breaking news: Wuling Hadirkan 38 Titik Layanan Selama Libur Lebaran

image banner ramadan
Login / Sign Up

Fadli Zon: Akal-Akalan Impor Beras Buat Petani Mati di Lumbung Padi

Aji Nurmansyah

Image

Plt Ketua DPR Fadli Zon saat menerima kunjungan Duta Besar Kazakhstan Askhat T. Orazbay di ruang tamu pimpinan, Nusantara III, Gedung MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (8/1). Pertemuan ini untuk membicarakan berbagai kebijakan dan kerjasama bilateral antar kedua negara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Dagelan beras makin panas, rencana Kementerian Perdagangan untuk impor beras 500.000 ton membuat gaduh dinamika ekonomi politik nasional. Belum lagi sikut-sikutan antar menteri dimana sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan memang stok beras tinggal 1 juta ton, tapi tak lama lagi panen raya tiba. Namun Menteri Perdangangan mengatakan akan mengimpor beras jumlahnya, tak tanggung-tanggung 500.000 ton.

Kontan saja dagelan beras membuat kegaduhan publik. Semua pihak bersuara, mulai dari petani beras lokal, ahli, pengamat hingga Anggota DPR RI. Untuk menolak impor beras itu. Kali ini giliran punggawa partai oposisi yang teriak-teriak meributkan perkara hajat perut masyarakat Indonesia ini. Setelah mendapat kritik dari berbagai pihak Padli Zon Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI menyurakan ketidak setujuannya.

Pasalnya, Rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebesar 500.000 ton pada akhir Januari 2018 mendapat kritik dari Ketua Umum DPN HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Fadli Zon. Menurutnya, rencana tersebut hanya membuktikan kacaunya tata kelola pangan pemerintah, sekaligus menunjukkan rendahnya mutu data pangan yang selama ini mereka miliki. Sebab Impor beras pada masa panen raya ini nilai aneh dan membuat bingung banyak pihak.

baca juga:

“Saya melihat kebijakan impor beras ini sangat aneh. Pernyataan pemerintah tidak ada yang sinkron satu sama lain. Paling tidak ada empat keanehan yang saya catat, misalnya. Pertama, Kementerian Pertanian hingga saat ini masih klaim Januari 2018 ini kita mengalami surplus beras sebesar 329 ribu ton. Dengan mengacu data BPS, Kementan menyatakan bahwa sepanjang 2017 produksi beras mencapai 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi kita sekitar 2,5 juta ton. Jika angka-angka ini benar, kita seharusnya memang surplus beras. Namun anehnya harga beras di pasar justru terus naik.” Ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (14/1).

Fadli berpikir ada banyak sekali keanehan dalam perkara impor beras ini. Pasalnya menurut dia izin impor yang diterbitkan merupakan beras premium. Sementara konsumsi paling besar masyarakat Indonesia terletak di beras medium.

“Kedua, pemerintah menyebut bahwa kelangkaan beras terjadi pada golongan beras medium, yang selama ini dikonsumsi oleh kalangan menengah, namun izin impor yang diterbitkan Kementerian Perdagangan malah untuk beras premium. Ini kan tidak nyambung. Yang dianggap masalah adanya di mana, tapi penyelesaiannya entah ke mana.” Tambahnya.

Disisi lain impor beras sejatinya untuk membuat stabil harga beras di pasaran. Namun alih-alih menstabilkan harga Fadli mempertanyakan adanya peraturan Menteri yang melegitimasi impor beras. Lantas bagaimana dengan nasib petani beras lokal? Bagaimana mungkin mengharapkan petani swasembada beras, sementara kesejahteraan petani beras tidak diperhatikan? Jangan menyalahkan petani ketika ramai-ramai petani meningggalkan pekerjaan dan mencari kerja sebagai buruh pabrik yang lebih pasti mendapatkan penghasilan. Selain itu tidak dihantui kran impor beras.

“Keanehan ketiga, pemerintah berdalih impor beras bulan ini untuk menstabilkan harga beras, artinya untuk keperluan umum. Nah, sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Permendag No. 1/2018, yang disusun untuk melegitimasi impor beras ini, izin impor untuk keperluan umum hanya dapat dilakukan oleh Bulog. Silakan baca Pasal 16 Permendag No. 1/2018. Nah, ini Menteri Perdagangan malah memberikan izinnya ke perusahaan lain.” Tandasnya.

Tak hanya itu, menurut Fadli miris melihat kenyataan impor beras terjadi dikala musim panen. Petani seharus tengah berbahagia. Lantaran jerih payahnya akan diserap oleh Perum Bulog dengan harga tinggi. Namun beda mimpi petani, beda realita yang terjadi. Di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi, petani mati dilumbung padi milik sendiri.

“Dan keanehan keempat, izin impor ini dikeluarkan pemerintah persis pada saat petani kita sedang menghadapi musim panen. Bagi saya, empat keanehan itu sudah lebih dari cukup membuktikan pemerintah selama ini memang tidak transparan dalam mengelola kebijakan pangan.” Paparnya.

Fadli menilai ada yan tidak bers.Ia mencium adanya aroma permainan. Ia juga menilai kenaikan harga beras terlalu dibesar-besarkan. Hal semacam ini menurut dia merupakan akal-akalan pihak tertentu untuk melegitimasi impor beras itu.

“Saya juga menilai bahwa yang membesar-besarkan kenaikan harga beras belakangan ini sebenarnya adalah pemerintah sendiri. Dan itu dipicu oleh aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tak masuk akal. Saat keseimbangan harga di pasar beras berada di atas Rp9.000, pemerintah malah menetapkan HET beras medium, misalnya, di angka Rp9.450. kebijakan tersebut benar-benar sulit dinalar. Bahkan muncul kesan kebijakan HET itu seakan-akan merupakan prakondisi untuk melegitimasi impor beras awal tahun ini.”kata Fadli.

Fadli melanjutkan masalah dan solusi yang disiapkan pemerintah tidak singkron. Ketika produksi padi surplus. Petani sedang menghadapi panen raya namun pemerintah terkesan sewenang-wenang dengan membuka keran impor beras. Walahhh, bagaimana dengan nasib panen beras milik petani lokal? Pasalnya angka 500.000 ton bukan perkara main-main. Ini hanya akan menyakiti hati petani beras di dalam negeri.

"Kalau harga beras naik, sementara di sisi lain pemerintah mengklaim produksi beras sebenarnya sedang surplus, maka yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah melakukan operasi pasar, dan bukannya impor. Impor beras di saat menjelang panen hanya akan menekan harga gabah petani. Harga gabah petani pasti anjlok. Jadi, kebijakan tersebut sebenarnya hanya menyakiti petani saja. Lagi pula, angka impor 500 ribu ton itu apa dasar perhitungannya?!” tegasnya.

Ia menuding jika pada realitanya harga beras memang minus. Berarti pemerintah telah melakukan kebohongan publik dengan menyebar data stok beras tercukupi. Tanpa mengedepankan kajian ilmiah yang harus di sampaikan kepada publik. Karena pada realitanya beras harus impor untuk menambah stok dan menstbailkan harga.

“Jikapun stok beras kita memang minus, yang artinya pemerintah selama ini berbohong dengan klaim surplus beras, saya berharap agar setiap rencana impor, berapa jumlah yang perlu diimpor, dan kapan sebaiknya impor dilakukan, dikaji secara matang dan transparan dulu. Jadi tidak ujug-ujug muncul angka 500 ribu ton tanpa ada dasar alasannya.” Pungkasnya.

Terakhir Fadli menyanyangkan pemeritah begitu sampai hati, melihat petani dihancurkan oleh impor beras. Karena menurut dia pemerintah punya kewajiban untuk mencegah impor beras ini dari semacam jalan perburuan rente. Impor harus dihitung dengan matang. Jagan sampai akal-akalan beras untuk menstabilkan harga hanya untuk cari untung dan memperkaya diri sendiri dan golongan.

“Hal penting lainnya, kalau memang perlu impor dengan kajian jumlah dan waktu yang sudah dikalkulasi matang, impor itu harus dilakukan oleh Bulog. Jangan cari untung dengan dalih stabilkan harga. Bulog juga tidak boleh ambil untung dari impor beras. Itu sebabnya proses impor oleh Bulog juga harus transparan dan diawasi ketat,” tutup dia . []

 

Editor: Juaz

berita terkait

Image

News

Tinjau Protap Pengamanan Unjuk Rasa, Ketua DPR Pastikan Aparat Tak Bawa Peluru Tajam

Image

Ekonomi

Usulan Brexit PM May Ditolak Mentah-mentah Parlemen Inggris

Image

News

Tagar #TangkapPrabowo Dilawan #DukungPrabowo, Gerindra: Ada yang Giring Opini Buat Mendiskreditkan Pak Prabowo

Image

News

Aksi 22 Mei

#TangkapPrabowo Trending Topik, Gerindra: Kami Melihat Ada Upaya Penggiringan Opini yang Mendiskreditkan Prabowo

Image

News

Aksi 22 Mei

Tagar #TangkapPrabowo Trending di Twitter

Image

News

Massa Bersorban dan Gamis Putih Datangi Gedung DPR

Image

Ekonomi

Indef Sarankan Penghapusan Bea Cukai di Area Trade Zone Perlu Dicabut, Alasannya?

Image

News

Begini Suasana Penjagaan Ketat di Kawasan Kompleks Parlemen

Image

News

Pemilu 2019

Ketua DPR Ingatkan Aparat Keamanan Tak Terprovokasi Massa Aksi 22 Mei

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

40 Persen Industri AS di Cina Bakal Beralih ke Negara Lain

Hampir 40 persen korporasi AS yang beroperasi di China mempertimbangkan meninggalkan negara tersebut di tengah sengketa perdagangan yang s

Image
Ekonomi

Berimbas Terhadap Okupansi Pengelola Hotel Harap Situasi Politik Segera Pulih

Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) berharap situasi politik di Jakarta segera kondusif. Harapan ini agar tidak berdampak p

Image
Ekonomi

Fintek Rambah Pelayanan Kepada Petani yang Butuh Modal

Kredit Pintar yang merupakan platform Peer-to-Peer/P2P pinjaman multiguna kini telah mulai merangkak ke segmen pinjaman produktif yaitu ke s

Image
Ekonomi

Riset Inovasi Tembakau, Pemerintah Gandeng HM Sampoerna

Kemenristekdikti menjalin kerja sama terkait penelitian tembakau dengan perusahaan rokok PT HM Sampoerna.

Image
Ekonomi

Warganet Geram Demo Ricuh Buat Pedagang Tanah Abang Turun Omset Jelang Lebaran

Situasi Jakarta yang memanas alias dibumbui adanya kericuhan oleh sekelompok massa, menolak hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden (Pil

Image
Ekonomi

Dilanda Krisis Ekonomi, Sudan Selatan Akan Tutup Kantor Kedutaan di Beberapa Negara

Sudan Selatan dikabarkan akan menutup sejumlah kedutaan besarnya di seluruh dunia untuk mengurangi biaya operasional.

Image
Ekonomi

Occidental Petroleum AS Akan Serap CO2 untuk Mengekstrak Minyak

Occidental Petroleum, produsen minyak di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (21/5/2019) bekerjasama dengan Carbon Enginering.

Image
Ekonomi

Bebas Kantong Jebol, 7 Voucer Belanja Online Jelang Lebaran Ini Bisa Pangkas Pengeluaran

Bikin lebih hemat!

Image
Ekonomi

Kemenperin Klaim Kinerja Manufaktur Tumbuh Positif

Sejumlah sektor industri manufaktur mampu mencatatkan kinerja positif di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2019.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Peserta Mudik Gratis Bank BTN Capai 2.500 Orang

Jumlah peserta mudik bareng BTN tersebut telah meningkat 66% dibandingkan tahun lalu yang hanya 1500 peserta.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Sudah Tiga Jam Bentrok, Massa Lakukan Pembakaran di Pasar Tanah Abang

  2. Viral, Potret Polisi Terlelap dan Video Call Anak saat Amankan Demo KPU dan Bawaslu

  3. Memasuki Waktu Sahur, Massa yang Melawan Polisi Semakin Bertambah

  4. Kerusuhan Meluas ke Wilayah Slipi-Petamburan

  5. 7 Potret Penuh Kehangatan Khofifah Indar Parawansa Bersama 4 Anaknya

  6. Ruhut: Kenapa Kerusuhannya di Petamburan? Itu Markas Besarnya FPI

  7. Masih Balita, 5 Anak Selebriti ini Mulai Dikenalkan pada Agama

  8. Epic, Anak Kecil Ini Ketakutan Setengah Mati Karena Mainannya Sendiri

  9. Andi Arief: Pak Jokowi dan Pak Prabowo Matikan Televisi, Bertemulah

  10. Manajemen Hotel Millenium Keluarkan Larangan Keluar kepada  Tamunya

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

5 Potret Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi Bersama Keluarga, Seru!

Image
News

Pemilu 2019

Lima Kali Menang Pemilu, Ini 5 Fakta Karier Jokowi dari Wali Kota hingga Presiden

Image
News

7 Potret Manis Kedekatan Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan Anak Bungsunya