image
Login / Sign Up

Intrik Permusuhan yang Belum Berhenti dari The Doctor

Anang Fajar Irawan

Blog

Image

Juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi, berbicara dengan timnya usai terjatuh di balapan seri Grand Prix Argentina karena bersinggungan dengan rival Repsol Hondanya, Marc Marquez, 9 April silam. | REUTERS/Marcos Brindicci

AKURAT.CO, Pernah mendengar kalimat "pembalap MotoGP cuma Rossi, yang lain itu musuhnya"? Kalimat itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, pembalap asal Italia itu memang selalu punya musuh bebuyutan berbeda di 18 tahun kariernya di MotoGP.

Dengan penampilan impresif yang berbuah tujuh gelar juara dunia, Rossi mendominasi balapan kelas wahid ini. Tak heran jika berbicara soal MotoGP, tentu satu nama yang terlintas di pikiran adalah Valentino Rossi.

Di usia yang kini sudah menginjak 39 tahun, Rossi masih aktif mengaspal bersama tim Movistar Yamaha. Tentu ini usia yang sudah tidak lagi produktif untuk seorang pembalap.

baca juga:

Tapi, Rossi tetaplah Rossi. Dengan segala idealismenya, ditambah tekad kuat meraih gelar juara dunia kesepuluh, dia terus membalap, sembari membina tim balapnya sendiri yang berlaga di kelas Moto3 dan Moto2, yakni Sky Racing VR46.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Chandra Nawa. Naskah: Anang Fajar Irawan).

Tahun 2018, tepatnya di seri kedua MotoGP yang dilangsungkan di Sirkuit Termas De Rio Hondo, Argentina, nama pembalap berjuluk The Doctor tersebut menjadi pemberitaan utama. Rossi menjadi pembicaraan setelah terlibat duel di trek dengan Marc Marquez yang menyebabkan dirinya terjatuh di sisi lintasan.

Lalu, apakah itu pertama kalinya Rossi terlibat bentrokan dengan pembalap lain di sirkuit? Jawabannya jelas tidak. Sejak tahun 2001, Vale – sapaan Rossi – sudah memiliki musuh bebuyutan. Saat itu rivalnya adalah pembalap Marlboro Yamaha, Max Biaggi.

Duel kedua pembalap asal Negeri Pizza ini terjadi di Sirkuit Suzuka, Jepang. Mereka saling bersenggolan dan Biaggi terlihat dengan sengaja mendorong motor Honda NSR500 yang dikendarai Rossi dengan harapan The Doctor terjatuh.

Mendapat perlakuan seperti itu dari Biaggi, Rossi tetap bisa meneruskan lomba. Dia justru membalas Biaggi dengan mengacungkan jari tengah saat berada di depan. Insiden itu jadi awal mula persaingan keduanya yang memuncak di Grand Prix Katalunya. Rossi dan Biaggi sempat saling adu argumen sebelum sesi konferensi pers pasca balapan

Tiga tahun berselang, musuh Rossi berganti. Kini yang jadi musuh bebuyutan adalah Sete Gibernau. Perseteruan keduanya dimulai tahun 2004, ketika Rossi memutuskan hijrah ke Yamaha dan Gibernau menjadi rider tim Telefonica Movistar-Honda.

Semula, Rossi dianggap bakal melempem usai pindah ke Yamaha. Maklum, saat itu motor Yamaha YZR-M1 milik Yamaha bisa dibilang berada di bawah level motor RC211V yang dikendarai Gibernau.

Namun, Rossi akhirnya membuat prediksi tersebut salah besar. Pada balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, di awal musim 2005, YZR-M1 mendapat perlawanan sengit dari Gibernau dengan RC211V-nya.

Kedua pembalap saling salip menyalip. Pada tikungan terakhir, drama terjadi. Rossi dan Gibernau saling berbenturan yang membuat Gibernau keluar lintasan, sementara Rossi dengan leluasa melintasi garis finis dan keluar sebagai juara.

Skenario lain yang melibatkan Rossi dengan pembalap lain saling bertabrakan terjadi di tahun 2011. Kali ini Vale bertabrakan dengan rider Repsol Honda, Casey Stoner. 

Saat pembalap menyisakan 20 putaran, Rossi mencoba untuk melakukan overtaking saat melahap tikungan ke kanan. Namun sial bagi Rossi, dia terpeleset dan mengenai motor Stoner. Kedua pembalap pun keluar lintasan.

Seusai balapan, Rossi mendatangi paddock Honda untuk menyatakan rasa bersalahnya dan perimintaan maafnya diterima secara dewasa oleh Stoner. Rossi memberikan keterangan lebih lanjut tentang apa yang terjadi sehingga dia "mengeluarkan" Stoner dari balapan di sirkuit yang sedang basah tersebut. 

Menurut Rossi, sebenarnya dia tak berusaha untuk menyalip Stoner ketika mereka memperebutkan posisi kedua di GP Spanyol itu. Akan tetapi, perbedaan waktu dalam melakukan pengereman membuat kecelakaan tak terhindarkan.

Ketika Rossi pergi meminta maaf kepada Stoner di pit Honda seusai balapan, kamera televisi sempat merekam percakapan dua pebalap tersebut. Stoner bertanya kepada Rossi mengenai kondisi bahunya yang sempat cedera saat beratih motocross. Pembalap Australia tersebut mengatakan sesuatu yang sampai saat ini sangat akrab di telinga pecinta MotoGP, yakni "ambisimu melebihi bakatmu". Mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Stoner, Rossi hanya tertawa.

Lanjut ke tahun 2015 di mana awal perseteruan sang legenda hidup dengan Marc Marquez, yang terjadi di MotoGP Argentina. 

Di negara asal Lionel Messi, Rossi dan Marquez terlibat duel ketat di lap terakhir balapan. Keduanya saling overtake. Posisi motor Rossi sudah berada di depan Marquez saat roda belakang Yamaha YZR-M1 miliknya menyenggol roda depan pembalap Repsol Honda tersebut.

Marquez pun jatuh. Setelah jatuh, dia langsung berlari menuju motornya. Tapi karena mesin motor mati, dia sangat kesal, terlihat dari reaksinya memukuli motornya sendiri.

Perseteruan berhenti sampai di situ? Tidak. Di Sirkuit Assen, Belanda, 27 Juni, keduanya kembali menjadi sorotan. Di putaran terakhir, Rossi kembali mempecundangi Marquez. Keduanya saling menempel ketat di tikungan. Rossi sedikit berada di depan Marquez.

Tiba-tiba Rossi mengambil jalan pintas dengan melintasi gravel. Jarak tikungan pun berhasil dia pangkas. Posisi ketat keduanya berganti dengan Rossi di depan Marquez. Rossi pun mengklaim juara satu balapan di Negeri Kincir Angin. Uniknya, meski melintasi gravel, tak ada sanksi apapun dari Race Director. Rossi tetap meraih posisi pertama, sedangkan Marquez di posisi kedua.

Dari dua insiden tersebut, Marquez melancarkan rencana untuk balas dendam. Lokasinya di Australia saat sirkus MotoGP digelar di Phillip Island. Tak lagi memiliki peluang juara, Marquez pun terus menempel Rossi.

Bahkan, Marquez dianggap sengaja memperlamban laju kendaraannya demi memberi ruang bagi Jorge Lorenzo dengan "menempel" pergerakan Rossi. Marquez memang mengaku memperlambat laju motornya dalam balapan yang digelar pada 18 Oktober itu. Namun dia membantah aksi itu sengaja untuk menahan Rossi masuk ke posisi tiga besar.

Teori konspirasi itu semakin menjadi karena Marquez dan Lorenzo berasal dari negara yang sama, Spanyol. Jadilah ini seolah pertarungan antara Spanyol versus Italia.

Insiden di Sepang, Malaysia, menjadi puncak perseteruan kedua pembalap. Rossi dinilai sengaja menendang Marquez sehingga pembalap Repsol Honda terjatuh.

Rossi yang mencoba untuk mengejar Marquez tiba-tiba melakukan tendangan kepada Marquez. Alhasil, tendangan tersebut membuat The Baby Alien – julukan Marquez – terjatuh. Sementara Rossi berhasil finish di posisi kedua.

Atas tindakan tersebut, pihak Dorna dan Federasi Motor Internasional (FIM) pun memberikan hukuman kepada VR46 – sebutan lain Rossi. Hukumannya adalah Rossi akan memulai balapan dari start paling belakang di MotoGP seri terakhir di Valencia. 

Dengan semua kejadian di atas, siapa yang diuntungkan? Tak salah jika menyebut pihak tim satelitlah yang memiliki keuntungan. Sebab, mereka bisa memanfaatkan konflik yang melibatkan pembalap-pembalap tim pabrikan untuk tampil lepas di tiap seri.

Refleksi hal tersebut bisa terlihat jelas di Seri kedua MotoGP Argentina, akhir pekan lalu. Dengan perseteruan Rossi-Marquez, dua pembalap peraih podium tertinggi justru dari tim non-pabrikan, yakni Cal Crutclow (LCR honda) dan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3).[]

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

MotoGP Jerman 2018

Marquez Masih Menahan Kecepatannya

Image

Olahraga

MotoGP Jerman 2018

Pengaturan Terbaru YZR-M1 Antarkan Yamaha Raih Podium 2 dan 3

Image

Olahraga

MotoGP Jerman 2018

Marquez Kukuhkan Diri Sebagai "Sachsen-King"

Image

Olahraga

Grand Prix Jerman 2018

Lorenzo: kalahkan Marquez di Sachsenring, Kenapa Tidak?

Image

Olahraga

Grand Prix Jerman 2018

Marquez Rebut Pole Position GP Jerman, Rossi Start Keenam

Image

Olahraga

Grand Prix Jerman 2018

FP3: Iannone Kembali Tercepat, Rossi Bangkit Atasi Marquez

Image

Olahraga

Grand Prix Jerman 2018

Lorenzo Tercepat, Rossi Terpuruk di FP2 GP Jerman

Image

Olahraga

Grand Prix Jerman

Jalani Sesi Perdana, Iannone Tercepat di FP1 GP Jerman

Image

Olahraga

MotoGP 2018

Sirkuit Sepang Siap Gelar Balap MotoGP Malam Hari

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Chelsea

Usai Dipecat, Conte: Terima Kasih Chelsea!

Conte mengucapkan salam perpisahan ke Chelsea.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Sikat Persela, Bauman Bawa Persib Naik ke Posisi Ketiga

Tambahan tiga angka membuat Persib menembus tiga besar.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Gol Bauman ke Gawang Persela Jadi Pembeda di Babak Pertama

Persib sementara unggul 1-0 atas Persela di babak pertama.

Image
Olahraga
Tur Pramusim 2018-2019

Tur ke Amerika, MU Tidak Bawa Alexis Sanchez

Tidak diketahui apa yang membuat Sanchez tidak dibawa ke Amerika.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Jelang Musim Baru, Barca Cuci Gudang?

Sebanyak tujuh pemain dikabarkan masuk ke dalam daftar jual El Barca

Image
Olahraga
Chelsea

Untuk Dapatkan Higuain, Sarri akan Korbankan Dua Penyerangnya

Nama Giroud serta Morata menjadi nama terdepan yang bisa terdepak dari skuat Sarri di Chelsea

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Dua Gol Marlon Bikin Barito Gagal ke Puncak Klasemen

Kekalahan ini membuat Barito tertahan di peringkat kedua.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Cari Tantangan Baru, Hazard Kasih Kode untuk Madrid

"Mungkin saatnya untuk menemukan sesuatu yang berbeda," ucap Hazard.

Image
Olahraga

Piala Dunia Terbaik dan Sejumlah Catatan Statistiknya

Neymar dengan tembakan terbanyak sepanjang turnamen dan catatan penyelamatan de Gea yang tak memuaskan.

Image
Olahraga
Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Son Heung-min Jadi Andalan Korsel U-23 di Asian Games

Kehadiran Son Heung-min menjadi daya tarik untuk Asian Games 2018.

Image
Olahraga
Piala Dunia Rusia 2018

Giroud dan Mandzukic Cetak Sejarah Buruk di Piala Dunia

Giroud tetap keluar sebagai pemenang dengan mengangkat trofi.

Image
Olahraga
Piala AFF U-19 2018

Pelatih Malaysia Minta PSSI Didik Suporter

"Kalau Indonesia mau menggelar Piala Asia, bahkan saya dengar mau jadi tuan rumah Piala Dunia, mereka harus berbenah," kata Bojan Hodak.

trending topics

terpopuler

  1. PSM Rebut Puncak Klasemen Liga 1 Usai Hajar BFC

  2. Menpora Malaysia Lihat Rivalitas dengan Indonesia Ada Nilai Positif

  3. Presiden FIFA: Piala Dunia Mengubah Citra Buruk Rusia

  4. Marquez Masih Menahan Kecepatannya

  5. Pengaturan Terbaru YZR-M1 Antarkan Yamaha Raih Podium 2 dan 3

  6. Pasukan Keamanan Final Piala Dunia 2018 Kecolongan

  7. Menengok Zadar, Tanah Kelahiran Modric dengan Jejak Perang Balkan

  8. Walikota Yogyakarta Tak Terkejut dengan Fanatisme Warganya

  9. Greysia/Apriyani Rebut Gelar dengan Kemenangan Pertama Kontra Ayaka/Misaki

  10. Deschamps: Prancis yang Dulu Bukanlah yang Sekarang

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image

Kemegahan Piala Dunia dan Getirnya Realitas Sepakbola Indonesia

Image

Kekalahan atas Malaysia Mengajarkan Indonesia tentang Respek terhadap Tamu

Image
Hendra Mujiraharja

Keegoisan Indra Sjafri Mainkan Egy Jadi Petaka

Image
ANANG FAJAR IRAWAN

Menakar Plus-Minus Jika Ronaldo Tinggalkan Real Madrid

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Sosok

Image
Olahraga

Grace Joselini Corlesa

Mantan Putri Indonesia yang Jadi 'Malaikat Pelindung' Pesepakbola Wanita

Image
Olahraga

Wellyanto Pribadi

Wellyanto Pribadi Membentuk Surabaya Fever Seperti Jemari Tangan

Image
Olahraga

Ranie Palma

Ranie Palma Ingin Basket Putri Lebih Diperhatikan Pemerintah