image
Login / Sign Up

Media Asing Investigasi MCA, Ini Hasilnya

Budi Prasetyo

Image

Layar yang menunjukan wilayah operasi tersangka yang ditangkap saat Konfrensi Pers Pengungkapan Pelaku HOAX, SARA dan Hatespeech Melalui Media Sosial oleh THE FAMILY TEAM (MCA/MUSLIM CYBER ARMY) di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2). Dalam kasus ini telah ditangkap enam pelaku penyebar berita bohong di media sosial dengan konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penganiayaan ulama, dan mencemarkan nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu. Termasuk menyebarkan isu bohong soal penganiayaan pemuka agama dan perusakan tempat ibadah yang ramai belakangan ini. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Penangkapan anggota Muslim Cyber Army (MCA) mendapat sorotan dari sejumlah media di luar negeri. Salah satunya media ternama The Guardian. Media ini menurunkan laporan khusus tentang penangkapan para anggota MCA ini pada Selasa 13 Maret 2018.

Menurut The Guardian, kepolisian Indonesia menyakini bahwa operasi berita palsu atau hoax ini dirancang untuk merusak proses politik yang berlangsung serta untuk menggoyang stabilitas pemerintahan. Polisi berhasil mengungkapkan cara kerja jaringan jihad MCA ini.

Jaringan MCA dituduh telah menyebarkan berita palsu dan ujaran kebencian untuk mengobarkan perpecahan agama dan etnis. Diantaranya isu tentang LGBT, kebangkitan komunisme, serta menyebarkan konten penghinaan untuk melemahkan presiden.

baca juga:

Dalam laporannya, The Guardian menulis bahwa penyebaran konten hoax ini telah membuat fanatisme keagamaan dan sentimen ras di Indonesia meningkat tajam. MCA beroperasi dalam sebuah ekosistem digital yang menebarkan berita palsu melalui akun-akun palsu.

Dari hasil investigasinya, The Guardian mencatat, tahun lalu setidaknya ada 103 kasus persekusi yang dilakukan jaringan MCA. Di dunia maya, MCA menyebarkan identitas orang-orang tersebut untuk dipersekusi, karena dituduh melakukan penghinaan terhadap Islam.

The Guardian mengklaim menemukan sebuah jaringan di media sosial Twitter yang terkoordinasi dibawah MCA. Jaringan ini diciptakan dengan tujuan untuk menebarkan konten tweet yang dirancang untuk mempertajam perpecahan sosial dan agama. Jaringan ini juga menargetkan penguatan kelompok garis keras Islam yang anti-pemerintah. Jaringan ini beroperasi antara Juli dan November 2017. Semua akun tidak memiliki identitas yang jelas, baik nama atau lokasi.

Media itu kemudian mengutip analisa sejumlah pengamat dan aktifis media sosial tentang fenomena MCA. Sejumlah analis menyakini bahwa MCA memiliki payung jaringan yang sangat luas yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan. Mereka disatukan oleh pandangan intoleran dan misi untuk menggulingkan presiden Joko Widodo.

Damar Juniarto, Southeast Asia Freedom of Expression Network, mengatakan bahwa berdasarkan hasil risetnya, ada 4 kelompok dalam MCA.

"Setiap cluster memiliki agenda sendiri, namun memiliki cara kerja yang terkoordinir," kata Juniarto.

Sementara Shafiq Pontoh, dari data Provetic, mengatakan bahwa Twitter "telah menjadi medan perang yang sangat besar dan berdarah." Menurutunya, korban pertamanya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau Ahok.

Savic Ali, direktur NU-Online, berpandangan bahwa fenomena tersebut tidak mencerminkan nilai sejati ajaran Islam.

" Ini tentang kekuasaan," tegas Savic.

Juniarto khawatir fenomena ini akan berlanjut pada Pilpres 2019. Ia tidak yakin bahwa penangkapan atas anggota MCA akan bisa membungkam sepenuhnya fenomena hoax ini. Menurutnya, besar kemungkinan akan muncul hal yang sama.

"Ini baru permulaan. Mereka sudah siap untuk tahun 2019," kata Juniarto.

Fenomena penangkapan anggota MCA memang menarik minat sejumlah media asing. Mereka tidak hanya memberitakan, tapi juga melakukan investigasi untuk menelusuri fenomena ini.  []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

ICW: Penjara Koruptor Harus Sama dengan Pelaku Kriminal

Tempat koruptor di penjara harus sama dengan pelaku kriminal lain agar efek jeranya semakin kuat.

Image
News

Inneke Menangis Usai Jalani Pemeriksaan di KPK

Inneke tak menuturkan sepatah katapun ketika ditanya awak media ihwal pemeriksaan yang baru saja di jalaniny

Image
News

Jadi Bacaleg Gerindra, Sudirman: Itu Respon Moral Saya

"Saya harus mengikat hubungan formal dengan pendukung saya di Jawa Tengah, itu bagian dari tanggung jawab saya"

Image
News

Wow, KPK Temukan Sel Berstandar Hotel Mewah di Lapas Sukamiskin

Sejauh ini informasi yang kami peroleh tarif berkisar Rp 200-500 juta.

Image
News

KPK Temukan Mobil yang Digunakan Tersangka Umar Dekat Hutan

Mobil tersebut ditemukan di dekat kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu, Sumatera Utara

Image
News

KPK Sebut Kalapas Sukamiskin Terima Uang Serta Dua Mobil dari Napi Koruptor

WH, kalapas Sukamiskin menerima pemberian berupa uang dan 2 mobil dalam jabatannya sebagai kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018.

Image
News

Ketua PA 212: Kapitra Ampera Tidak Pernah Jadi Kuasa Hukum HRS

Habib Rizieq Shihab dapat dipastikan tidak akan menggunakan jasa pengacara dari pendukung penista agama

Image
News

Pengamat Nilai Kepindahan Kader Akibat Kegagalan Proses Kaderisasi Parpol

Ini menujukan kaderisasi dan pendidikan politik di partai itu tidak berjalan dengan baik.

Image
News

Fahmi Darmawansyah Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta penetapkan 4 orang tersangka"

Image
News

Khofifah Ajak Masyarakat Lupakan Perbedaan di Pilkada dan Kembali Bersatu Bangun Jatim

"Sekarang saatnya berpikir dan bertindak dalam kerangka Jawa timur yang lebih besar"

Image
News

KPK Dapati Salah Satu Sel di Sukamiskin Penghuninya Tidak Ditempat, Kok Bisa?

Ada ruangan di lapas yang disegel karena penghuninya (napi) sedang tidak berada di tempat

Image
News

Keren, Pesawat AirBus "Ikan Paus" Sukses Mengudara

Beluga mendarat di Bandara Toulouse-Blagnac, Prancis, pada jam 2.41 sore waktu setempat pada Kamis setelah penerbangan 4 jam dan 11 menit.

trending topics

terpopuler

  1. Angkot Halangi Damkar, Warganet: Coba Aja Aku di Lokasi Sudah Ku Libas Sopir Angkotnya!

  2. Rizky, Pengamen Cilik Blok M: 8 Tahun di Jalan, Duit Hasil Ngamen Buat Jajan Doang

  3. NasDem Bajak Politisi, Akbar Tanjung: Itu Tak Sehat dalam Demokrasi

  4. Pengemudi Ojol Ngamuk, Pukuli Pengendara Motor yang Lawan Arah

  5. Mardani Makin Semangat Suarakan #2019GantiPresiden

  6. Catat! AHY Disiapkan Jadi Cawapres bukan Menteri

  7. Miris, Tiga Kecamatan di Sukabumi Beralih Fungsi

  8. Jadi Tempat Penyebaran Radikalisme, LDNU Serukan Kelompok Moderat Kendalikan Masjid

  9. Sambut Asian Games, Gubernur Anies Siap Percantik Kawasan Kali Item dan Sekitarnya

  10. Bikin Miris, Akibat Orang Iseng Lahan Bekas Mall Mega M Terbakar Hebat

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan