image
Login / Sign Up

Budayawan Ajip Rosidi Hidup di Antara Ganasnya Kanker dan Cinta pada Buku

Herman Syahara

Image

Nani Wijaya dan Najib Roshidi | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Ajip Rosidi adalah sosok budayawan yang serba bisa, penulis produktif yang langka dengan ribuan karya, dan berani mengungkapkan gagasan dan pikirannya dengan segala risiko yang mungkin terjadi. 

Uniknya lagi, meskipun tak pernah duduk di bangku kuliah, namun dia dipercaya mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jepang puluhan tahun di Osaka Gaikugi Daigaku (Universitas Bahasa Asing Osaka), serta mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku dan di Tenri  Daigaku, pada kurun waktu 1981-2003, 

Selama 60 tahun berkarya, Ajip Rosidi pun telah meraih sekurangnya delapan penghargaan bergengsi nasional dan internasional.  Antara lain, Hadiah Sastra Nasional pada 1957 dan 1960, Hadiah Seni dari Pemerintah RI  (1993), penghargaan Kun Santo Zui Ho Sho dari pemerintah Jepang (1999), Outstanding Achievment Award dari International Biographical Centre, Cambrige Inggris (1998), Anugerah Sastra dari Malaysia (2003), Habibie Award (2009). 

baca juga:

Di tengah serangan  penyakit jantung yang telah diring 6, kencing manis, dan yang paling parah kanker yang menggerogoti  payudaranya,  Ajib Rosidi dibantu rekan-rekan dekat dan keluargnya sedang  “ngebut” mengumpulkan dan mencetak surat-surat atau catatan harian  dalam bahasa Sunda berjudul “Surat-Surat ti Jepang”, puisi, dan karya lainnya.

Namun , sejauh ini, Ajib nampaknya  tegar menghadapi kanker yang terus menggerogoti tubuhnya. Dengan bantuan tongkat, dia masih mampu menghadiri acara-acara sastra yang dianggapnya penting serta mengikuti perkembangan pencetakan buku-bukunya.  Seperti diakuinya, kanker itu menyerangnya sejak enam bulan belakangan ini. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo semalam menjelang perayaan sebuah acara di Jakarta yang   mengapresiasi enam dekade  pengabdiannya di dunia sastera, akhir Februari lalu, karena mengalami pendarahan di payudaranya.

Dari delapan jilid yang direncanakan,  “Serat-Serat ti Jepang”  baru selesai dicetak empat jilid.  Surat-surat yang banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya sesama penyair dan seniman yang populer pada masanya itu, ditulis  sejak  1995-2016. Sebagian besar ditulis semasa dia tinggal di Jepang. Nama-nama  Ramadhan KH,  Popo Iskandar,  D.A Tisna Amidjaja,  Misbach Jusa Biran,  Dodong Djiwapradja, adalah sebagian kecil saja dari sahabat-sahabat yang pernah disuratinya.  Secara keseluruhan, ini  baru bagian pertama atau jilid pertama dari 40 jilid yang sedang digarapnya.  “Apa yang saya tulis itu banyak yang nggak berani  orang ngomong,” kata penggagas Anugerah  Rancage yang diberikan bagi karya sastra daerah terbaik  30 tahun terakhir ini.

Dalam talk show singkat acara Enam Dekade Ajip Rosidi Mewarnai Sastra Indonesia yang digelar Voice of Indonesia Radio Republik Indonesia di Jakarta akhir pekan akhir Februari 2018 lalu, dia menegaskan pentingnya setiap orang menjadi diri sendiri. Namun kenyatananya jauh panggang dari api.

“Hal  ini tidak keliahatan dalam pendidikan yang diterapkan di Indonesia.  Karena yang menyusun kurikulum itu tidak pernah mementingkan-kepentingan anak didik. Mereka bicaranya ‘berapa dapat bagian’ kalau suatu pelajaran dipakai,” tegas pria yang menikahi pesinetron Nani Wijaya pada April 2017 itu.

Bagi Ajip, pro kontra ujian nasional yang sekarang berlangsung  sudah ditentang sejak tahun 1950-an. Hal ini akan tetap dijalankan karena ini adalah proyek yang ada duitnya,

Semasa hidupnya, Prof DR A. Teew, Guru Besar Bahasa dan Kesusastraan Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, dalam pengantarnya di buku Antologi  Ajip Rosidi “Terkenang Topeng Cirebon (Pustaka Jaya, 1993),  menulis bahwa Ajip Rosidi adalah seorang “penyair perenung, pengaku, penggugat,  perawi”. Secara makna,  karya-karya Ajip Rosidi tidak rumut dan mudah difahami.  Sebagai contoh, mari kita simak salah satu karya puisi pendeknya yang termuat dalam Antologi Terkenang Topeng Cirebon, ini:

Sembahyang Malam

Alam semesta

Hening Menggenang

Air mata yang deras mengalir bersumber pada kalbu-Mu

Atau puisi berikut ini:

Musim Bunga

Orang riang gembira di musim bunga, aku tidak!

Ditunggu sepanjang tahun, sakura mekar sekejap saja.

Menurut Teeuw, Ajip pernah memproklamirkan angkatan terbaru  pada Simposium Sastera di Jakarta, 14 Agustus 1960, dan menganggap dirinya sebagai salah satu wakil angkatan terbaru itu lengkap dengan menyebutkan ciri-cirinya, yaitu, “pertama tumbuh dalam pengaruh kesusasteraan yang berakar di bumi tanah air, serta kedua, memberi nilai baru terhadap arti daerah sebagai sumber ilham dan tempat berpijak dan berakar secara kultural. “

“Dengan demikian Ajip serta ‘Angkatan Terbarunya” mempertentangkan diri dengan angkatan sebelumnya, baik Pujangga Baru, maupun angkatan 45, yang dalam visi ini tidak jauh berbeda satu sama lain, sebab kedua-duanya mengutamakan ‘roh kebudayaan Barat,” tulis Teew yang  wafat pada 2012 itu.

Lalu, apa pendapat generasi muda terhadap kiprah penyair  gaek Ajip Rosidi? Menurut pengamat politik Eep Saefulloh Fatah, budayawan yang pada 31 Januari 2018 lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-80, itu adalah seorang manusia penulis yang langka. “Kang Ajip menulis banyak hal. Mulai dari puisi, cerpen, esei, kritik, sampai artikel. Tapi beliau juga menulis catatan harian  dan obituari secara serius dan intens,” katanya.

Di balik karya-karya yang mulai dibuatnya  pada umur 12 tahun atau  kelas VI SD, saat menulis Ajib Rosidi  sudah memerdekaan diri dari tirani yang banyak bercokol di kepala banyak orang dan kepalanya sendiri .  Karena menurut, Eep, seringkali kita tidak bisa berekspresi  karena  dijajah oleh tirani yang ada di kepala kita.

“Jadi, musuh mengekspresikan  diri ada di dalam diri sendiri. Bkan di kepala orang lain. Dan Kang Ajib  sudah membereskan hal itu ketika orang lain belum  tahu ada masalah itu,” tegas Eep. Seraya menambahkan bahwa dengan beda usia kami 29 tahun, dirinya sangat mengagumi, menghormati, dan menuakan Ajib Rosidi. 

Menurut Aep,  Ajip Rosidi bisa memosisikan diri dengan baik sebagai urang Sunda  dan sebagai  warga dunia. Dia juga bisa menjadi pelaku, bukan korban dari objek kebudayaan populer. Di  tengah hiruk pikuk media sosial yang lebih banyak digunakan untuk mengekspresikan keunggulan personal,  Ajip Rosidi justru   memberikan pesan yang bermanfaat buat  orang banyak.

Di mata Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Indonesia di Wina kelahiran Tasikmalaya,  Rachmat Budiman, sosok Ajib Rosidi adalah seorang yang layak dijadikan tokoh inspirasi dalam hal memperjuangan sikapnya dalam tulisan.  “Banyak orang mengatakan sesuatu hanya  karena  untuk menyenangkan orang lain. Tapi Pak Ajip tidak. Dia mengatakan apa yang ingin dikatakan sekalipun lehernya yang dipertaruhkan,” katanya.

Dari sisi karya puisi, sejarawan JJ Rizal yang dipercaya  untuk mengumpulkan dan menyeleksi karya puisi-puisi dan surat-surat  Ajip Rosidi, tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.  Menurut dia dalam setahun Ajip Rosidi rata-rata menulis 500-an surat. Sedangkan sajak-sajaknya mencapai ribuan sajak, termasuk sajak berbahasa Sunda yang  mencapai 800-an.  Sebanyak  40 persen karya  itu belum pernah dipublikasikan. 

“Sajak pertama Kang Ayip Rosidi  ditulis bulan Juli 1952 dengan judul Rasia Malam. Sajak itu ditulis setahun setelah Kang Ajib tinggal di Jakarta dengan menumpang di rumah pamannya bernama  Mang Emeng di Jalan Rasamulya, di Galur atau daerah Senen. Sajak itu baru dimuat pada hari  Minggu 14 September 1952 di majalah Siasat atau sekitar dua bulan setelah ditulis,” papar Rizal.[]

Editor: Islahuddin

berita terkait

Image

Hiburan

JFlow akan Jadi Orang Pertama yang Ikut Penggalangan Dana untuk Shakira

Image

Ekonomi

BCA Luncurkan Buku Wayang Untuk Indonesia

Image

Hiburan

JFlow Geram, Penyakit Shakira Dikatakan Sebagai Azab Denada

Image

Gaya Hidup

Tak Tanggung Obat Transtuzumab, BPJS Kesehatan Disomasi Penderita Kanker Payudara?

Image

Gaya Hidup

BPJS Kesehatan Akan Tanggung Biaya Obat Trastuzumab, Jika...

Image

Gaya Hidup

BPJS Kesehatan Jawab Alasan Tak Tanggung Obat Trastuzumab Lagi

Image

Gaya Hidup

Kurangi Penggunaan Telepon Seluler, Hindari Risiko Kerusakan Otak

Image

Hiburan

KOREA

Setahun Vakum, Agensi Beberkan Kondisi Kesehatan Kim Woo Bin

Image

News

Hapus Obat Kanker, Jokowi Diminta Tegur Direksi BPJS Kesehatan dan Menkes

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Koil Persiapkan Lima Lagu di Hammersonic Festival 2018

Tidak hanya band baru, band-band lawas juga tampil di Hammersonic 2018. Salah satunya adalah band asal Bandung, Koil.

Image
Hiburan

Hammersonic 2018 Dipenuhi Audience Mancanegara

Hammersonic adalah wadah para musisi cadas dari seluruh dunia, khususnya Asia Tenggara.

Image
Hiburan

Curhat Sulit Ketemu Anak, Haykal Kamil Malah Dibilang Kembaran Khawla

Menjadi ayah tidak membuat Haykal Kamil punya bayak waktu bersama anak. Justru kini ia semakin sibuk dengan pekerjaan.

Image
Hiburan

Titi Kamal Tak Bisa Tinggalkan Kedua Buah Hatinya, Kenapa?

Titi Kamal punya kesibukan yang cukup padat. Tapi ia mengaku tidak bisa meninggalkan anak-anak dalam waktu lama.

Image
Hiburan

Jenguk Langsung Ke Singapura, Begini Cara Sarwendah Beri Dukungan Ke Denada

Sarwendah tunjukkan empati sebagai sesama ibu. Ia tetap memberi dukungan kepada sahabatnya, Denada.

Image
Hiburan
KOREA

Dasom ex. Sistar Ungkap Cintanya pada Dunia Akting

Tujuh tahun populer sebagai penyanyi, Dasom ex. Sistar kini lebih mencintai dunia seni peran. Keseriusannya itu pun berbuah penghargaan.

Image
Hiburan

Jaga Tubuh Tetap Sehat, Iqbaal Ramadhan Rutin Konsumsi Air Mineral

Pola hidup sehat Iqbaal Ramadhan justru didapat dari gaya hidup tidak sehatnya.

Image
Hiburan

Reese Witherspoon dan Ryan Phillippe Balikan?

Reese Witherspoon dan mantan suaminya, Ryan Phillippe kembali terlihat bersama.

Image
Hiburan

Anak Denada Idap Leukimia, Sarwendah Ceritakan Kondisi Fisiknya

Sarwendah ikut terbang ke Singapura demi menjenguk dan memberikan dukungan untuk Denada.

Image
Hiburan

Pernikahan Eza Gionino Hanya Dihadiri Sang Ayah

Pernikahan Eza sendiri tidak mendapat restu dari sang ibunda.

Image
Hiburan

Sudah 8 Tahun, BCL dan Ashraf Sinclair Ditanya Perihal Anak Kedua

Pada 22 September 2010, keduanya dianugeraghi anak laki-laki yang diberinama Noah Aidan Sinclair.

Image
Hiburan

Eza Gionino Menikah, Ibunda Tetap Tak Beri Restu

Sebuah pernikahan rasanya tak lengkap tanpa restu orangtua. Itulah yang kini dialami Eza Gionino.

trending topics

terpopuler

  1. Iis Dahlia: Netizen Levelnya di Bawah Tuhan, di Atas Malaikat

  2. Gaya Berkendara Bapak Ini Bikin Gagal Paham

  3. Hantaman Ombak Ke Batu Karang Ini Bentuknya Unik, Warganet Heboh

  4. Ulang Tahun ke-4, Putra Jessica Iskandar Dapat Hadiah Kolam Renang

  5. Eza Gionino Resmi Menikah Tanpa Kantongi Restu Ibu

  6. Pernikahan Eza Gionino Hanya Dihadiri Sang Ayah

  7. Begini Tanggapan Ali Syakieb Tanggapi Rumor Pernikahan dengan Citra Kirana

  8. Curhat Sulit Ketemu Anak, Haykal Kamil Malah Dibilang Kembaran Khawla

  9. Ali Syakieb Kode Ajak Nikah, Citra Kirana Enggan Menjawab

  10. Eza Gionino Menikah, Ibunda Tetap Tak Beri Restu

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Herman Syahara

Pentas 'Gemintang' Teater Koma, Bukti Terujinya Manajemen Kesenian Nano dan Ratna

Image
Herman Syahara

Harry Moekti, Rocker yang Tak Menemukan Kebahagiaan di Puncak Popularitas dan Kekayaan

Image
Herman Syahara

Kenangan Lawas Sehari Bersama Harry Moekti di Kawasan Blok M

Image
Erizky Bagus Zuhair

Mengkritik Hingga Dilarang ke Rusia, Apa Alasan Robbie Williams Jadi Pembuka Piala Dunia 2018?

Wawancara

Image
Hiburan

Putu Wijaya: Kesenian di Negeri Kita Masih Menjadi Pengemis

Image
Hiburan

Apa Kabar Mereka?

Sayuti OB Akui Banyak Tayangan Alay Tak Mendidik Anak

Image
Hiburan

Apa Kabar Mereka?

Soal Popularitas Instan, Sayuti OB: Sudah Zamannya

Sosok

Image
Hiburan

Begini Kisah Menegangkan Kartunis GM Sudarta di Masa Orde Baru

Image
Hiburan

Piala Dunia Rusia 2018

Misi Utama Model Victoria Lopyreva Sebagai Duta Piala Dunia 2018

Image
Hiburan

Capres Sam Aliano Kirim Pesan Cinta untuk Lionel Messi, Ada Apa?