image
Login / Sign Up

Kehidupan dan Kepergian Cerpenis Danarto yang Mirip Cerpen

Herman Syahara

Image

Seorang seniman, Danarto | INSTAGRAM/jaringproject

AKURAT.CO, Membaca kisah hidup sampai wafatnya sastrawan Danarto (78) seperti membaca cerpen-cerpen yang ditulisnya. Ada bagian-bagaian yang menyentak pembacanya yang kemudian melahirkan perenungan. Coba saja, inilah ringkasan peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawanya: Senin (10/4) sekitar jam 13.30 kemarin almarhum dikabarkan hendak menyeberang jalan dari arah Kampung Utan Ciputat, Tangerang Selatan, menuju kantor Cabang BRI di daerah situ juga.

Pada saat bersamaan sebuah motor yang dikemudikan Surya Lesmana (20) melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Ciputat menuju Lebak Bulus. Di dekat sebuah showroom motor kecelakaan itu pun tak terhindarkan. Tubuh Danarto yang gempal dihajar motor itu sampai tak sadarkan diri. Dari kupingnya meleleh darah. Ini terlihat dari kapas yang disumbatkan di telinganya saat Danarto masih terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit. Besar kemungkinan kepala Danarto terpelanting ke aspal sehingga menyebabkan pedarahan dalam. Si penabrak ternyata tetangga korban yang orangtuanya kenal baik dengan Danarto.

Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sempat kesulitan mengidentifikasi karena di saku korban tak menemukan identitas. Petugas Polsek Ciputat itu pun berinisiatif mengontak salah satu nomor yang ada di telepon genggam Danarto, yang ternyata itu nomor Agus Sarjono, rekan korban. Penyair yang juga dosen itu tak bisa berbuat banyak karena sedang di Bandung. Dari sinilah kemudian kabar kecelakaan Danarto menyebar dari akun facebook kawan yang satu ke akun facebook kawan yang lain. Yang intinya semacam “kabar SOS” agar  kawan terdekat dengan TKP untuk segera menangani korban yang  telah dievakuasi ke sebuah rumah sakit di depan UIN Syarief Hidayatullah Ciputat

baca juga:

Namun karena keterbatasan peralatan, korban dirujuk ke RSUD Fatmawati. Di sinilah, di ruang UGD, ditunggui sejumlah teman dan kerabatnya seprofesi. Jam 20.54 WIB, Danarto dinyatakan pergi untuk selamanya tanpa disaksikan sanak keluarga. Karena menurut sejumlah kalangan, dia hidup hanya bersama buku-bukunya di sebuah rumah kontrakan di kawasan Ciputat. Perkawinannya hanya bertahan 15 tahun. Tadi malam juga, setelah dijenguk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Agama Lukman Syaifuddin, jenazah langsung diantarkan ke kampung halamannya, Sragen, Jawa Tengah.

Seperti kehidupan sastrawan Indonesia di hari tuanya, Danarto pun jatuh bangun. Dia hanya mengandalkan pencaharian dari menulis cerpen, esai, dan melukis. Yang tentu saja semakin surut seiring bertambahnya usia. Di tengah keterbasan fisik, dia pun masih suka membeli buku dan membaca. Beberapa rak buku memadati rumah kontrakannya.   

Dalam peta kesusastraan Indonesia, pengamat sastra dari FIB Universitas Indonesia Maman S Mahayana menyebut Danarto adalah salah seorang cerpenis terbaik Indonesia. Sastra Indonesia, katanya, kehilangan sosok sastrawan penting negeri ini.

"Kita sungguh berduka! Indonesia berbela sungkawa! Kini kita hanya dapat bertegur sapa dengannya lewat sejumlah cerpennya yang inspiring. ‘Lempengan-Lempengan Cahaya,’ ‘Rintrik,’ ‘Rebulan di Dasar Kolam,’ ‘Asmarandana,’ ‘Abracadabra’ atau sebuah cerpennya yang judulnya bergambar hati dengan anak panah yang mengucur darah," tulis Maman Mahayana di akun facebooknya beberapa saat setelah korban meninggal.

Cerpen-cerpen Danarto, menurut Maman, berhasil mengangkat sastra Indonesia di mata dunia. Cukup banyak karya Danarto yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing. Namun demikian Danarto, tetaplah seorang yang tawaduk dan rendah hati. Bersama Abdul Hadi WM, Sutardji Calzoum Bachri, Kuntowijoyo, Fudoli Zaini, Arifin C Noer, Rendra, Putu Wijaya, dan sederet panjang sastrawan seangkatannya, sastrawan kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1940, gencar menyuarakan sastra sufistik yang lalu ramai menjadi polemik di berbagai media massa dasawarsa 1980-an.

“Spirit kultural Danarto adalah ‘Kembali ke Akar, Kembali ke Sumber’ telah membuka ruang kebebasan berkreasi seniman berbagai cabang seni untuk menggali dan mengaktualisasikan tradisi dan akar budaya yang melahirkan dan membesarkan sastrawan kita,” papar Maman.

Maka, lanjut dia, mistik Jawa berkelindan dengan tasawuf atau filsafat eksistensialisme, sebagaimana yang dapat kita jumpai dalam karya-karya Danarto, Kuntowijoyo atau Fudoli Zaini. Dongeng yang tak perlu repot-repot dengan logika formal, menjadi kisah jungkir-balik yang memukau dan mengasyikkan. Cerpen-cerpen Danarto menjadi kisah yang penuh sihir dan kita, pembaca, asyik-asyik saja menikmatinya.

“Gerakan eksperimentasi pun naik daun. Sumber-sumber spiritualitas mistik Jawa, Bali, Melayu, Cirebon, dunia pesantren, dongeng dalam tradisi lisan, dan mitos-mitos yang bertebaran dalam kultur etnik Nusantara, seketika menjadi seni kontemporer yang modern dan absurd. Lalu muncullah berbagai istilah asing, seperti absurdisme, stream of consciousness (arus kesadaran), realisme magis, dan entah apa lagi, disematkan pada karya para sastrawan yang kemudian disebut sebagai Angkatan 70. Danarto lewat antologi cerpennya Godlob, Adam Ma’rifat, Berhala, Gergasi, dan Setangkai Melati di Sayap Jibril, tetap menjulang sebagai maestro,” urai peneliti sastra dan budaya yang pernah menjadi dosen tamu di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan pada 2009-2014 itu.

Danarto, lahir di Sragen 27 Juni 1940.  Pernah kuliah di ASRI Yogyakarta dan aktif  di Sanggarbambu pimpinan Sunarto Pr, yang mereka dirikan bersama-sama di Jakarta. Pengalaman ke mancanegara dialaminya antara lain pada  1976 almarhum  mengikuti International Writting Programme di Iowa, AS, serta mengikuti Festival Penyair Internasional di Belanda tahun 1983. Sedangkan di dunia media pernah menjadi redaktur majalah Zaman (1979-1985) dan  Harian Republika.  Di panggung akting dia tercatat pernah bergabung di Teater Sardono tahun 1974 dan sempat  pentas di Eropa. Pada 1973 dia menggelar pameran “Kanvas Kosong” dan pameran puisi konkret tahun 1978.

Berikut adalah salah satu puisi karya almarhum yang bernuansa sufistik:

KOLAM

Ya, Allah, Tuhan Yang Mahakepujian.

Tunjuki hamba, kolam yang mana yang 

mesti hamba mandi. Rasanya hamba kembali

kotor padahal hamba baru saja selesai mandi.

Kolam ini bersih, sejernih lantai istana

Nabi Sulaiman.

Bahkan Engkau bisa becermin di dalamnya.

Menghitung jumlah hamba-hambaMu yang

Engkau kasihi.

Jangan, Tuhan, jangan. Jangan dulu diganti

umat yang baru, meski kami banyak

melanggar aturan.

Kami memang pemalas, mau menang sendiri,

suka iri kepada orang lain, amburadul dalam

bekerja. Namun, kami beribadah terus memohon

jalan lurusMu.

HidayahMu, ya, Allah, hidayahMu. Ulurkan

tanganMu, karuniai kolamMu, menolong

bangsa ini yang hancur-hancuran.

20.1.2005

Editor: Erizky Bagus Zuhair

berita terkait

Image

News

Ibadah Haji 2018

Jamaah Haji Asal Jawa Tengah yang Meninggal Dunia Bertambah

Image

Hiburan

Ibunda Opick Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Benamkan PSIS, Riko Antarkan Persija ke Empat Besar

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Preview: Persija Waspadai Ambisi Tim Zona Degradasi

Image

News

Sebanyak 14 Orang Jamaah Haji Asal Banten Wafat di Tanah Suci

Image

Hiburan

Musisi Senior Debby Nasution Tutup Usia

Image

News

Seorang Jamaah Haji Asal Riau Minggal Dunia Usai Pulang dari Tanah Suci

Image

Hiburan

Rapper Mac Miller Meninggal Dunia, Ini Kata Keluarga

Image

News

Ibadah Haji 2018

Jamaah Haji Asal Aceh, 9 Orang Meninggal, 10 Orang Lainnya Dirawat di Rumah Sakit

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan
Supporter Meninggal

Rian D'Masiv Tidak Ingin Ada Pembekuan Supporter Bola

"Masih banyak yang pengen nonton sepak bola tanpa harus ada kekerasan," kata Rian.

Image
Hiburan

Ulang Tahun ke-16, Devano Danendra Dapat Hadiah Mobil dari Iis Dahlia

Devano sendiri mengaku tidak pernah meminta apapun kepada orangtua saat ulang tahun.

Image
Hiburan

Gengsi, Devano Danendra Tolak Main Film Bareng Iis Dahlia

Devano tak ingin nama ibundanya disebut mendompleng namanya di dunia hiburan.

Image
Hiburan

Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

Sosok Suzzanna disebut ada dalam diri Luna Maya.

Image
Hiburan

Arwah Suzzanna Muncul Saat Syuting, Luna Maya Malah Minta Dirasuki

Luna Maya berperan sebagai Suzzanna di film horor berjudul Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.

Image
Hiburan
Supporter Meninggal

Supporter Persija Tewas, Rian D'Masiv Minta Pemerintah Beri Peraturan Tegas

Rian ikut berduka atas tewasnya supporter Persija, Haringga Sirla.

Image
Hiburan

Ahmad Dhani Yakin Kicauannya di Twiiter Bukan Fitnah atau Hoax

Ahmad Dhani masih bermasalah dengan kicauannya di Twitter yang membuatnya terjerat kasus ujaran kebencian.

Image
Hiburan

Mirip dengan Mendiang Suzzanna Martha, Banyak Orang Ketakutan Melihat Luna Maya

Luna Maya berperan sebagai Suzzanna dalam film horor terbaru, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.

Image
Hiburan

Soal Putus Dengan Reino Barack, Ini Kata Luna Maya

Hubungan Luna Maya dan Reino Barack dikabarkan kandas tengah jalan.

Image
Hiburan
Asian Para Games 2018

Cerita Tompi Bisa Terlibat di Asian Para Games 2018

Tompi terjun langsung menggodok konsep untuk pembuatan produksi beberapa lagu Asian Para Games 2018.

trending topics

terpopuler

  1. Mantan Dirut Pertamina Menangis saat Dijebloskan Penjara

  2. Tajir Melintir, Kubu Jokowi Pertanyakan Laporan Awal Prabowo-Sandi hanya Rp2 Miliar

  3. Jakmania Dikeroyok sampai Mati, Menpora Tak Tinggal Diam Ada Remaja Jadi Korban Cuma karena Sepakbola

  4. Sebelum Tewas, Ini Pesan Terakhir Haringga kepada The Jakmania

  5. Usai Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati Masih Ribut Nyari yang Benar dan Salah, Duh Gusti

  6. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  7. Habiburokhman Pamer Foto: Bersama Duo Seniman Paling Top Abad Ini Ahmad Dhani dan Sang Alang

  8. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Denny: Apa Pelakunya Keseringan Lihat ISIS Menggorok Manusia?

  9. Mustofa: Jangan Mau Digiring ke Isu Potong Bebek atau Isu Ahok

  10. Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dicurigai Fadli Zon, Johnny Plate: Urus Saja, Urusan Sendiri

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!

Image
Ekonomi

Rekam Jejak Karen, Mantan Dirut Pertamina yang Jadi Tahanan Kejagung