image
Login / Sign Up

Sidang Perdata Sempat Ditunda Lantaran Uang Suap Belum Masuk Kantong Hakim

Bayu Primanda

Image

Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri. | AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan membeberkan kronologi dalam suap yang melibatkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri.

Dalam penjelasannya, Basaria menjabarkan bahwa suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara wanprestasi yang ditangani PN Tangerang dengan nomor register: 426/Pdt.G/2017/ PN Tng.

Adapun pihak pemberi suap merupakan penasehat hukum yang berasal dari unsur advokat yakni, Agus Wiratno (AGS) dan HM.Saipudin (HMS) yang bertugas memberi uang kepada Hakim Widya selaku ketua Majelis Hakim yang menangani perkara perdata ini.

baca juga:

Pemberian dilakukan melalui panitera pengganti, Tuti Atika karena hakim telah memutuskan untuk menolak gugatan perkara. Hanya saja, perkara tersebut belum diketok lantaran adanya penundaan persidangan.

"Sidang pembacaan putusan dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2018. Namun, karena panitera pengganti sedang umroh, sidang putusan ditunda menjadi 8 Maret 2018. TA diduga menyampaikan informasi pada AGS tentang rencana putusan yang isinya menolak gugatan," ucap Basaria di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3).

Selanjutnya, pada 7 Maret 2018 advokat Agus Wiratno atas persetujuan HM.Saipudin kembali bertemu dengan Tuti di PN Tangerang. Diduga dalam pertemuan tersebut Agus menyerahkan uang senilai Rp 7,5 juta yang kemudian untuk hakim Wadia sebagai ucapan terima kasih atas ditolaknya gugatan perkara perdata tersebut.

Alih-alih dianggap lunas, uang tersebut justru dinilai kurang, sehingga disepakati nilainya dibulatkan menjadi Rp 30 juta, dimana kekurangan Rp 22,5 juta akan diberikan pada tahap selanjutnya.

Hingga tenggat waktu yang disepakati tepatnya pada 8 Maret 2018, Agus Wiratno malah belum menyerahkan sisa kekurangan uang, sehingga sidang pembacaan putusan kembali ditunda dengan alasan anggota majelis hakim sedang bertugas ke luar kantor untuk selanjutnya, sidang pun kembali dijadwalkan pada Selasa, 13 Maret 2018.

"Tanggal 12 Marat 2018 Agus membawa uang Rp 22,5 juta yang dimasukkan dalam amplop putih dan kantornya di daerah Kebon Jeruk ke PN Tangerang. Setibanya di PN Tangerang sekita pukul 16.15, Agus langsung menyerahkan uang tersebut kepada Tuti," jelasnya.

Sayangnya, belum sempat sisa uang senilai Rp22,5 juta itu dinikmati oleh Hakim Widya, tim satgas KPK telah lebih dulu mengamankan Agus di area parkir PN Tangerang. Selanjutnya, bersama Agus kembali ke ruangan Tuti dan mengamankan yang bersangkutan bersama barang bukti berupa uang senilai Rp 22,5 juta.

"Tim kemudian membawa AGS dan TA bersama 3 orang lainnya pegawai PN Tangerans ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal," ungkapnya.

Selang beberapa jam kemudian, tim satgas KPK bergerak ke daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat untuk mangamankan HM.Saipudin selaku advokat lainnya di kantornya sekitar pukul 20.00 WIB.

Sedangkan, tim satgas KPK lainnya langsung bergerak ke Bandara Soekarno Hatta untuk mengamankan Hakim Widya yang baru tiba dari penerbangan Semarang-Jakarta sekitar pukul 20.30 WIB.

Sebagai pihak yang diduga penerima, hakim pengadilan negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri dan panitera pengganti Tuti Atika disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, Agus Wiratno dan HM.Saipudin sebagai pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaamana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. []

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Zumi Zola Menampik Dapat Bocoran Soal OTT KPK

Image

News

KPK: Sumber Daya Alam di Papua Barat Rawan Dikorupsi

Image

News

Vonis Hakim Terhadap Syafruddin Temenggung Jadi Tolak Ukur Kepastian Hukum

Image

News

Zumi Zola Dapat Bocoran OTT Sejak Tahun 2016

Image

News

Sidang Lanjutan Zumi Zola, Jaksa KPK Datangkan Pimpinan DPRD Jambi

Image

News

Masalahkan Teknis Pelaksanaan Mutasi, Lima Pimpinan KPK Digugat Pegawainya

Image

News

Kombes Pol Panca Putra Gantikan Aris Budiman sebagai Dirdik KPK

Image

News

Penjelasan Ketua KPK Terkait Foto Direktur Penindakan dengan TGB

Image

News

KPK Klarifikasi Komunikasi Mekeng dengan Tersangka Eni Saragih

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pilkada Serentak 2018

Jelang PSU Kota Cirebon, KPU Musnahkan Puluhan Surat Suara

Dia menambahkan pihaknya akan mendistribukan logistik keperluan PSU pada Jumat (21/9/l) sekitar pukul 07.00 WIB

Image
News

DPRD DKI Tak akan Intrevensi Gerindra-PKS Terkait Nama Wagub Pengganti Sandi Uno

"Saya menungu Gerindra dan PKS menyodorkan nama - nama (cawagub) mereka,"

Image
News
Pilpres 2019

Ini Teknis Pengambilan Nomor Urut Capres-Cawapres

Pengundian nomor urut dijadwalkan pukul 20.00 WIB.

Image
News

Malam Ini, KPU Gelar Pengambilan Nomor Urut Capres-Cawapres

Ada kemungkinan pencabutan (nomor urut) malam.

Image
News

KPUD Umumkan 161 DCT Caleg DPRD DKI Jakarta Besok

Semuanya 161 DCT dari 16 partai politik untuk merebutkan 106 kursi DPRD DKI.

Image
News

Gubernur Jateng: Seleksi Penerimaan CPNS Harus Transparan

Saya berharap ada pengawasan dari masyarakat.

Image
News

Jadi Kandidat Pengganti Sandi, Syaikhu Kerap Jalin Komunikasi Dengan Anies

Saya dengan Pak Anies banyak acara-acara yang memang dihadiri bersama.

Image
News

Bandara Internasional Yogyakarta Dirancang Tahan Gempa dan Tsunami

Kami merancang konsep gedung terminalnya adalah 'green building' dan dirancang tahan gempa maupun tsunami.

Image
News

Polres Indramayu Amankan 4.172 Botol Miras dari Hasil Operasi

Selain itu juga dalam rangka mendukung kebijakan dari Pemkab Indramayu yang telah mewacanakan terbebas dari peredaran minuman beralkohol

Image
News

Pasutri Penjual Narkoba di Lampung Divonis Penjara Belasan Tahun

Mereka pun masih pikir-pikir untuk mengajukan banding

trending topics

terpopuler

  1. Yenny Wahid Kirim 12 Nama yang Masuk Struktur BPN Prabowo-Sandi

  2. Stop Sunat Anak Perempuan, Itu Salah Satu Bentuk Kekerasan Anak!

  3. Dikenal Sopan, 5 Foto Artis di Medsos Ini Jadi kontroversi

  4. Anggaran Rp1,2 Triliun PMD PD PAM Jaya Ditolak, Anies: Saya Minta untuk Rakyat Bawah

  5. Penyewaan Gudang Import Beras, Raja Juli Antoni: Jokowi akan Pertemukan Kedua Pihak

  6. Kritik HNW Sebut Sandiaga Ulama, Cholil: Jangan Terlalu Umbar Kata Ulama Ustaz

  7. 8 Pejabat Eselon II Tak Indahkan Panggilan Anies Baswedan

  8. Ernest: Mungkin di Zaman Ahok, Siswa yang Belum Dibayar Honor Tari Asian Games Cegat Gubernur, Sekarang?

  9. Ada Anggaran Dicoret DPRD, Pengamat: OK OCE Adalah Program Minim Persiapan

  10. Yuan Mulai Gencet Dolar AS

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Image
Metik Marsiya

Membaca Aura Jokowi: Dulu, Sekarang dan Saat Akan Hadapi Pilpres 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Sutradara Mouly Surya yang Filmnya Masuk Nominasi Piala Oscar

Image
Ekonomi

Berawal dari Girlband, Victoria Beckham Jadi Pengusaha Fesyen Kelas Atas

Image
Gaya Hidup

Cerita Pahit Yudha Tri Aditya, si Badut Sirkus yang Menjadi Atlet Trampolin