image
Login / Sign Up

Gudeg Yu Djum Habiskan Satu Ton Gori dan Ribuan Telur Bebek Per Hari

Herman Syahara

Image

Gudeg Yu Djum | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Tak ada yang istimewa dari fisik bangunan rumah tua dua lantai lantai itu. Lantai pertama digunakan untuk ruang makan dan dapur. Lantai dua nampaknya untuk tinggal keluarga.

Letaknya pun berada di sebuah jalan buntu. Untuk masuk sampai ke halaman, atau sebut saja area parkir yang hanya memuat 10-an kendaraan roda empat itu, sopir harus pandai bermanuver di gang sempit yang lebarnya hanya untuk satu mobil itu. Karena dari pintu gabg itu masuk, di pintu itu pula keluar.

Namun, begitulah, kalau sudah cita rasa yang bicara. "Di lubang semut" pun sebuah rumah makan akan diburu penikmatnya kalau bumbunya pas di lidah. 

baca juga:

AKURAT.CO/Herman Syahara

Fenomena inilah agaknya yang terjadi pada Rumah Makan Gudeg Yu Djum. Boleh jadi,  ini rumah makan paling "spektakuler" di Yogyakarta. Saking tingginya permintaan pasar,  dalam sehari, jika musim liburan, rumah makan tradisional ini menghabiskan 1 ton gori (buah nangka muda) sebagai salah satu bahan utama gudeg.

Gori khusus imdidatangkan dari daerah Prembun untuk alasan kelezatan dan estetika. Dari pengalaman, gori Prembun tidak akan mudah lumat meski dimasak dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan rumah makan gudeg lainnya yang biasanya menggunakan telur ayam negeri, Gudeg Yu Djum menggunakan telur bebek.

"Kalau sedang ramai, dalam sehari kami menghabiskan lima ribu sampai sepuluh ribu butir telur bebek," kata seorang karyawan yang sedang mengupas telur bebek di dapur, ketika AKURAT.CO diijinkan memasuki  ruang dapur  berukuran besar rumah makan yang terletak di Karangasem Mbarek, CT III/22, Jalan Kaliurang Km 4,5 Yogyakarta itu, Selasa (16/1).

AKURAT.CO/Herman Syahara

Kehebatan lain rumah makan yang telah berdiri sejak 1950 itu pun tidak menggunakan ayam negeri sebagai lauk pauknya. Sejak awal berdirinya, Gudeg Yu Djum telah menggunakan ayam kampung. Setiap harinya tidak kurang 500-an ekor ayam --dan bisa mencapai 1000 ekor lebih jika musim liburan--  dihabiskan untuk memenuhi pesanan pelanggannya baik mereka yang makan langusung di tempat, dibungkus besek atau kendil sebagai buah tangan, dan  pesanan berbagai acara.

Dengan jumlah bahan baku yang sedemikian besar itu membuat konsekuensi pada luasnya dapur sebagai pusat pengolahan. Di dapur yang luas dan berbentuk leter L itu, sekurangnya terdapat 8-10 tungkus besar berbahan kayu bakar.

Ketika memasuki dapur di saat semua tungku aktif mematangkan masakan,  merebus telur, ayam, dan gori di atas panci-panci besar,  udara  panas langsung menyergap. Namun ini nampaknya bukan hal luar biasa bagi belasan karyawannya.

Bila Anda memesan seporsi Gudeg Yu Djum, biasanya akan ditempatkan pada piring beralas daun pisang. Di dalamnya  ada nasi, gori, krecek, yang disiram kuah khusus santan kental (areh), dan lauk susai pesanan.  Ada  telur rebus yang sudah dibumbui, tahu, tempe, suwiran daging ayam, ampela ati, potongan bagian tubuh ayam seperti kepala, dada, paha atas, dan sebagainya. Harga berkisar Rp 15-25 ribu rupiah per porsi.

Soal rasa, tak perlu diperdebatkan lagi. Dengan supervisi pada bahan baku dan bumbu yang sedemikian ketat membuat citarasa gudeg Yu Djum amat terjaga dan  tidak rata-rata. Seorang mantan anggota DPR RI yang kini menduduki kursi komisaris di sebuah  BUMN asal Yogyakarta mengaku sejak muda telah berlangganan gudeg Yu Djum.

Suasana dapur Gudeg Yu Djum (AKURAT.CO/Herman Syahara)

"Jika pulang kampung, sesampainya di Yogya saya tak makan di rumah. Tapi langsung ke Yi Djum," katanya.

Sayangnya, untuk menggali informasi resep rahasia keberhasilan usaha ini dari tangan pertama tak bisa dilakukan. Karena sang perintis kuliner, Yu Djum atau Yu  Djuwariyah, telah wafat November 2016 dalam usia 87 tahun. Kini  rumah makan Yu Djum dikelola anak-anak dan keluarganya.[]

Editor: Islahuddin

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Tak Banyak Restoran Indonesia di Luar Negeri, Kendala Utama Perkenalan Kuliner

Image

Hiburan

Masih Muda, Randy Martin Mulai Belajar Bisnis

Image

Gaya Hidup

Kemenpar Kawal 3 Kota Ini Disertifikasi Destinasi Kuliner Kelas Dunia

Image

Gaya Hidup

Waduh! Sampai Sekarang Indonesia Belum Tetapkan National Food

Image

Gaya Hidup

Manjakan Pecinta Kuliner dan Shooper, WICSF 2018 Kembali Digelar

Image

News

Wajah Susi Pudjiastuti di Buah Semangka!

Image

Gaya Hidup

Yakin Sudah Tahu Seluk Belum Ayam Taliwang?

Image

Gaya Hidup

Kenalkan Indonesia Lewat Kebiasaaan Kaum Milenial Pamer Foto di Sosmed

Image

Gaya Hidup

Wow! Sate Rembiga Khas Lombok Ternyata Direndam 12 Jam

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Ke Zona Main Dome di Luminarium Trilumin Bagai Terbang Bersama Bintang

Tiket masuk Luminarium Trilumin Rp60 Ribu

Image
Gaya Hidup

Bagaimana Kabar Vaksin MR di Ambon?

Halal haram masih jadi kendala

Image
Gaya Hidup

Tak Banyak Restoran Indonesia di Luar Negeri, Kendala Utama Perkenalan Kuliner

Baru ada 10 restoran

Image
Gaya Hidup

Buruan! Luminarium Trilumin Dipamerkan di Jakarta

Karya seni Alan Parkinson dipamerkan di Jakarta

Image
Gaya Hidup

Ketahuilah! Ini Ciri-Ciri Garam Beryodium Asli dan Garam Bodong

Bisa dites pakai singkong

Image
Gaya Hidup

Vaksin MR, Menkes: Saya Tak Ingin Anak-anak Kita Mati karena Campak

Indonesia timur tempati peringkat tertinggi yang berhasil faksin MR

Image
Gaya Hidup

Nola AB Three Selalu Terbuka Bila Naura Curhat Soal 'Cowok'

Jujur, Nola AB Three mulai khawatir Naura beranjak dewasa

Image
Gaya Hidup

4 Tips Menghaluskan Tumit Kasar dan Pecah-Pecah

Karena tekanan terus menerus saat berjalan, kulit tumit jadi mengeras dan timbul efek retak atau pecah-pecah

Image
Gaya Hidup

Kemenpar Kawal 3 Kota Ini Disertifikasi Destinasi Kuliner Kelas Dunia

Kemenpar upayakan UNWTO sertifikasi destinasi kuliner kelas dunia

Image
Gaya Hidup

Saat Orang Azerbaijan Menikmati Seni Karya Anak Indonesia

Ada Dwiki Darmawan juga

trending topics

terpopuler

  1. Farhat Beli Celana karena Tambah Gemuk, Eh Ketemu Habiburokhman: Suara Rakyat Suara Tuhan

  2. Jika Prabowo Terpilih Kasus Rizieq Ditutup, Polisi: Presiden Tidak Bisa Intervensi Hukum

  3. Saidiman: Selama Ini Kupikir Sandiaga Itu Ubaru, Ternyata Ulama, Warbyasak

  4. Selama Sembunyi, Pembunuh Sadis Ninin dengan Santai Selalu Pantau Berita

  5. Deklarasi Garda Jokowi di Kotta Barat Ditolak, Rudi: Ya Kami Menjaga Komitmen

  6. Siapa Bilang Saat Hamil Tak Bisa Berhubungan Intim?

  7. Lagi, Sandi Sebut Isu Ekonomi Akan Jadi Pembahasan Utama pada Kampanye

  8. Deklarasi Garda Jokowi Ditolak Ormas hingga Gadis Polos Dibunuh di Kamar Mandi

  9. 10 Caption Ferry Salim di Instagram yang Kocak Abis, Keren Mah Bebas!

  10. Sambangi Tiga Bocah Korban Penyekapan Ibu Angkat, Wali Kota Makassar: Pastikan Tidak Mengalami Trauma

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Image
Metik Marsiya

Membaca Aura Jokowi: Dulu, Sekarang dan Saat Akan Hadapi Pilpres 2019

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Larangan Eks Koruptor Nyaleg Ditolak MA, Bukti KPU Lampaui Kewenangan

Image
Hendi Subandi

Ruang Hampa RUU Konsultan Pajak

Wawancara

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Image
Asian Games

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Suka Duka Jadi Voulenteer Asian Games? Ini Curhatan Mereka

Sosok

Image
Hiburan

Purwa Tjaraka: Bicara Habibie Susah Distop

Image
Ekonomi

Mantan Menko Ekouin, Merapat ke Prabowo

Image
Ekonomi

Heera Syahir Karim Perempuan Indonesia yang Mendunia