breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

Bayar Listrik Pakai Sampah, Kok Bisa?

Siswanto

Image

Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle (TPS-3R) Desa Citarik Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. | BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PUPR

AKURAT.CO, Laila, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ini harus membagi uang yang diberikan dari suami untuk beragam kebutuhan.

Pusing. Tentunya iya. Terlebih, ketika tarif listrik naik, jatah uang bulanan terpaksa dikurangi untuk bayar listrik yang mahal.

Gali lubang tutup lubang. Barangkali pepatah itu yang terkadang harus ia pakai. Jika uang jatah bulanan habis, ia bingung harus mencari pinjaman, agar dapur tetap ngebul. Kendati harus gali lubang tutup lubang, ia tetap rela asalkan kebutuhan keluarga tercukupi.

baca juga:

Namun, kini bisa bernafas sedikit lebih lega. Di kampungnya ada bank sampah yang ternyata juga sangat membantu keuangan keluarga. Hanya tinggal menyetorkan sampah kering di rumah tangga, ia bisa menyimpan uang hasil penjualan dan ditabung untuk nantinya bayar listrik.

"Saya sudah ikut jadi anggota bank sampah ini sejak awal berdiri. Insya Allah membantu sekali," katanya di Kediri.

Tidak banyak yang ia setor di bank sampah. Setiap kali setor hanya didapat sekitar 1-2 kilogram saja. Sampah itu hasil dari rumah tangganya, tapi terkadang ambil di rumah saudara.

Harga jual sampah juga tidak terlalu mahal, namun jika hasil penjualan itu dikumpulkan bisa untuk membayar beragam tagihan rumah tangga, salah satunya listrik.

Bank Sampah "Sri Wilis" di Kelurahan Pojok berdiri atas dorongan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri.

Pemerintah kota mempunyai program bank sampah, sebagai upaya mengurangi volume sampah serta memanfaatkannya menjadi barang yang layak jual. Gayung bersambut, ajakan itu disambut positif warga, sehingga sepakat membuat Bank Sampah Sri Wilis.

Ketua Bank Sampah Sri Wilis Ninuk Setyowati mengatakan bank sampah ini berdiri dan mendapatkan surat keputusan (SK) dari Lurah Pojok pada 14 Juli 2011.

Awal mula berdiri, warga masih enggan untuk bergabung terlebih lagi mau menyetorkan sampah.

Sampah dibuang begitu saja di lingkungan dan membuat suasana jadi kumuh.

Setelah sering melakukan sosialisasi, dialog dengan warga, akhirnya kesadaran mereka sudah mulai tergugah, sehingga mau mengumpulkan sampah.

Ninuk mengaku, di bank sampah ini hanya mau menerima sampah kering, misalnya dari bungkus minuman ringan, botol plastik, botol bekas minuman susu, kertas, hingga koran.

Untuk sampah basah tidak diterima, sebab pemerintah sudah ada lokasi pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Pojok, Kota Kediri. Lokasi TPA itu di bagian barat, tidak terlalu jauh dari tempatnya tinggal.

"Ide awalnya dari Bu Endang yang saat ini masih menangani tentang sampah di dinas. Awalnya kami belajar membuat kompos dan banyak peminatnya. Lalu Bu Endang menyarankan kami untuk membuat bank sampah, hingga akhirnya berdiri dan kami hanya terima sampah kering," ujar dia.

Selain dari sampah rumah tangga, bank sampah ini juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Kota Kediri, dimana sampah kering akan diambil untuk dikumpulkan dan diolah lagi.

Hasilnya, juga lumayan banyak. Dalam satu bulan, ada sekitar 1,8 ton sampah kering yang berhasil dikumpulkan.

Ia merasa tidak keberatan tempat tinggalnya jadi lokasi pengumpulan sampah. Ia lebih mengedepankan rasa sosial, dengan tidak ingin lingkungan menjadi kotor.

Kendati di rumahnya kotor, masih bisa secepatnya dibersihkan, karena yang dikumpulkan adalah sampah plastik.

Jumlah sampah yang dikirimkan ke bank sampah juga tidak dibatasi. Kendati warga hanya membawa satu ataupun dua kilogram tetap ditimbang. Hasilnya, juga dipersilakan ingin diambil uang ataupun ditabung. Jika ditabung, uangnya bisa dikumpulkan untuk beragam kebutuhan.

Selain menerima sampah kering, manajemen Bank Sampah Sri Wilis Kota Kediri ini juga mempunyai beragam usaha lainnya, misalnya simpan pinjam hingga melayani beragam pembayaran.

"Ibu-ibu datang bawa sampahnya untuk ditimbang. Hasilnya, ada yang diambil ada yang ditabung. Kalau yang ditabung, kami beri jasa satu persen dengan catatan minimal sebulan sekali timbang sampah kering," ujar dia.

Rupanya kebijakan itu membuahkan minat masyarakat yang semakin banyak. Dari awal berdiri hingga sekarang, anggota bank sampah ini hingga 448 orang. Bukan hanya warga di lingkungan tersebut, tapi warga Kota Kediri.

Mereka juga diizinkan untuk pinjam dana dari bank sampah. Misalnya, mereka meminjam Rp1 juta akan diberikan dengan catatan dikurangi sebagai jasa dari bank sampah. Selanjutnya, mereka bisa mengangsur hingga delapan kali.

Program itu rupanya sangat disambut positif seluruh anggota di bank sampah. Terlebih lagi, fasilitas untuk bayar listrik. Mereka tidak usah bingung harus mengeluarkan uang mendadak dalam jumlah besar, sebab sudah punya tabungan dari hasil setor sampah kering.

Dalam mengelola simpan pinjam, ia mengakui ada anggota yang bandel tidak segera melunasi uang pinjaman. Jika sudah demikian, ia akan tegas menghubungi anggota tersebut untuk segera melunasi, sebab uang yang dikumpulkan juga dimanfaatkan oleh anggota lainnya.

Kendati dari sampah, rupanya jumlah tabungan warga juga tidak tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari hasil tabungan jual sampah, ada yang punya tabungan hingga belasan juta. Mereka enggan mengambil, dengan alasan disimpan dulu untuk kebutuhan sangat mendesak nantinya.

Beragam penghargaan Pendirian bank sampah itu ternyata disambut positif warga. Beragam penghargaan didapatkan oleh bank sampah ini. Tim penilai lomba kelurahan berhasil juga turut serta menilai, memberikan nilai plus, karena bank sampah ini turut serta memberikan andil bagi kebersihan lingkungan.

Selain itu, penghargaan dari Pemkot Kediri juga pernah diterima. Kendati dirinya dapat penghargaan sebagai tokoh inspiratif di Kota Kediri, penghargaan itu tetap untuk bank sampah yang dikelola dengan rekan-rekannya.

Bukan hanya itu, ia mewakili dari bank sampah juga sering diundang ke berbagai daerah memberikan pelatihan. Dari hasil barang yang disetor warga, selain disetor lagi ke pengepul, juga dibuat kerajinan. Hasilnya beragam, ada bunga dari plastik, tas, dan beragam kerajinan lainnya.

Ia bangga, karena bank sampah ini ternyata bermanfaat bagi orang banyak. Mereka merasa terbantu, karena bisa menabung, pinjam uang, bahkan belajar kerajinan tangan. Hasilnya, mereka juga bisa jual, untuk menambah uang belanja.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur mengatakan terus mendorong di setiap lingkungan ada bank sampah untuk serta mengurangi volume sampah.

Di Kota Kediri, volume sampah setiap harinya bisa mencapai 120 ton. Sampah itu didominasi dari rumah tangga baik yang organik maupun anorganik. Pihaknya mendukung keberadaan bank sampah, sebab bermanfaat.

Di Kediri, terdapat lebih dari 100 bank sampah. Jumlah itu diharapkan bisa lebih banyak lagi, sehingga bisa menekan volume sampah yang dibuang masyarakat.

Dari sampah, bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar, dengan mengubahnya menjadi biogas. Selain itu, sampah kering juga bisa dijual lagi. Hasil penjualan bisa untuk membayar beragam keperluan rumah tangga.

"Pemerintah giat bekerja sama dengan masyarakat mengelola sampah. Mereka bisa membuat komunitas bank sampah," kata Didik.

Namun, Didik mengatakan volume sampah di Kota Kediri memang cukup besar. Bahkan, pemkot juga harus membuat tempat penampungan sampah baru, mengingat tempat yang lama sudah tidak mampu menampung sampah.

Di Kota Kediri, TPA baru dioperasionalkan pada 2016 dan kini, TPA itu hampir penuh. Pemerintah sedang menyiapkan lokasi TPA baru lainnya, yang juga masih berdekatan dengan lokasi yang lama.

Pihaknya juga mengingatkan TPA bisa dikelola dengan baik, seban jika tidak, tempat itu akan lebih cepat penuh, sehingga tidak lagi mampu menampung sampah. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Jasa Marga Sabet Tiga Penghargaan Indonesia Green Award 2018

Image

Ekonomi

Bisnis Bank Sampah Potensi Nilainya Capai Rp18 Miliar, Tertarik?

Image

Ekonomi

Sampah di Desa Citarik Kini Terkelola Dengan Baik

Image

News

Sudrajat Tawarkan Konsep Bank Tanah

Image

News

Pemkot Denpasar Targetkan Punya 200 Bank Sampah Tahun 2018

Image

News

Maju Bersama dengan Pengelolaan Bank Sampah

Image

Ekonomi

Bank Sampah Bisa Bangun Ekonomi Kerakyatan

Image

Ekonomi

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

DPR Minta Pemerintah Optimal Tangani Masalah Sampah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tamran Ungkap Alasan Gunakan Bambu Pasang Bendera Negara Peserta Asian Games

"11 orang patungan beli di Senen bersama kawan-kawan, itu spontan."

Image
News

Penyuap Bupati Labuhanbatu Akhirnya Ditahan KPK

Namun, satu orang berinisial UMR yang kabur saat penangkapan hingga hari ini masih belum menyerahkan diri

Image
News

Tasnya Dicuri, Pria Ini Hidup Bergelandang Selama Puluhan Tahun di Thailand

Pria Lansia dinyatakan hilang oleh keluarganya selama 30tahun. Pertama kali diketahui keberadaannya oleh Mahasiswa UMMI saat KKN di Thailand

Image
News

Angka Cerai di Bogor Tinggi, Ini yang Harus Dilakukan Keluarga

Pengadilan Agama Bogor Kelas IA telah memutus lebih dari 941 kasus perceraian di sepanjang tahun 2017 lalu.

Image
News

Dubes Kanada Temui Jokowi Bahas Isu Palestina

Kanada memiliki perhatian khusus terhadap sejumlah isu-isu yang juga menjadi fokus perhatian Indonesia.

Image
News

Terombang-Ambing Ditengah Laut Hakim Berhasil Dievakuasi

Hakim tak berani menepi ke darat karena gelombang tinggi sementara perahu yang ia gunakan berukuran kecil

Image
News

Bawa Narkoba Hakim Cuma Vonis DJ Moreno 8 Bulan

Putusan hakim yang dibacakan hakim ketua I Wayan Kawisada mengurangi 4 bulan dari tuntutan Jaksa Eddy Warta yang menuntut sebelumnya 1tahun

Image
News

Ngabalin Jadi Komisaris, Fadli Zon: BUMN seperti Sapi Perahan

Fadli sebut jabatan Ngabalin hadiah dari Jokowi.

Image
News

Kapal Nelayan Tenggelam di Perbatasan Aceh-Malaysia, Dua Orang Hilang

Dua ABK ditemukan selamat setelah bertahan dalam keadaan mengapung.

Image
News

Dian Sastro jadi Pembawa Obor Asian Games di Solo

Pemeran Cinta dalam film AADC ini mengaku mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa menjadi pembawa obor

trending topics

terpopuler

  1. Tiga Kali Pemilu Golput, Kini Ganjar Mau Nyoblos Tsamara yang Cantik

  2. Mahfudz Siddik: Kami Sudah Terlalu Sering Mengalah, Cawapres Prabowo Harus dari PKS

  3. Tak Nyaleg Lagi, Meutya Hafidz Ingin Fokus Menangkan Jokowi

  4. Meski Berprestasi, Zohri Tetap Dites Jika Masuk TNI

  5. Ragam Alasan Caleg Belia Dari Sibolga Tapteng Warnai Pileg 2019

  6. Rumah Pribadi Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov oleh OTK

  7. KPU Sebut Data Bacaleg PBB dan PKS Tidak Sesuai Silon

  8. Rawan Kejahatan Sekitar Istana Bogor, Warga Waspada Saat Melintas

  9. Kapitra Ampera: Kalau Umpamanya Saya Caleg PDIP, Lalu Saya Murtad?

  10. Ada yang Mengganjal di Hati Jokowi: Orang Besarnya Itu Bukan Saya, Tapi Zohri

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan