image
Login / Sign Up
Image

Bongkar Pasang Kebijakan Penataan Kawasan Tanah Abang

Ridwansyah Rakhman

100 Hari Kinerja Anies-Sandi

Image

Ilustrasi Tanah Abang | Candra Nawa

AKURAT.CO, Tanah Abang merupakan salah satu pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara. Segala komponen untuk bisa disebut sebagai pasar ada semua di kawasan ini, mulai pusat perbelanjaan, tempat pemotongan hewan, bahkan pekerja seks komersil kalangan bawah yang kerap terlihat di malam hari.

Sebagai lokasi dengan bermacam problematika, hingga kini belum ada pemimpin ibu kota yang mampu membereskan permasalahan di kawasan tersebut. Upaya penataan kawasan Tanah Abang bukan kali pertama dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan jajarannya. Sebelumnya pada masa jabatan Joko Widodo hingga Basuki Tjahaja Purnama, kawasan Tanah Abang menjadi perhatian khusus baik oleh gubernur maupun pihak kepolisian.

baca juga:

Hampir seluruh jajaran satuan polisi Pamong Praja dikonsentrasikan untuk menjaga kawasan Tanah Abang steril dari pedagang kaki lima.

Pada 11 Agustus 2013, Pemerintah Provinsi DKI menutup pasar kambing yang berada tepat di bagian bawah Blok G. Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa memasukkan para pedagang kaki lima (PKL) ke dalam Blok G. Pada masa tersebut sempat terjadi konflik vertikal antara pedagang kambing dengan petugas Satpol PP. Beberapa kali terjadi keributan yang menelan korban baik dari warga maupun Satpol PP.

Pada April 2015, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berupaya mengurai kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya angkutan umum dengan menerapkan sistem scan barcode di tiap angkutan umum. Hanya angkutan umum yang lolos barcode boleh melintas di kawasan Tanah Abang, namun hal ini tidak berjalan mulus.

Selanjutnya, hal lain yang dilakukan pemerintah adalah mengurangi keberadaan parkir liar, di mana petugas dinas perhubungan melakukan patroli tiap hari untuk memastikan tidak ada lahan yang dijadikan lokasi parkir liar.

Saat ini, di era kepemimpinan Anies-Sandi, penataan kawasan Tanah Abang juga dilakukan dengan merubah kebijakan 360 derajat. Jika pada masa Ahok – panggilan Basuki Tjahaja Purnama – pemerintah sekuat tenaga untuk memasukkan PKL ke dalam pasar Blok G. Di masa kepemimpinan Anies-Sandi, pedagang diberikan ruang untuk berjualan di tengah jalan Jatibaru.

Jika melihat persoalan utama di kawasan Tanah Abang sedikitnya ada enam penyebab kesemrawutan. Yang pertama adalah pedagang kaki lima yang menggunakan sebagian lahan, kedua banyaknya angkot yang berhenti di sembarang tempat, ketiga kemacetan menjadi celah bagi pedagang asongan yang menjual minuman dan rokok untuk mengais rejeki di tengah jalan.

Penyebab ke empat yakni kuli panggul barang yang kadang menggunakan sebagian jalan untuk membawa barang tekstil dari pasar ke kios ekspedisi. Yang kelima adalah kios ekspedisi itu sendiri, di mana untuk menunggu truk pengangkut penuh, pihak ekspedisi memarkir truknya di kawasan Tanah Abang. Dan yang keenam adalah pangkalan ojek.

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO di lokasi, kesemrawutan Tanah Abang terlihat dari  pembawa barang yang menggunakan troli, kegiatan bongkar muat perusahaan ekspedisi, angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang tanpa aturan, belum lagi bus besar yang ngetem di depan pasar Blok G. Selain itu pedagang minuman dan makanan ringan juga menyumbangkan kesemrawutan di kawasan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Terkait masalah di atas, pemerintah sempat memberikan beberapa wacana untuk mengurai kesemrawutan. Di antaranya adalah membatasi jam operasional ekspedisi di mana perusahaan ekspedisi baru bisa beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Wacana ini pernah dilontarkan Saifullah ketika masih menjabat Wali Kota Jakarta Pusat.

Wacana lain juga sempat keluar dari mantan Kasatpol PP Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi, yang saat itu menilai kesemrawutan Tanah Abang bisa diurai jika tidak ada kendaraan pribadi yang melintas di kawasan itu. Artinya, pemerintah harus menyiapkan kendaraan dari perempatan Karet Bivak, kemudian dari perempatan Sarinah, Jalan KS Tubun dan Jalan Cideng. Dengan demikian, kawasan Tanah Abang akan steril.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, menilai bahwa selama ini kawasan Tanah Abang hanya dijadikan ujicoba oleh pemerintah Provinsi DKI. Ketika Jokowi menjabat Gubernur, kawasan Tanah Abang menjadi perhatian. Namun, kini yang dilihat hanya upaya penertiban dan penataan kawasan tersebut tanpa mencari akar masalahnya.

Seharusnya, jika memang sudah ditemukan akar permasalahan, pemerintah bisa memberikan solusi, antara lain melakukan pendataan ulang terhadap pemilik kios.

Kemudian mengenai parkir, pemerintah harus tegas terhadap pengelola kawasan Tanah Abang. Artinya, pemerintah bisa mendesak pengelola kawasan tersebut untuk menyediakan lahan parkir yang benar benar manusiawi.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah kita sebagai warga ibu kota bisa merasakan kenyamanan saat berbelanja di kawasan Tanah Abang? Atau memang kita harus membiasakan diri dengan keadaan seperti saat ini yang bisa dikatakan sangat semrawut.[]

* Ridwansyah, Redaktur News AKURAT.CO

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

DPRD DKI Tak akan Intrevensi Gerindra-PKS Terkait Nama Wagub Pengganti Sandi Uno

Image

News

KPUD Umumkan 161 DCT Caleg DPRD DKI Jakarta Besok

Image

News

Jadi Kandidat Pengganti Sandi, Syaikhu Kerap Jalin Komunikasi Dengan Anies

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Demi Bahagiakan Jakmania, Persija Tak Boleh Kalah dari Persib

Image

Ekonomi

Pelaku Pasar Antisipasi Perang Dagang, IHSG Ditutup Riang

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2018

Lawan Persija, Waktunya Persib Balas Dendam

Image

Olahraga

Asian Para Games Jakarta 2018

Pembukaan Pesta Olahraga ''Super Human'' Bakal Adaptasi Konsep Asian Games 2018

Image

News

8 Pejabat Eselon II Tak Indahkan Panggilan Anies Baswedan

Image

Olahraga

Asian Para Games Jakarta 2018

Soal Tiket, INAPGOC Belajar dari Asian Games

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Prostitusi Online Lewat Aplikasi Chat

Kepada polisi, para tersangka mengaku menggeluti bisnis esek-esek melalui layanan aplikasi Bee Talk karena terhimpit permasalahan ekonomi.

Image
News
Pilkada Serentak 2018

Jelang PSU Kota Cirebon, KPU Musnahkan Puluhan Surat Suara

Dia menambahkan pihaknya akan mendistribukan logistik keperluan PSU pada Jumat (21/9/l) sekitar pukul 07.00 WIB

Image
News

DPRD DKI Tak akan Intrevensi Gerindra-PKS Terkait Nama Wagub Pengganti Sandi Uno

"Saya menungu Gerindra dan PKS menyodorkan nama - nama (cawagub) mereka,"

Image
News
Pilpres 2019

Ini Teknis Pengambilan Nomor Urut Capres-Cawapres

Pengundian nomor urut dijadwalkan pukul 20.00 WIB.

Image
News

Malam Ini, KPU Gelar Pengambilan Nomor Urut Capres-Cawapres

Ada kemungkinan pencabutan (nomor urut) malam.

Image
News

KPUD Umumkan 161 DCT Caleg DPRD DKI Jakarta Besok

Semuanya 161 DCT dari 16 partai politik untuk merebutkan 106 kursi DPRD DKI.

Image
News

Gubernur Jateng: Seleksi Penerimaan CPNS Harus Transparan

Saya berharap ada pengawasan dari masyarakat.

Image
News

Jadi Kandidat Pengganti Sandi, Syaikhu Kerap Jalin Komunikasi Dengan Anies

Saya dengan Pak Anies banyak acara-acara yang memang dihadiri bersama.

Image
News

Bandara Internasional Yogyakarta Dirancang Tahan Gempa dan Tsunami

Kami merancang konsep gedung terminalnya adalah 'green building' dan dirancang tahan gempa maupun tsunami.

Image
News

Polres Indramayu Amankan 4.172 Botol Miras dari Hasil Operasi

Selain itu juga dalam rangka mendukung kebijakan dari Pemkab Indramayu yang telah mewacanakan terbebas dari peredaran minuman beralkohol

trending topics

terpopuler

  1. Yenny Wahid Kirim 12 Nama yang Masuk Struktur BPN Prabowo-Sandi

  2. Stop Sunat Anak Perempuan, Itu Salah Satu Bentuk Kekerasan Anak!

  3. Dikenal Sopan, 5 Foto Artis di Medsos Ini Jadi kontroversi

  4. Anggaran Rp1,2 Triliun PMD PD PAM Jaya Ditolak, Anies: Saya Minta untuk Rakyat Bawah

  5. Penyewaan Gudang Import Beras, Raja Juli Antoni: Jokowi akan Pertemukan Kedua Pihak

  6. Kritik HNW Sebut Sandiaga Ulama, Cholil: Jangan Terlalu Umbar Kata Ulama Ustaz

  7. 8 Pejabat Eselon II Tak Indahkan Panggilan Anies Baswedan

  8. Ernest: Mungkin di Zaman Ahok, Siswa yang Belum Dibayar Honor Tari Asian Games Cegat Gubernur, Sekarang?

  9. Ada Anggaran Dicoret DPRD, Pengamat: OK OCE Adalah Program Minim Persiapan

  10. Yuan Mulai Gencet Dolar AS

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Image
Metik Marsiya

Membaca Aura Jokowi: Dulu, Sekarang dan Saat Akan Hadapi Pilpres 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Sutradara Mouly Surya yang Filmnya Masuk Nominasi Piala Oscar

Image
Ekonomi

Berawal dari Girlband, Victoria Beckham Jadi Pengusaha Fesyen Kelas Atas

Image
Gaya Hidup

Cerita Pahit Yudha Tri Aditya, si Badut Sirkus yang Menjadi Atlet Trampolin