breaking news: Jembatan Ambruk di Italia Puluhan Orang Dikabarkan Tewas

image
Login / Sign Up

Nasib Kredit Ketat Buat Konglomerat Tirai Bambu

Image

Gedung Wanda Plaza Dalian Wanda Group digambarkan di Beijing, China, 17 Mei 2016. | REUTERS

AKURAT.CO, Setahun lalu, tiba-tiba China mengubah kebijakan kredit kepada para konglomerat nasionalnya dalam bersaing di tingkat global. Pengetatan kebijakan tersebut ditempuh melalui ketentuan permodalan dan aturan kredit perbankan.

Dampak dari perubahan ketentuan yang terlihat hingga kini adalah perusahaan swasta mulai melepas aset.

Dikutip dari Reuters, Dalian Wanda Group baru-baru ini berencana melepas kepemilikan saham senilai USD1,24 pada Perusahan Film Wanda kepada Grup Alibaba dan Cultural Investent Holding ltd.

baca juga:

Perusahaan Film Wanda adalah perusahan yang dimototri pemerintah Beijing. Sebelumnya korporasi juga mengumumkan penjualan saham senilai USD5,4 milliar dari sektor properti ke investor luar yang dipimpin oleh Tencent Holding ltd.

Bulan lalu, HNA mengadakan pertemuan luar biasa dengan kreditur bank besar mereka. Pihak manajemen HNA mengungkapkan, perusahaan berpotensi mengalami kerugian USD2,4 milliar dalam kuartal pertama 2018.

Masalah likuditas yang dihadapi HNA juga termasuk terlambatnya pembayaran gadai untuk pesawat terbang sebesar 1,7 milliar yuan atau senilai USD268,55 juta.

Bagi Grup HNA, perusahaan penerbangan yang melebarkan sayapnya ke sektor logistik, pariwisata dan pelayanan keuangan telah menghabiskan USD50 juta.

Beberapa pekan terakhir, perusahaan tersebut telah mengumumkan keputusannnya untuk meningkatan pendapatan dengan menjual properti di Australia dan mempekerjakan bankir untuk menjual saham mayoritas mereka di NH Hotel Grup SA dari Spanyol.

Konglomerat lainnya seperti Fosun internasional dan Anbang Insurance Grup juga mengalami hal yang sama dalam membangun kembali bisnisnya dari kehancuran dan bagaimana mereka mengurangi hutang.

"Beberapa perusahaan China mengakusisi terlalu banyak aset luar negeri dan kini memiliki utang sangat banyak," ujar Willy Shih, seorang profesor Harvard Business School yang menulis artikel mengenai Dalian Wanda Group.

Dia menambahkan, bahwa perusahaan China kini tengah kebingungan dalam mencari solusi atas iklim bisnis di negaranya.

Dalam situasi seperti ini, konglomerasi bisnis seperti HNA, Wanda dan Anbang memilih menutup diri dari kejaran media dan keterbukaan terhadap publik, sekalipun untuk kepentingan yang bersifat akademik.

Pemerintah China terus melanjutkan upaya mengendalikan sektor keuangan. Kepemimpinan Xi Jinping tetap akan mengambil jalan dengan menindak tegas perusahaan yang menggunakan hutang dan permodalan jangka pendek untuk membeli aset di luar negri, terutama dalam sektor non strategis seperti olahraga dan properti.

Sejak awal tahun 2018, prioritas utama perbankan China terus menekan para debitur konglomeratnya untuk mengurangi hutang perusahaan. Komisi Regulator Bank China (KBRC) juga menuturkan akan membersihkan perusahan induk dan menghapus institusi dengan risiko yang tinggi.

KBRC telah menargetkan Wanda, HNA, Fosun dan Anbang menghentikan transaksi globalnya yang mencoba menjual aset-asetnya.

Konglomerasi swasta lainnya juga saat ini tengah berada di bawah tekanan untuk mejual saham, termasuk di antaranya Tommorow Group, dengan bunga 30% pada lebih dari 30 intitusi finansial domestik. Meski dalam hal ini, KBRC tidak berkomentar secara langsung.

"Kejelasan sejak awal merupakan cara yang baik untuk menjelaskan apa yang terjadi di China," ujar Hernan Cristerna, selaku global co-head dari M&A di JP Morgan Chase & Co.

Sebagai informasi, saat ini ada 14 persen aset Dalian Wanda yang dijual ke dalam unit investasi real estate kepada grup investor termasuk Tencet, Sunac China Holding, dan JD.com inc.

Penjualan real estate yang berkedudukan di London dan Sydney itu dilakukan bersamaan dengan penarikan investasi sebesar USD9 miliar yang kebanyakan ditanam pada bisnis hotel dan taman hiburan.

Pekan lalu, kerjasama juga diharapkan untuk membuka jalan dalam penyusunan kembali unit properti komersial Wanda.

Menurut beberapa analis, sebagaimana dilansir dari Reuters, dapat membantu Wanda mengembangkan strategi online-offline.

"Kunci untuk perubahan bagi Wanda grup adalah perubahan properti komersial Wanda dari organisasi yang berkutat di aset besar, dialihkan pada aset yang lebih kecil," ujar Wang Jialin.

Artinya, kata Wang, lebih banyak kerja sama, lebih sedikit aset yang dimiliki sendiri, dan penurunan signifikan dalam hutang korporasi.

Fosun intersanional yang membayar USD1,1 miliar untuk membeli Club Med dan membeli saham di perusahaan kosmetik seperti AHAVA dari Israel.

Fosun juga tengah melakukan strategi rebranding. Hal ini dilakukan untuk memperkuat neraca, mengurangi hutang dan menyeimbangkan akusisi dengan penjualan aset. Dikabarkan juga, Fosun tengah mengambil strategi memecah risiko anak perusahaan dengan cara listing di pasar modal.

Ide go public itu akan dilakukan pada bisnis pariwisata. Meski Fosun tidak mengatakan hal itu secara terbuka, namun dengan bahasa lain kepada sejumlah media internasional, mereka mengatakan "akan selalu mendukung anak perusahaan" dalam mencari dukungan publik pada "situasi dan waktu yang tepat".

Pada Januari lalu, lembaga pemeringkat Moody's meningkatkan rating kredit Fosun ke Ba2, dengan penjelasan bahwa perusahaan dapat menjaga rasio hutang.

Salah satu Bankir Asia mengatakan bahwa perubahan strategi oleh banyak perusahaan swasta China terjadi secara tiba-tiba. Namun, hal itulah yang kini diperukan oleh sebuah konglomerasi.

"Orang-orang ini menganggap diri mereka sebagai bagian terpisah dari perusahaan. Mentalitas merubah bisnis menjadi dua atau tiga perusahaan, benar-benar kita perhatikan dengan perhitungan yang masuk akal," ujar sang bankir. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

GO-VIET Besutan GO-JEK Kuasai 10 Persen Pasar Vietnam dalam 3 Hari

Image

Asian Games

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Terungkap, Penyebab Sering Terjatuhnya Febri Saat Lawan Taipei

Image

Iptek

Uber Gunakan AI untuk Tentukan Perjalanan Pribadi atau Bisnis

Image

Ekonomi

Rusia Terus Berupaya Singkirkan Dolar AS

Image

Ekonomi

Rusia Nyatakan Dolar AS Buat Kacau Perdagangan Internasional

Image

Hiburan

Tak Mau Bergantung, NASA Tetap Mau Kerja Sama Dengan Rusia

Image

Olahraga

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Milla Membuka Pesta dengan Perhitungan Taktik dan Legiun Asing

Image

Ekonomi

Audi China Bukukan Peningkatan Laba Penjualan

Image

Ekonomi

Penjualan Anjlok, Ford China Siapkan SUV Territory

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Krakatau Steel Sampaikan Beragam Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Krakatau Steel Tbk telah memberangkatkan bantuan berikut Tim Peduli Bencana Krakatau Steel Group dalam rangka misi kemanusiaan

Image
Ekonomi

Tiga Isu Ekonomi Ini Jadi Jurus Gerindra Menangkan Prabowo-Sandi

Tidak ada keinginan Gerindra bicara soal politik identitas dan SARA. Kami hanya bicara ekonomi

Image
Ekonomi

Modalku Kucurkan Pinjaman untuk 7.000 UMKM

Sigit: Total pencairan pinjaman modal usaha di Asia Tenggara sebesar lebih dari Rp1,1 triliun bagi UMKM di Indonesia.

Image
Ekonomi

Kemenperin Perkuat Sektor Riil Antisipasi Krisis Turki

Kemenperin memperkuat sektor riil dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan di dalam negeri akibat krisis yang tengah melanda Turki.

Image
Ekonomi

Potensi Penerimaan Negara dari Blok Rokan Rp11,3 Triliun

Pendapatan negara dari Pertamina tersebut akan masuk dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Image
Ekonomi

CIPS: PNBP Nol Persen, Angin Segar Bagi UMKM

Pemerintah kembali memberikan suntikan insentif melalui pemangkasan PNBP hingga tarif nol persen.

Image
Ekonomi

Erdogan Serukan Boikot Produk-produk Elektronik AS

Ini adalah signal bagi AS, dalam keretakan diplomatik yang berkembang antara Turki dan Amerika Serikat

Image
Ekonomi

Ekonom: Pelemahan Rupiah Era Jokowi dan Krismon Jauh Berbeda

Tony berpendapat, pelemahan nilai rupiah saat ini hanya melemah seribu rupiah sejak Pemerintahan Jokowi pada tahun 2014.

Image
Ekonomi

GO-VIET Besutan GO-JEK Kuasai 10 Persen Pasar Vietnam dalam 3 Hari

Langkah awal ekspansi regional GO-JEK menuai respon positif di Vietnam

Image
Ekonomi

Penerimaan Negara Tumbuh Kuat, Capai Rp780,1 Triliun

realisasi perpajakan hingga ini menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama di 2017 yang hanya Rp569,2 triliun.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Keluarga Kapolrestabes Makassar Meninggal Usai Jadi Korban Begal

  2. Yusril: Syafruddin Patut Diberi Penghargaan, Bukannya Dihukum

  3. Foto-Foto Tabrakan Beruntun di Solo Tahun 1986, Langka Banget Nih

  4. Hari Ini Ma’ruf Amin Berangkat Menunaikan Ibadah Haji, PKB: Mohon Doa Seluruh Masyarakat

  5. Tentara Inggris Tembak Komandan ISIS dari Jarak 1.609,344 Meter, Wow!

  6. Yunarto: Fadli Vs Farhat, Ahmad Dani Vs Razman Nasution, What A Great Democrazy

  7. Anak Bungsu Nikita Mirzani Sebut Dipo Latief Sebagai Ayahnya

  8. Akibatkan Krisis Ekonomi, Erdogan Bakal Buru Penyebar Berita Hoax

  9. Sidang Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Sebut Jaksa Tidak Kooperatif

  10. Permohonan Cerai Abdee Slank Dikabulkan, Anita Desy Farida Merasa Dibohongi

Available

fokus

Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Idul Fitri 2018
Available

kolom

Image
Hervin Saputra

Milla Membuka Pesta dengan Perhitungan Taktik dan Legiun Asing

Image
Taufik Hidayat

Keberanian Mengambil Risiko Membawa Timnas U-16 Menjuarai Piala AFF

Image
Achmad Fachrudin

Membaca Reaksi Publik Terhadap Pasangan Capres-Cawapres

Image
Ujang Komarudin

Menebak Isi Kantong Jokowi dan Prabowo

Available

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Image
Gaya Hidup

Geluti Bisnis Kecantikan, Ini Arti Kepemimpinan Menurut Vanessa Angel

Image
Gaya Hidup

Kalau Mau Lulus, Murid Sekolah Al-Izhar Wajib Ikuti Program Pengembangan Karakter

Sosok

Image
Hiburan

10 Anak Artis yang Bikin Gemes, Calon Idola Masa Depan Nih

Image
Hiburan

6 Artis Ini Geluti Hobi Motret

Image
Hiburan

4 Sensasi Ria Ricis yang Menuai Kontroversi