image
Login / Sign Up

Pansus RUU Sisnas Iptek: Perlindungan Peneliti Dalam Negeri Perlu Dilakukan

Yohanes Antonius

Image

Pansus RUU Sisnas Iptek | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Letak Indonesia yang sangat strategis serta kaya akan keanekaragaman hayati dan fauna menarik minat ilmuwan mancanegara untuk melakukan berbagai kegiatan peneitian di Tanah Air. Besarnya minat ini terbukti dari jumlah permohonan yang cukup banyak di berbagai bidang penelitian.

Hal itu terungkap dalam rapat Pansus RUU Sisnas Iptek yang melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Kamis (8/2). RDPU itu menghadirkan Ahli Kelautan dan Kemaritiman Rachmaniar, Ahli Rekayasa Nuklir Indonesia Bakri Arbie, serta Ketua Himpunan Perekayasan Nasional (HIMPERINDO) I Nyoman Jujur.

Dalam pemaparannya Rachmaniar mengatakan bahwa dalam pengalamannya sebagai penelliti, seringkali para peneliti asing mengambil sebanyak- specimen tanpa ada pengawasan dari lembaga terkait, selain itu kata dia peneliti asing memanfaatkan universitas di daerah untuk memperoleh specimen tertentu dengan imbalan pemberian dana penelitian.

baca juga:

"Untuk itu keberadaan peneliti asing perlu diatur dengan baik didalam RUU Sisnas Iptek untuk menghindari pencurian specimen tertentu keluar negeri tanpa sepengetahuan Indonesia," papar Rachmaniar.

Dalam kesempatan yang sama ahli Rekayasa Nuklir Indonesia Bakri Arbie mengusulkan agar didalam RUU Sisnas Iptek yang dibahas di DPR agar besaran pendanaan untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di tetapkan sebesar 1 persen dari GDP Nasional dari Tahun 2019 sd. 2024 dan dipertimbangkan menjadi 2 persen dari GDP Nasional dari Tahun 2025 hingga 2030.

"Sedangkan dalam hal kelembagaan Iptek diperlukan kelembagaan setingkat Menteri Koordinator yang membawahi dan mengkoordinasikan pembinaan SDM, Ristek, Inovasi, dan Industri mengingat permasalahan yang terjadi saat ini, sulitnya koordinasi antar lembaga terkait. Kelemahan koordinasi ini
kemudian berdampak pada lemahnya pengawasan terhadap kegiatan peneliti asing yang beraktivitas di Indonesia," jelas Bakrie.

Sementara itu I Nyoman berpendapat bahwa diperlukan pengaturan terkait perlindungan hukum
terhadap perekayasa dalam uji coba hasil produk kerekayasaan karena adanya resiko kegagalan pada bagian fase penerapan.

Sehingga, lanjut I Nyoman, aspek resiko kegagalan tersebut ditangani berdasarkan kaidah ilmiah bukan melalui kaidah hukum sehingga tidak dapat dituntut secara hukum kecuali ada unsur kesengajaan atau untuk memperkaya diri sendiri.

"Selain itu perlu ada kebijakan pemerintah yang tegas pada peningkatan kandungan teknologi local yang berkelanjutan dengan memastikan bahwa BUMN dan Industri Swasta nasional juga melakukan peningkatan kualitas produknya berdasarkan hasil Litbang Jirap Nasional yang dibiayai Pemerintah," terang I Nyoman.

Terkait hal tersebut Daryatmo Mardiyanto selaku Ketua Pansus menyatakan, perlindungan terhadap peneliti dalam negeri perlu dilakukan, namun keberadaan peneliti asing tidak perlu dilarang untuk itu masalah ini akan menjadi salah satu perhatian bagi anggota pansus dalam membahas RUU Sisnas Iptek nanti Bersama pemerintah.

"Selain itu, diakui bahwa anggaran penelitian kita masih sangat rendah atau hanya 0,02 persen dari GDP. Jika kita bandingkan dengan Korea Selatan dimana alokasi anggaran untuk penelitan mencapai 4 persen dari GDP. Hal lainnya jumlah peneliti di Korea Selatan saat ini mencapai 450.000 peneliti atau sekitar 1 persen dari jumlah penduduk. dan pemerintah Korea Selatan mengalokasikan anggaran penelitian untuk 5 tahun ke depan bagi peneliti yang judul penelitiannya mendapatkan persetujuan," ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

"Ini berarti kita tertinggal jauh dengan Korea Selatan dari sisi penganggaran kebiatan penelitian. Sedangkan terkait pemanfaatan hasil litbang bagi Industri dalam negeri menjadi perhatian anggota pansus, mengingat salah satu keluhan dari peneliti dan perguruan tinggi adalah banyaknya hasil penelitian yang telah dilakukan hingga memperoleh paten, namun tidak terserap oleh industri," sambung Daryatmo.[]

Editor: Iwan Setiawan

berita terkait

Image

News

Sosialisasi Empat Pilar, PAN: Pancasila Sejalan dengan Islam

Image

News

Legislator Langkat Kedapatan Menyimpan 3 Karung Sabu

Image

News

BNN Ringkus Pengedar Narkoba, Satu Diantaranya Diduga Anggota DPRD

Image

Iptek

Ups, Para Peneliti Ajarkan Robot Mengambil Pisau

Image

News

Gempa Lombok

Fahri Hamzah Desak Jokowi Bantu Korban Gempa Lombok

Image

News

DPRD Minta Pemprov DKI Cari Solusi untuk Pedagang Pasar Kramat Jati yang Jualan di Atas Trotoar

Image

Ekonomi

Fahri Hamzah: Pemerintah Anggarkan Rp4 Triliun tapi Tak Segera Tangani Gempa?

Image

Gaya Hidup

Tur ke Museum Seni Dapat Meredakan Sakit Kronis

Image

Ekonomi

DPR Bakal Permudah Urusan Perizinan Tekfin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

PPP: Gus Rommy Dipanggil KPK Hanya Sebagai Saksi

Gus Romy dipanggil KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Image
News
Pray for Lombok

Trauma Terhadap Gempa, Warga Lombok Utara Terpaksa Mengungsi ke Buleleng

Saat gempa pertama terjadi pada Minggu (5/8) malam, ia bersama istri dan anaknya sempat mengungsi ke bukit Gili Trawangan.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Pengamat: Gerilya Prabowo-Sandi ke Kantong Suara Jokowi Tak Pengaruhi Dukungan

Prabowo-Sandi disebut telah curi start kampanye.

Image
News

Pemuda Asal China Berhasil Taklukkan Everest dengan Sepeda, Kok Bisa?

Pesepeda ini taklukkan Everest!

Image
News

Diduga Terjebak di Rumah Terbakar, Satu Keluarga Tewas

"Korbannya suami istri dan dua orang anaknya."

Image
News
Pray for Lombok

Wapres JK Kunjungi Korban Gempa di Lombok

JK juga menyerahkan secara simbolis bantuan santunan untuk ahli waris yang keluarganya meninggal dunia akibat tertimpa runtuhan bangunan.

Image
News

Cerita Keluarga Soal Ali Ahmad Firmasyah yang Dianiaya Pamdal Lapangan Banteng

Keluarga minta polisi mengusut hingga tuntas.

Image
News

Jadi Khatib Salat Ied, Mantan Pendeta ini Jelaskan Makna Berkurban dalam Islam

berkurban dalam konsep Islam bukan penebus dosa atau memohon bangunan menjadi kokoh tetapi wujud ketakwaan manusia kepada Allah SWT

Image
News

Idul Adha, Masjid Al Azhar Kumpulkan 51 Ekor Sapi dan 803 Kambing

"Setelah itu juga kita akan mengadakan pemotongan hewan sudah dihimpun untuk komplek masjid Al Azhar di lingkungan kampus Kebayoran Baru,"

Image
News

Rayakan Idul Adha Lebih Awal, Begini Penjelasaan Al Azhar

Di Indonesia, ada beberapa kelompok berbeda pelaksanaan solat Idul Adhanya.

trending topics

terpopuler

  1. Tak Kapok, Pria ini Kembali Hina Jokowi dengan Menyebut Sampah

  2. Ratna Sarumpaet Kesal dengan Netter: Matamu Melototin Kenorakan Presiden Pujaanmu

  3. Mantan MenPAN-RB Temui Luhut, Ada Apa?

  4. Disebut Tak Sigap Seperti Erdogan, Analis: Jokowi Lebih Baik Kelola Ekonomi

  5. Jabatan ASDM Saat Ini Masih Dalam Perdebatan Konstitusional

  6. Pelatih Hong Kong: Lilipaly dan Suporter Indonesia Penyebab Kekalahan Kami

  7. Jonatan Gagal Jadi Penentu Kemenangan Indonesia

  8. Asian Games Berlangsung, Sandiaga Ingin Buka Lapangan Pekerjaan Untuk Masyarakat

  9. Bukan Lagi 4 Sehat 5 Sempurna, WHO Telah Mengganti MPASI Menjadi 4 Bintang

  10. Lawan Jepang, Indonesia Bakal Tampil Tanpa Beban

fokus

Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Idul Fitri 2018

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Bom Waktu Data Pemilih Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Jokowi Memainkan Politik Bhinneka Tunggal Ika di Asian Games

Image
Mohamad Gin Gin Ginanjar

Membidik Investor di Perhelatan IMF-WB 2018

Image
Ujang Komarudin

Merdeka atau Mati

Wawancara

Image
Asian Games

Shilpakar Sanjeeb

"Dibanding Nepal, Cuaca Jakarta Lebih Hangat"

Image
Asian Games

Yuni Kartika

"Kita Ingin Buat Mereka Betah di Kampung Atlet"

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Sosok

Image
Hiburan

Dari Artis ke Atlet Jutsu, 5 Aksi Simone Julia Saat Latihan

Image
Gaya Hidup

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Pembukaan Asian Games 2018 Spektakuler, Ini Orang Hebat Dibalik Layar

Image
Hiburan

5 Fakta Perjalanan Karier CEO Keren Wishnutama