breaking news: Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal Dunia

image
Login / Sign Up

Budi Sikumbang Setia Melindungi Penyu di Pantai Sorkam Tapteng

Damai Mendrofa

Image

Penangkaran Tukik (bayi penyu) di Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah. | FACEBOOK/Budi Sikumbang

AKURAT.CO, Lautan Teluk Tapian Nauli dan pantai di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menyimpan banyak harta terpendam yang patut mendapatkan perhatian dari seluruh pihak.

Salah satunya keberadaan Penyu yang diprediksi telah menjadikan pantai di kabupaten di pesisir barat Sumut ini menjadi habitat untuk berkembang biak sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Dugaan ini bukan tanpa data dan alasan. Penyu memang sejak puluhan tahun silam secara musiman terlihat menggali sarang-sarangnya dan meletakkan telurnya khususnya di sepanjang pantai Binasi yang terletak di Kecamatan Sorkam Barat.

baca juga:

“Tidak saja di pantai Binasi, sampai pantai Sorkam, pak Wali Kota Sibolga (Syarfi Hutauruk-red) juga tahu, penyu disini berjenis ada dibilang Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Tempayan dan Penyu Katung Langit,” tutur Kordinator Kelompok Masyarakat Konservasi Pantai Kelurahan Binasi, Budi Sikumbang dihubungi AKURAT.CO lewat telepon,  Minggu (3/2).

Sayangnya habitat Penyu ini dalam keterancaman. Budi dan kelompoknya sejak 2013 silam akhirnya memutuskan mendirikan kelompok pegiat lingkungan. Orientasinya jelas, melindungi habitat Penyu dengan melakukan penangkaran terbuka dan monitoring secara berkala setiap musim bertelur tiba.

“Dijaga sarang, malam, monitoring kalau dapat kita pindahkan ke penangkaran, kalau ada warga menemukan kita bayar harganya Rp2.000 per telur,” terang Budi.

Meski dijaga secara ketat dengan monitoring dan himbauan tegas, aksi pencurian telur agaknya masih terjadi dan terus menyumbang angka penurunan sarang telur dari tahun ke tahun. Menurut Budi, biasanya setiap tahun dalam rentang musim bertelur yakni November hingga Maret, tercatat sebanyak 38 penyu membangun sarangnya. Tapi kini jumlah itu menurun drastis menjadi 12 sarang.

Budi mengaku pencurian dan penjualan telur penyu yang terjadi di Kota Sibolga juga sudah dilaporkan ke instansi terkait meski masih secara lisan. Pihaknya juga sudah mengeluarkan sikap penolakan aktifitas pukat trawl. Karena menurut Budi, aktifitas pukat itu juga sangat mengusik habitat dan kehidupan penyu.

“Kami sekarang tanda tanya besar, ini hanya waktu (tinggal) bulan 3 (Maret-red) saja dari bulan November, kemana sih sebagian sarang lain?” ungkap Budi.

Para pelaku menurut Budi agaknya tak pernah jera dan tak berhenti melakukan pencurian bahkan di lokasi yang sudah dijadikan sebagai penangkaran terbuka oleh kelompok ini.

“Yang kita tangkarkan saja dicuri, sekarang tapi kita belum ada fasilitas untuk penangkaran baik itu rumah, pos jaga, sekarang penangkaran terbuka yang disembunyikan, di belakang pemukiman juga (Penyu) mau naik (membangun sarang-red), tapi kami tidak bisa berbuat,” katanya.

Aksi melawan hukum ini diduga didorong ketidakpedulian aparatur pemerintah setempat. Menurut Budi, ia dan rekan-rekannya sejak mendirikan kelompok itu dicap sebagai orang gila dan tanpa kerjaan.

“Otomatis lawan kami disini petinggi (aparatur pemerintah) disini, dibilang kami orang gila, kurang kerjaan, sekarang sampai sekarang masih sepele.,” beber Budi.

Kendati Budi mengaku dirinya dan kelompoknya yang sudah ber akte notaris serta sejumlah anggota tidak tetap lainnya tidak akan berhenti melakukan aksi penyelamatan Penyu. Buktinya ratusan ekor Tukik (bayi Penyu) akan dilepaskan ke lautan bebas, Senin (5/2).

“Ada 483 ekor Tukik berusia tiga minggu yang akan dilepas, pelepasan dari tiga sarang,” sebut Budi.

Perlawanan secara mental dan aksi pencurian yang masih terus terjadi ini menurut Budi membutuhkan sikap tegas. Ia mengaku, sepanjang menggiatkan perlindungan terhadap Penyu, dirinya dan kelompoknya menggalang dana secara swadaya dan mandiri.

Kutipan diberikan kepada setiap anggota secara variatif dari nilai terkecil Rp5 ribu hingga Rp50 ribu setiap kali anggota pulang bekerja dari laut. Karena itu, Budi mengaku sangat mengharapkan adanya perhatian dari pihak yang peduli dan pemerintah.

“Selama ini pepatah kami, ayam kehilangan induk, gak tahu mau ngadu kemana. Jadi kalau nanti ada yang peduli, (misalnya) kita berharap kepada pemerintah nanti bisa studi banding ke daerah lain untuk bisa mengetahui apa jenis penyu ini sebenarnya,” tuturnya.

Kepedulian ini menurut Budi sangat beralasan secara visioner, yakni sebagai warisan bagi anak cucu dan generasi di masa mendatang.

“Tempo hari, dan di zaman pak Syarfi kecil, melihat penyu itu gampang dan tidak takut pada manusia. Sekarang di zaman kami, begitu nampak Penyu, Penyunya lari, ini lah cara kami, selain itu kami juga berharap ini bisa menjadi ikon Tapteng, biar anak cucu kami ke depan juga tahu bawa penyu itu ada, jangan sampai (seperti) di pantai timur, dulu ada penyu sekarang sudah tidak ada lagi dan hanya bisa melihat penyu dengan nonton tv, kalau bisa kita kembalikan kenapa tidak?” urai Budi.

Editor: Islahuddin

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Marissa Nasution Setiap Bepergian Jauh Selalu Bawa Flat Shoes

Image

Gaya Hidup

Pengasuh Anak Ini Sudah Bisa Keliling Dunia, Kamu Kapan?

Image

Gaya Hidup

Pelaku Industri Pariwisata ini Bilang Kuliner dan Wisata Tak Bisa Dipisahkan

Image

Gaya Hidup

Tips Jessica Iskandar Saat Traveling Bersama Anak Kecil

Image

News

Murid Tikam Guru di Tapanuli Tengah, Kapolsek Sorkam Enggan Beri Keterangan

Image

Video

VIDEO Menginap di Kamar Beratap Langit Bertabur Bintang

Image

Video

VIDEO Ransel 'Melayang' Ini Cocok untuk Para Traveler

Image

Hiburan

Ternyata Ini Alasan Mengapa Hamish Daud Begitu Mencintai Laut

Image

Gaya Hidup

Selamat! Singapore Airline Jadi Maskapai Paling Direkomendasikan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Jam Tangan Dimata Pandji Pragiwaksono Punya Nilai Estetika

Jam tangan menjadi aksesoris penting Pandji dalam berpenampilan karena nilai estetika disebuah jam tangan.

Image
Gaya Hidup

Tips Mudah Merawat Jam Tangan ala Pandji Pragiwaksono

Ada dua hal yang dilakukan Pandji untuk merawat jam tangannya, simpan kembali ke kotaknya dan rutin membersihkannya.

Image
Gaya Hidup

Ternyata, Usia Pubertas Rentan Sekali Kena Ketombe

Ketombe bisa muncul pada masa pubertas

Image
Gaya Hidup

Kemen PPPA Bangun Sekolah Ceria untuk Redakan Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa

Sekolah ceria bentuk peduli Kemen PPPA terhadap anak-anak

Image
Gaya Hidup

Bosan Hadapi Masalah Rambut Rontok? Ini 5 Cara Mudah Mengatasinya

Perawatan rambut yang berlebihan serta mengikat rambut terlalu kencang justru menjadi salah satu penyebab kerontokan rambut

Image
Gaya Hidup

Tidak Semua Orang Boleh Diberi Vaksin, Ini Penjelasannya

Vaksin itu penting, tetapi tidak semua harus dapat?

Image
Gaya Hidup

Bisa Tidak Ketombean, Agnez Mo Hindari Asap Rokok dan Debu Jalanan

Dirawat dan dijaga agar enggak ketombean

Image
Gaya Hidup

Begini, Pandji Pragiwaksono Jaga Kesehatan Saat Bepergian Jauh

Pandji Pragiwaksono pada Oktober- akhir bulan Januari 2018 akan melakukan kegiatan World Tour ke 13 kota di 5 negara

Image
Gaya Hidup

Olahraga Setiap Hari Bisa Cegah Alzheimer

Aliran darah ke otak mampu memperbaiki fungsi otak.

Image
Gaya Hidup

Kembangkan Pariwisata Danau Toba, Pilot Project Homestay dan Tourist Guide Diluncurkan

Pilot project ini akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi.

trending topics

terpopuler

  1. Yenny Wahid Kirim 12 Nama yang Masuk Struktur BPN Prabowo-Sandi

  2. Penyewaan Gudang Import Beras, Raja Juli Antoni: Jokowi akan Pertemukan Kedua Pihak

  3. Kritik HNW Sebut Sandiaga Ulama, Cholil: Jangan Terlalu Umbar Kata Ulama Ustaz

  4. Dahlan Iskan dan Khofifah-Emil Mundur dari Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Wilayah Jatim

  5. 10 Aksi Soimah Saat di Rumah, dari Siram Tanaman sampai Bersih-bersih

  6. Unggah Foto Berseragam Akpol, Begini 10 Perubahan Penampilan Umay Shahab

  7. Gara-gara AS Beli Minyak Rusia Harus Pake Euro

  8. Tantang KSAD Nobar Film G30S/PKI, Gatot: Kalau Takut, Pulang Kampung Saja

  9. Indonesia Pastikan Satu Wakil di Semifinal Ganda Putra

  10. Sempat Ricuh di Tanjungpura Langkat, GP Ansor Tetap Lanjutkan Kirab Satu Negeri

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Image
Metik Marsiya

Membaca Aura Jokowi: Dulu, Sekarang dan Saat Akan Hadapi Pilpres 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Kembangkan Ekonomi Lewat Budaya, Suhardini Bustanil Arifin Diganjar Penghargaan

Image
Hiburan

5 Fakta Sutradara Mouly Surya yang Filmnya Masuk Nominasi Piala Oscar

Image
Ekonomi

Berawal dari Girlband, Victoria Beckham Jadi Pengusaha Fesyen Kelas Atas