breaking news: Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal Dunia

image
Login / Sign Up

Kuasa Hukum: Ada Keterkaitan Kasus Penyiraman Novel dengan Teror Kepada Penyidik KPK lainnya

Yudi Permana

Image

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai diperiksa Tim Pemantauan Komnas HAM, di Jakarta, Selasa (13/3). | AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Salah satu tim Kuasa Hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa mengatakan bahwa adanya keterkaitan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan dengan teror kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya. Tetapi, menurut dia, selama ini teror terhadap penyidik lembaga anti rasuah yang lain tidak terungkap pelaku utamanya. Atas dasar hal Itu Alghiffari meminta KPK untuk berani menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi selama ini kepada publik.

“Bagi saya kasus Novel Baswedan ini tidak hanya kasus Novel Baswedan sendiri. Tetapi merupakan penyerangan terhadap KPK dan orang-orang di KPK. Tadi juga dijelaskan bahwa penyerangan terhadap KPK dan juga institusi maupun penyidik ataupun staf KPK tidak hanya pada 11 April 2017 yang lalu. Bahkan penyiraman air keras tidak hanya kepada mas Novel, ternyata penyiraman air keras juga dilakukan terhadap pegawai KPK yang lain,” kata Alghiffari di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/3) malam.

Pernyataan Alghiffari itu dilontarkan setelah Tim Pemantauan yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM meminta keterangan Novel Baswedan selama tujuh jam di kantornya, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat.

baca juga:

Dia menegaskan, bahwa ada penyerangan terhadap penyidik lainnya sebelum Novel mengalami terror penyiraman air keras. Oleh karena itu, KPK perlu mengungkap hal tersebut kepada publik.

"Kami meminta rekan-rekan menanyakan kepada pihak KPK untuk dibuka ke publik. Karena publik berhak tahu apa ancaman, dan bagaimana modus dan bagaimana penyelesaiannya. Apakah dilaporkan ke kepolisian atau tidak? Jika dilaporkan ke kepolisian, apakah diselesaikan juga oleh kepolisian. Mengenai kasus yang ditangani (penyidik lain), saya rasa juga itu lebih baik ditanyakan kepada KPK," ujar Alghiffari.

Diketahui sebelumnya, Novel Baswedan mengalami teror berupa penyiraman air keras pada 11 April 2017. Sebelumnya juga teror terhadap penyidik KPK yang lain telah terjadi pada 4 April 2017. Pada saat itu penyidik Surya Tarmiani mengalami perampasan, oleh seorang pria yang tak dikenal telah merampas tas berisi laptop milik penyidik Surya. Surya sempat menyebut laptop tersebut berisi hal penting terkait kasus yang dia tangani.

Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi, tetapi sampai sekarang kasus itu tidak jelas perkembangannya karena pelakunya belum juga terungkap. Menurut Alghiffari kasus teror yang serupa sangat disayangkan.

"Ini yang selama ini tidak diungkap ke publik. Ada beberapa yang dilaporkan ke kepolisian. Itu juga tidak ada yang tuntas sampai sekarang," ucapnya.

"Kita minta media tanyakan langsung kepada KPK dan meminta pertanggungjawaban kepada polisi juga," tambah dia.

Selain itu kata dia, ada 2 pegawai KPK yang juga disiram air keras mobilnya. Kemudian juga ada perusakan terhadap barang-barangnya terkait tugas-tugasnya yang ada di KPK ketika mereka menyelidiki kasus-kasus yang sensitif.

“Dan terkait dengan orang kuat kami berharap kalau penyiraman air keras ataupun penyerangan (terhadap Novel) ini merupakan yang terakhir terhadap KPK,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakaannya, pada saat memberikan keterangan kepada Tim Pemantauan Komnas HAM, Alghiffari menyatakan, kalau Novel telah menjelaskan secara rinci mengenai kronologi dan hal-hal lain yang diduga berkaitan dengan penyerangannya. Menurut dia, bukan hanya terkait teror kepadanya dengan teror terhadap penyidik KPK lain, bahkan Novel pun menyebut dugaan keterlibatan nama perwira tinggi Polri dalam penyerangan air keras terhadap dirinya.

Novel sempat membenarkan keterlibatan perwira tinggi Polri itu kepada Media Asing. Novel juga telah menyebut nama tersebut saat polisi membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Singapura.

“Sebab kejanggalan-kejanggalan mas Novel sudah menjabarkan itu, dan sudah kita ungkapkan juga di publik. Tapi tadi lebih detail dibanding apa yang sudah kita sampaikan kepada publik. Dugaan pelaku kita juga sudah mengungkapkan sebenarnya. Karena mas Novel juga sebenarnya sudah mengungkapkan dugaan pelaku itu ke kepolisian, pada saat pemeriksaan di Singapura itu sebenarnya sudah diungkapkan melalui BAP,” ujarnya.

Namun pasca pemeriksaan Komnas HAM, Novel enggan berkomentar banyak kepada publik. Alasannya, dia mengalami kelelahan setelah menjalani pemeriksaan. Novel hanya mengutarakan harapannya agar kasus penyerangan dengan air keras terhadap dirinya bisa terungkap hingga tuntas.

"Tentunya kami mengharapkan apa yang disampaikan akan menjadi sesuatu hal yang baik untuk mendukung tugas-tugas kepolisian dalam rangka mengungkap fakta fakta yang ada," ucap Novel.

Diketahui sebelumnya, sejak pukul 14.00 WIB sampai sekitar 21.10 WIB, Novel memberikan keterangan kepada tiga Komisioner dan satu anggota Tim Pemantau Kasus Novel yang dibuat Komnas HAM. Tiga komisioner Komnas HAM itu yakni Taufan Damanik, Sandrayati Moniaga, dan Chairul Anam. Sementara satu anggota Tim Pemantau adalah Bivitri Susanti. []

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Ingin Jadi Oposisi Partisan, Natalius Pigai Tolak Masuk Timses Prabowo-Sandi

Image

News

Komnas Ham Malaysia Sesalkan Kekerasan Pada Kelompok Kecil Syiah di Kelantan

Image

News

Kembali Usut Kematian Munir, Komnas HAM Hargai Langkah Kapolri

Image

News

Komnas HAM: Perpres Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Terbuka

Image

News

Komnas HAM Sebut Kasus Meliana Bukan Penistaan Agama

Image

News

Novel Baswedan Minta Jokowi Tuntaskan Kasus Penyerangan Dirinya

Image

News

Novel Baswedan Dideklarasikan Jadi Cawapres Dampingi Prabowo Subianto

Image

News

Zara ke Jokowi: Jangan Ngegantung Begini, Janji Lalu Diam Saja, Udah Hampir Setahun Nih

Image

News

Yamin: Hasto Hanya Minta Klarifikasi Soal 'Kudatuli'

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Kubu Prabowo-Sandi Nilai Nomor 2 untuk Hentikan Narasi Jokowi Dua Periode

Jadi seperti mati langkah, kalau mau menyerang memasukan bola ternyata mati langkah karena mendapatkan nomor satu. Jokowi satu periode.

Image
News

Korban Turis Korsel Tidak Berhasil Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian

Sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Korsel yang berada di Jakarta, kami menghentikan pencarian.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Demokrat Sebut Nomor Urut 2 Perfecto dan Keren

Tidak ada makna khusus, semua nomor sama. Tapi, saya kira nomor 02 keren dan lebih bagus.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Djoko Santoso: Wartawan Muka-muka Tidak Punya Duit, Makanya Adil Makmur

Wartawan muka-muka tidak punya duit, makanya adil makmur supaya kalian punya duit, dan sejahtera.

Image
News

Misbakhun: Saya Menaruh Hormat dan Kagum pada Pak Kwik Kian Gie

Pak Kwik adalah pemikir dan antusiasme kehidupan beliau ada pada pemikiran.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Jokowi: Saya Tetap Ingin Bisa Bertelepon dengan Bapak Prabowo dan Sandiaga

Saya ingin meskipun kita berkontestasi, bisa bertelepon dengan Bapak Prabowo dan Sandiaga.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ini Makna Nomor Urut 2 Menurut Sandiaga

Kalau menurut bang Dahnil (Ketua UmumPengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah), dua itu 'peace and victor', adil dan makmur.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Prabowo-Sandi Usung Kampanye Damai, Djoko Santoso: Siapa yang Ricuh Akan Kena Sanksi

Kita breakdown ke semua timses kalau ada briefing, terus untuk memperhatikan. Karena yang namanya kompetisi rebutan hati dan pikiran rakyat.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Sekjen Demokrat Sebut Yenny Wahid Masuk Struktur BPN Prabowo-Sandi

Yenny Wahid telah masuk dalam susunan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Jokowi Dapat Nomor Urut 1, Sekjen PKB: Sesuai Prediksi Saya

"Dengan nomor satu ini, kampanye PKB jauh lebih mudah, lebih gampang. Mudah-mudahan ada berkahnya dari nomor satu ini atau sebaliknya"

trending topics

terpopuler

  1. Dahlan Iskan dan Khofifah-Emil Mundur dari Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Wilayah Jatim

  2. 10 Aksi Soimah Saat di Rumah, dari Siram Tanaman sampai Bersih-bersih

  3. Dapat Nomor 2, Relawan Prabowo-Sandi Nyanyikan Lagu 'Potong Bebek Angsa'

  4. Tantang KSAD Nobar Film G30S/PKI, Gatot: Kalau Takut, Pulang Kampung Saja

  5. Sempat Ricuh di Tanjungpura Langkat, GP Ansor Tetap Lanjutkan Kirab Satu Negeri

  6. Mahasiswa Pendemo Kebijakan Jokowi di Medan Menolak Dipolitisasi

  7. Sebanyak 22 Kepala Daerah di Jawa Barat Nyatakan Dukungan pada Jokowi-Ma'ruf

  8. Digugat Cerai Vicky, 5 Kontroversi yang Dilakukan Angel Lelga

  9. Prabowo-Sandi Beserta Relawan Bakal Longmarch ke KPU untuk Ambil Nomor Urut

  10. Resmi Ditetapkan KPU Sebagai Capres-Cawapres, Kubu Prabowo-Sandi Belum Serahkan Struktur BPN

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Image
Metik Marsiya

Membaca Aura Jokowi: Dulu, Sekarang dan Saat Akan Hadapi Pilpres 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Kembangkan Ekonomi Lewat Budaya, Suhardini Bustanil Arifin Diganjar Penghargaan

Image
Hiburan

5 Fakta Sutradara Mouly Surya yang Filmnya Masuk Nominasi Piala Oscar

Image
Ekonomi

Berawal dari Girlband, Victoria Beckham Jadi Pengusaha Fesyen Kelas Atas