image
Login / Sign Up

Pengamat: Yusril Sulit Jadi Cawapres Prabowo

Dedi Ermansyah

Image

Ketua Umum Partai Bulan Bintang(PBB) Yusril Ihza Mahendra | AKURAT.CO / Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, telah resmi mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Meskipun Prabowo belum menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Namun Gerindra yakin, Prabowo akan menerima dorongan masyarakat dan kader Gerindra tersebut.

Lalu siapa sosok yang layak menjadi pendamping?. Akhir-akhir ini muncul beberapa gambar dukungan yang memasangkan Prabowo dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

baca juga:

Terkait hal tetsebut, Direktur Ekesekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai Yusril sulit untuk menjadi Cawapres Prabowo karena partai Yusril memiliki kelemahan yakni belum memiliki kursi di DPR, yang menjadi syarat ambang batas presiden atau presidential threshold.

"PBB punya kelemahan nggak punya kursi. Kecuali PKS yang menjadi koalisi Gerindra, mau merelakan jatah kursinya. Semua partai hari ini kan ngotot jadi cawapres," kata Pangi saat dihibungi AKURAT.CO, Senin (12/3).

Pangi menjelaskan, saat ini semua partai politik mengajukan kadernya sendiri sebagai cawapres dalam pencalonan. Hal itu dilakukan sebagai strategi politik untuk meningkatkan elektabilitas partai.

"Kita bisa memahami nuansa kebatinan parpol mengapa ngotot mengajukan kadernya maju sebagai capres dan cawapres. Sebab semua parpol terpaksa mengubah arsitektur strategi politik karena Pilpres dan Pileg serentak," ucapnya.

Dia mencontohkan, bila PKB mendeklarasikan Cak Imin jadi cawapres, maka otomatis elektabilitas PKB ikut tertolong karena adanya mazhab cotail effect dan itu yang menjadi pertimbangan serius parpol.

"Efek Figur kader parpol mendongkrak elektabilitas parpol tersebut, mesin parpol lebih agresif bergerak karena kadernya sebagai capres atau cawapres," ucapnya.

Sehingga kata dia, wajar semua parpol koalisi tetap mendukung dengan syarat minimal, kader parpolnya digandeng jadi capres atau cawapres.

"Nggak ada koalisi tanpa syarat," ucapnya.

Dosen UIN Jakarta ini pun menegaskan, partai politik yang saat ini telah mendeklarasikan cawapres atau capres, berpotensi bergabung ke koalisi incumbent atau mengusung Joko Widodo bila kadernya tidak diakomodir. Atau bahkan bisa juga merapat ke Poros Hambalang yang dimotori Partai Gerindra.

"Bisa banting stir bergabung ke gerbong poros alternatif atau poros Cikeas. Sejauh ini akan ada tiga poros yang akan berkontestasi secara elektoral, yaitu poros Hambalang (Prabowo), poros incumbent (Jokowi), dan poros Cikeas (SBY)," ucapnya.

Dengan demikian, kata dia, Yusril sangat sulit untuk dipasangkan dengan calon manapun, karena tidak memiliki parpol.

"Yusril sulit dan tipis kemungkinan menjadi cawapres dari poros manapun. Karena nggak ada parpol. Apakah parpol yang punya kursi mau merelakan kursi cawapres diberikan ke Yusril?," tutupnya.[]

Editor: Gema Trisna Yudha

berita terkait

Image

Ekonomi

Ibu Negara: Pelaku UMKM Harus Tingkatkan Kreativitas

Image

News

Ribuan SantriĀ  Sambut Kedatangan Peserta Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019

Image

News

Akbar Tanjung: Kami Sangat Bersyukur Jika Cawapres Diambil dari Partai Kami

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Berebut Cawapres Jokowi Cak Imin: Pak JK Itu Mobil Ferrari, Kalau Saya Alphard

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Ribuan Santri dari 120 Pondok Pesantren Jabar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Bicara Tentang Cawapres Jokowi, Ruhut Malah Disenggol Warganet Perihal Ngabalin

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Demokrat Jatim Beri Sinyal Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Image

News

Cawapres Jokowi, Ruhut Sebut Sosoknya seperti JK

Image

Ekonomi

Soroti Pengembangan Daya Saing SDM, Jokowi Singgung Potensi Pesantren

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

ICW: Penjara Koruptor Harus Sama dengan Pelaku Kriminal

Tempat koruptor di penjara harus sama dengan pelaku kriminal lain agar efek jeranya semakin kuat.

Image
News

Inneke Menangis Usai Jalani Pemeriksaan di KPK

Inneke tak menuturkan sepatah katapun ketika ditanya awak media ihwal pemeriksaan yang baru saja di jalaniny

Image
News

Jadi Bacaleg Gerindra, Sudirman: Itu Respon Moral Saya

"Saya harus mengikat hubungan formal dengan pendukung saya di Jawa Tengah, itu bagian dari tanggung jawab saya"

Image
News

Wow, KPK Temukan Sel Berstandar Hotel Mewah di Lapas Sukamiskin

Sejauh ini informasi yang kami peroleh tarif berkisar Rp 200-500 juta.

Image
News

KPK Temukan Mobil yang Digunakan Tersangka Umar Dekat Hutan

Mobil tersebut ditemukan di dekat kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu, Sumatera Utara

Image
News

KPK Sebut Kalapas Sukamiskin Terima Uang Serta Dua Mobil dari Napi Koruptor

WH, kalapas Sukamiskin menerima pemberian berupa uang dan 2 mobil dalam jabatannya sebagai kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018.

Image
News

Ketua PA 212: Kapitra Ampera Tidak Pernah Jadi Kuasa Hukum HRS

Habib Rizieq Shihab dapat dipastikan tidak akan menggunakan jasa pengacara dari pendukung penista agama

Image
News

Pengamat Nilai Kepindahan Kader Akibat Kegagalan Proses Kaderisasi Parpol

Ini menujukan kaderisasi dan pendidikan politik di partai itu tidak berjalan dengan baik.

Image
News

Fahmi Darmawansyah Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta penetapkan 4 orang tersangka"

Image
News

Khofifah Ajak Masyarakat Lupakan Perbedaan di Pilkada dan Kembali Bersatu Bangun Jatim

"Sekarang saatnya berpikir dan bertindak dalam kerangka Jawa timur yang lebih besar"

Image
News

KPK Dapati Salah Satu Sel di Sukamiskin Penghuninya Tidak Ditempat, Kok Bisa?

Ada ruangan di lapas yang disegel karena penghuninya (napi) sedang tidak berada di tempat

Image
News

Keren, Pesawat AirBus "Ikan Paus" Sukses Mengudara

Beluga mendarat di Bandara Toulouse-Blagnac, Prancis, pada jam 2.41 sore waktu setempat pada Kamis setelah penerbangan 4 jam dan 11 menit.

trending topics

terpopuler

  1. Angkot Halangi Damkar, Warganet: Coba Aja Aku di Lokasi Sudah Ku Libas Sopir Angkotnya!

  2. Rizky, Pengamen Cilik Blok M: 8 Tahun di Jalan, Duit Hasil Ngamen Buat Jajan Doang

  3. NasDem Bajak Politisi, Akbar Tanjung: Itu Tak Sehat dalam Demokrasi

  4. Pengemudi Ojol Ngamuk, Pukuli Pengendara Motor yang Lawan Arah

  5. Mardani Makin Semangat Suarakan #2019GantiPresiden

  6. Catat! AHY Disiapkan Jadi Cawapres bukan Menteri

  7. Miris, Tiga Kecamatan di Sukabumi Beralih Fungsi

  8. Jadi Tempat Penyebaran Radikalisme, LDNU Serukan Kelompok Moderat Kendalikan Masjid

  9. Sambut Asian Games, Gubernur Anies Siap Percantik Kawasan Kali Item dan Sekitarnya

  10. Bikin Miris, Akibat Orang Iseng Lahan Bekas Mall Mega M Terbakar Hebat

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan