image
Login / Sign Up

Ombudsman Cium Pelanggaran Administrasi Menteri Perdagangan Impor Beras 500.000 Ton

Denny Iswanto

Image

Konferensi pers Ombudsman diwakili oleh anggota Ahmad Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman di Jakarta, Senin (15/1). Ombudsman memaparkan temuan maladministrasi dalam rencana impor 500.000 ton beras oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Cerita dagelan antara Menteri Pertanian (Mentan) dan Menteri Perdagangan (Mendag) soal beras terus berlanjut, bahkan Ombudsman RI (ORI) mencium adanya ketidakberesan dalam persoalan kali ini.

Mentan menurut Ombudsman selalu menggembar-gemborkan bahwa stok beras cukup bahkan surplus, sementara Mendag menyatakan stoknya langka dan membutuhkan impor.

"Kita tidak perlu lagi berdebat soal surplus atau tidak karena melelahkan, faktanya stok beras saat ini pas-pasan dan tidak merata. Kami sudah melakukan pemantauan di 31 Provinsi dari tanggal 10-12 Januari 2018," tutur Ahmad Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman, Senin (15/1).

baca juga:

Ombudsman menyatakan bahwa pihaknya bisa memahami ada rencana pemerintah untuk impor beras ditengah stok yang terbatas dari data yang diperoleh dari berbagai propinsi. Apalagi stok Bulog terbatas dan sudah melakukan operasi pasar yang masif.

"Tapi dalam proses impor ada gejala maladministrasi. Ada penyampaian stok yang tidak akurat ke publik oleh pemerintah. Kebijakan impor ini juga mengabaikan prinsip kehati-hatian yang tujuannya untuk mengguyur pasar. Alasannya impor beras khusus, tapi ini kan sensitif karena sudah masuk masa panen," tutur Alamsyah.

Kementerian Pertanian memang selalu menyampaikan bahwa produksi beras surplus dan stok cukup, hanya berdasarkan perkiraan luas panen dan produksi gabah tanpa disertai jumlah dan sebaran stok beras secara riil.

"Pedagang akan ketawa kalau kita terud teriak surplus beras tapi ternyata stoknya tidak ada dan harganya melonjak. Karena pasar komoditas pangan ini seperti pasar saham," tegas Alamsyah.

Apalagi Ombudsman juga melihat bahwa Peraturan Presiden (Perpres) lebih tinggi dari peraturan menteri perdagangan (Permendag). Dalam pasal 3 ayat 2 huruf d Perpres 48/2016 menyatakan bahwa perum Bulog adalah importir yang ditunjuk pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan.

"Kalau bisa Mendag tidak melanggar. Kalau itu dicederai pergaulan internasional kita rusak. Jangan hanya menjaga citra diri sendiri (sebagai Mendag) dampak pergaulan internasional kita bisa rusak. Itu berpengaruh pada banyak hal," ucap Alamsyah.

Dia juga menegaskan bahwa Permendag no 1 tahun 2018 yang begitu cepat dibuat tanpa sosialisasi juga berpotensi konflik kepentingan dan mengabaikan prosedur.

"Apakah PT PPI yang ditunjuk sebagai pengimpor beras sudah berpengalaman melakukan operasi pasar? Apakah impor beras khusus diatur Pemerintah? Apakah impor beras khusus bisa meredam harga pasar yang justru memerlukan beras umum? Ini semua yang harus kita pertanyakan dan berpotensi adanya pelanggaran," pungkasnya. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Mendag: Di Tahun Politik Banyak Beras yang Nanti Dibagi-bagikan Caleg

Image

Ekonomi

China Tuduh AS Lakukan Persekusi dalam Perdagangan

Image

Ekonomi

Trump Yakin Negosiasi Perdagangan dengan Jepang Berjalan Lancar

Image

News

Ombudsman Sebut Banyak Lapas yang Tidak Memenuhi Standar

Image

Ekonomi

Kadin Pertemukan Sejumlah Pemangku Kepentingan Bahas Ketahanan Pangan

Image

Ekonomi

Kemendag Terbitkan Permendag No.94/2018, Berikut Isinya

Image

Ekonomi

Kemendag dan Kemenag Genjot Ekspor ke Arab Saudi

Image

Ekonomi

Ombudsman Sarankan Pemerintah Audit Stok Beras di Gudang Bulog

Image

Ekonomi

DPR: Impor Beras Bukan Tanpa Kajian dan Analisis

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bamsoet Harap Perguruan Tinggi Cetak Banyak Pengusaha Muda

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap perguruan tinggi mampu mencetak banyak pengusaha muda yang unggul dan berjiwa sosial.

Image
Ekonomi

Laju Dolar AS Berakhir Melemah Tipis

Indeks dolar AS turun 0,04 persen menjadi 94,1870 pada akhir perdagangan.

Image
Ekonomi

Rupiah Jegal Pasar Obligasi

Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung kembali melanjutkan penurunan dimanfaatkan obligasi dalam negeri.

Image
Ekonomi

Pelaku Pasar Tahan Diri, Bursa Dunia Lunglai

Pelaku pasar pada bursa saham yang buka cenderung menahan diri maupun melepas posisi untuk antisipasi berbagai sentimen yang muncul.

Image
Ekonomi

USD Tertahan, Rupiah Tak Mampu Ambil Kesempatan

Adanya komentar positif dari Menkeu Sri Mulyani dalam hal penanganan utang tampaknya kurang kuat mengangkat Rupiah.

Image
Ekonomi

IHSG Rawan Melemah Berkelanjutan

Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Image
Ekonomi

Sri Lanka Yakin Kuat Atasi Krisis Imbas Gejolak Dolar AS

Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengungkapkan bahwa pemerintah Sri Lanksa siap untuk menghadapi krisis ekonomi global ak

Image
Ekonomi

Perusahaan Teknologi Jerman Kecam Proteksionisme

Eksekutif senior di sebuah kelompok teknologi asal Jerman menyatakan bahwa tidak ada yang mendapat manfaat ketika menyangkut perang dagang.

Image
Ekonomi

Iran Ngotot Jual Minyak Meski Ada Sanksi AS

Iran akan terus menjual minyak meskipun ada upaya AS untuk mencegah Teheran untuk menuai keuntungan dari penghasil ekspor utamanya.

Image
Ekonomi

Perang Dagang Dorong Harga Mainan Anak Melonjak

Harga mainan kemungkinan akan naik sebagai akibat dari tarif pada barang-barang Cina.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Mantan Dirut Pertamina Menangis saat Dijebloskan Penjara

  2. Tajir Melintir, Kubu Jokowi Pertanyakan Laporan Awal Prabowo-Sandi hanya Rp2 Miliar

  3. Jakmania Dikeroyok sampai Mati, Menpora Tak Tinggal Diam Ada Remaja Jadi Korban Cuma karena Sepakbola

  4. Sebelum Tewas, Ini Pesan Terakhir Haringga kepada The Jakmania

  5. Usai Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati Masih Ribut Nyari yang Benar dan Salah, Duh Gusti

  6. Habiburokhman Pamer Foto: Bersama Duo Seniman Paling Top Abad Ini Ahmad Dhani dan Sang Alang

  7. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Denny: Apa Pelakunya Keseringan Lihat ISIS Menggorok Manusia?

  8. Mustofa: Jangan Mau Digiring ke Isu Potong Bebek atau Isu Ahok

  9. Ferdinand Vs Netter Bikin Ngakak: Saya Lebih Suka Bicara Sama Batu daripada Sama Lu

  10. Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dicurigai Fadli Zon, Johnny Plate: Urus Saja, Urusan Sendiri

Available

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Available

kolom

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!

Image
Ekonomi

Rekam Jejak Karen, Mantan Dirut Pertamina yang Jadi Tahanan Kejagung

Image
Olahraga

Suporter Meninggal

Tak Hanya Bandung, Ini Kota yang Pernah Disinggahi Haringga demi Dukung Persija