui Jokowi Bahas Isu Palestina

Kanada memiliki perhatian khusus terhadap sejumlah isu-isu yang juga menjadi fokus perhatian Indonesia.

Image
News

Terombang-Ambing Ditengah Laut Hakim Berhasil Dievakuasi

Hakim tak berani menepi ke darat karena gelombang tinggi sementara perahu yang ia gunakan berukuran kecil

Image
News

Bawa Narkoba Hakim Cuma Vonis DJ Moreno 8 Bulan

Putusan hakim yang dibacakan hakim ketua I Wayan Kawisada mengurangi 4 bulan dari tuntutan Jaksa Eddy Warta yang menuntut sebelumnya 1tahun

Image
News

Ngabalin Jadi Komisaris, Fadli Zon: BUMN seperti Sapi Perahan

Fadli sebut jabatan Ngabalin hadiah dari Jokowi.

Image
News

Kapal Nelayan Tenggelam di Perbatasan Aceh-Malaysia, Dua Orang Hilang

Dua ABK ditemukan selamat setelah bertahan dalam keadaan mengapung.

Image
News

Dian Sastro jadi Pembawa Obor Asian Games di Solo

Pemeran Cinta dalam film AADC ini mengaku mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa menjadi pembawa obor

trending topics

terpopuler

  1. Tiga Kali Pemilu Golput, Kini Ganjar Mau Nyoblos Tsamara yang Cantik

  2. Mahfudz Siddik: Kami Sudah Terlalu Sering Mengalah, Cawapres Prabowo Harus dari PKS

  3. Tak Nyaleg Lagi, Meutya Hafidz Ingin Fokus Menangkan Jokowi

  4. Meski Berprestasi, Zohri Tetap Dites Jika Masuk TNI

  5. Ragam Alasan Caleg Belia Dari Sibolga Tapteng Warnai Pileg 2019

  6. KPU Sebut Data Bacaleg PBB dan PKS Tidak Sesuai Silon

  7. Rumah Pribadi Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov oleh OTK

  8. Rawan Kejahatan Sekitar Istana Bogor, Warga Waspada Saat Melintas

  9. Kapitra Ampera: Kalau Umpamanya Saya Caleg PDIP, Lalu Saya Murtad?

  10. Ada yang Mengganjal di Hati Jokowi: Orang Besarnya Itu Bukan Saya, Tapi Zohri

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan