image
Login / Sign Up

Selain Butuh 1 Juta Pegawai, Isu Privasi Masih Menghambat Sensus Penduduk 2020

Denny Iswanto

Image

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Sairi Hasbullah, saat Kick off meeting Sensus Penduduk di Jakarta, Rabu (14/2). | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku membutuhkan sekitar 1 juta SDM untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020 mendatang. Kebutuhan itu merupakan diluar pegawai BPS untuk ditempatkan di petugas pencacah, supervisor, dan posisi lainnya.

Sensus Penduduk oleh BPS ini rencananya akan berlangsung pada Juni 2020, dan diawali dengan sensus mini pada Juli 2018, serta akan dilakukan gladhi bersih pada 2019. Di awal tahun 2018 ini BPS pun telah menggelar Kick Off Meeting persiapan Sensus Penduduk untuk membangun komitmen dan visi misi dengan stakeholders terkait.

"Sensus Penduduk yang diselenggarakan Indonesia merupakan nomor empat terbesar di dunia, setelah China yang penduduknya lebih dari 2 miliar, India, dan Amerika Serikat (AS). Rusia saja berada di bawah kita. Sehingga kita membutuhkan paling tidak 800.000 pegawai untuk bertugas mencacah data, belum lagi supervisor dan petugas lainnya. Kita total sekitar 1 juta SDM," ungkap Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Sairi Hasbullah, saat Kick off meeting Sensus Penduduk di Jakarta, Rabu (14/2).

baca juga:

Ia juga mengungkapkan bahwa pegawai ini akan direkrut oleh pihak BPS bekerjasama dengan pihak kelurahan dan juga kecamatan. Kemudian dia juga mengaku tidak ada kriteria terlalu khusus untuk masuk sebagai pegawai sensus penduduk 2020 mendatang.

"Kalau dari segi pendidikan mungkin ya yang lulusan SMA atau sederajat ya. Karena tidak mungkin juga kita rekrut yang lulusan kelas 3 SD misalnya. Nanti dalam perekrutan akan kita adakan pelatihan selama dua hari mengenai bagaimana mencacah data sensus dan mengolahnya. Kami akan bekerjasama dengan pihak terkait," tutur Sairi.

Ia menjelaskan bahwa BPS akan menggunakan tiga jenis metode pencacahan, yakni PAPI (Paper and Pencil Interviewing), CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing), dan CAWI (Computer Assisted Webinterviewing).

"Kita akan berikan short form kepada masyarakat untuk pencacahan awal data, lalu yang untuk long form data kita akan pilih 5% dari total yang kita survei. Tentunya pemilihannya random jadi kita tidak tahu di kelas menengah, bawah atau atas, masyarakat yang terpilih kita wawancara lebih dalam," ucap Sairi.

Disinggung mengenai tantangan dalam pelaksanaan sensus penduduk, Sairi mengaku, akan menghadapi tantangan yang berkaitan dengan isu privasi yang makin dominan. Sehingga akan mempersulit petugas dalam pengumpulan data sensus.

"Sensus penduduk 2020 berhadapan dengan isu privasi yang makin dominan, kepercayaan masyarakat, dan waktu luang yang sulit ditemui. Masyarakat semakin individualis, tidak seperti di tahun 1990-an, mereka menyambut antusias kalau ada petugas BPS yang datang untuk sensus," jelas Sairi.

Oleh karena itu, BPS akan menggunakan inovasi dalam metode pengumpulan data di lapangan. Dan akan menggunakan langkah-langkah persuasi. BPS juga mengaku tidak akan menggunakan tekanan yang berlebihan kepada masyarakat dan mencoba untuk mengajak kerjasama.

"Kalau tidak bisa langkah persuasif, ya kita pakai persuasi lagi, lalu persuasi lagi dan lagi. Kita coba lah kerjasama. Untuk yang tidak mau mengisi form ditemui petugas yang bisa mengisi sendiri. Kita akan selalu bekerjasama. Seperti apa yang dilakukan oleh Australia, mereka sudah sangat canggih sistem sensus penduduk nya," tandas Sairi. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Pembelajaran Online Bisa Tingkatkan Kualitas SDM Perangkat Desa

Image

Ekonomi

Ombudsman Sarankan Pemerintah Audit Stok Beras di Gudang Bulog

Image

Ekonomi

Bhanda Ghara Reksa Kerjasama dengan Airnav Soal Pengembangan SDM

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Sindir Millenial yang Ingin Jadi Youtuber dan Gamers Ketimbang Insinyur

Image

Ekonomi

Menko Darmin Akui Data Kementan Soal Beras Sering 'Meleset'

Image

Ekonomi

Buwas Ragukan Data BPS Soal Beras Nasional

Image

Ekonomi

Buwas Tekankan Sinergitas untuk Akhiri Polemik Impor Beras

Image

Ekonomi

Upah Buruh Tani Agustus 2018 Naik 0,24 Persen

Image

Ekonomi

Neraca Perdagangan Defisit, Ekonom: Sulit untuk Diperbaiki

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

USD Tertahan, Rupiah Tak Mampu Ambil Kesempatan

Adanya komentar positif dari Menkeu Sri Mulyani dalam hal penanganan utang tampaknya kurang kuat mengangkat Rupiah.

Image
Ekonomi

IHSG Rawan Melemah Berkelanjutan

Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Image
Ekonomi

Sri Lanka Yakin Kuat Atasi Krisis Imbas Gejolak Dolar AS

Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengungkapkan bahwa pemerintah Sri Lanksa siap untuk menghadapi krisis ekonomi global ak

Image
Ekonomi

Perusahaan Teknologi Jerman Kecam Proteksionisme

Eksekutif senior di sebuah kelompok teknologi asal Jerman menyatakan bahwa tidak ada yang mendapat manfaat ketika menyangkut perang dagang.

Image
Ekonomi

Iran Ngotot Jual Minyak Meski Ada Sanksi AS

Iran akan terus menjual minyak meskipun ada upaya AS untuk mencegah Teheran untuk menuai keuntungan dari penghasil ekspor utamanya.

Image
Ekonomi

Perang Dagang Dorong Harga Mainan Anak Melonjak

Harga mainan kemungkinan akan naik sebagai akibat dari tarif pada barang-barang Cina.

Image
Ekonomi

Maju Pilpres, Sandiaga Wariskan Program Oke Oce yang Mau Bangkrut?

Pengamat: OK-OCE sekarang tampaknya hampir bangkrut

Image
Ekonomi

Taiwan dan Thailand Ambil Untung Atas Migrasi Pabrik-pabrik dari China

produsen asia yang ingin memindahkan pabriknya di China di manfaatkan negara Asia lainnya untuk menarik produsen ini pindah ke negaranya

Image
Ekonomi

DPR Minta Terminal Regional Kalsel Segera Dioperasikan

Pengoperasian terminal regional yang baru satu-satunya di Kalsel itu harus bersifat stimulun.

Image
Ekonomi

Pemerintah 'Sekuat Mungkin' Jaga Perekonomian Saat Panasnya Dinamika Global

Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung upaya menjaga momentum di semester II-2018.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Mantan Dirut Pertamina Menangis saat Dijebloskan Penjara

  2. Tajir Melintir, Kubu Jokowi Pertanyakan Laporan Awal Prabowo-Sandi hanya Rp2 Miliar

  3. Jakmania Dikeroyok sampai Mati, Menpora Tak Tinggal Diam Ada Remaja Jadi Korban Cuma karena Sepakbola

  4. Sebelum Tewas, Ini Pesan Terakhir Haringga kepada The Jakmania

  5. Usai Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati Masih Ribut Nyari yang Benar dan Salah, Duh Gusti

  6. Habiburokhman Pamer Foto: Bersama Duo Seniman Paling Top Abad Ini Ahmad Dhani dan Sang Alang

  7. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Denny: Apa Pelakunya Keseringan Lihat ISIS Menggorok Manusia?

  8. Mustofa: Jangan Mau Digiring ke Isu Potong Bebek atau Isu Ahok

  9. Ferdinand Vs Netter Bikin Ngakak: Saya Lebih Suka Bicara Sama Batu daripada Sama Lu

  10. Pelatih Malaysia U-16: Wasit Membunuh Permainan Kami

Available

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Available

kolom

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!

Image
Ekonomi

Rekam Jejak Karen, Mantan Dirut Pertamina yang Jadi Tahanan Kejagung

Image
Olahraga

Suporter Meninggal

Tak Hanya Bandung, Ini Kota yang Pernah Disinggahi Haringga demi Dukung Persija