image Fifa World Cup Russia
Login / Sign Up

Kegelisahan Petani Padi Ketika Panen Raya

Prabawati Sriningrum

Image

Petani memanen bibit padi untuk ditanam di desa Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/1). | ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Nusa Tenggara Barat Willgo Zainar menyatakan petani padi di daerahnya terancam mendapatkan harga rendah ketika musim panen raya karena target pembelian Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) jauh berkurang.

"Petani hanya dapat sekadar upah tanam saja. Tengkulak yang dapat untungnya. Itu kondisi sangat memprihatinkan kalau benar pembelian Bulog jauh berkurang," kata Willgo Zainar, di Mataram, seperti diberitakan Antara, Minggu (14/1).

Ia juga mengkhawatirkan pedagang besar dari luar NTB akan memanfaatkan ketidakberdayaan Bulog menyerap hasil panen petani dengan melakukan pembelian dengan harga nisbi murah untuk kemudian dijual ke daerah lain.

Jika kondisi tersebut sampai terjadi, lanjut Willgo, berarti menunjukkan bahwa salah satu peran Bulog sebagai stabilisator harga di pasar pasti tidak terwujud.

Di satu sisi, kata Willgo, petani padi di NTB diperkirakan akan melakukan panen pada Februari dan puncaknya Maret 2018. Momen tersebut bertepatan dengan rencana pemerintah mendatangkan beras impor pada Februari 2018.

"Dengan target serapan Bulog yang berkurang dan kedatangan beras impor, tentu tengkulak yang diuntungkan. Apalagi petani NTB mampu memproduksi gabah hingga 2,5 juta ton pada 2017," ujar Ketua Dewan Penasihat Pemuda Tani Indonesia Wilayah NTB ini.

Melihat posisi petani yang dilematis, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra ini menginginkan agar harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras ditinjau lagi.

Berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015, HPP untuk GKP sebesar Rp3.750 per kilogram (kg), sedangkan GKG Rp4.600/kg, dan HPP beras Rp7.300/kg.

"Terkadang beda Rp25/kg, Bulog tidak berani membeli dari petani karena sudah ada patokan harga standar, sementara harga beli bersaing dengan tengkulak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog NTB H Achmad Ma'mun, menyebutkan target penyerapan beras produksi petani sebanyak 71.000 ton pada 2018.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan target pada 2017 dengan realisasi sebanyak 97.000 ton. Namun, penurunan target serapan gabah dan beras tersebut merupakan instruksi yang diberikan oleh Bulog Pusat.

"Angka sementara seperti itu. Bisa jadi besok lusa berubah atau akan ada target revisi," ucapnya.

Menurut dia, berkurangnya target serapan terjadi secara nasional. Hal itu disebabkan adanya penurunan jatah bantuan sosial dari 15 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi 10 kilogram.

Penyerapan gabah atau beras petani oleh pemerintah melalui Bulog bertujuan untuk penyaluan bantuan sosial berupa beras sejahtera melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT), sehingga jumlah kebutuhan disesuaikan.

"Jika kami membeli terlalu banyak maka beras bisa busuk, dan pastinya itu menyalahi aturan," katanya.[]

baca juga:

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

Image

Ekonomi

Bulog Janji Serap Lebih Banyak Beras Untuk Jaga Ketersediaan

Image

Ekonomi

Pemkab Kulon Progo Targetkan 3000 Hektare Lahan Petani Ikut Program Asuransi

Image

Ekonomi

Kulon Progo Genjot AUTP 3.000 Hektare

Image

Ekonomi

Bulog Batang Promosikan Beras Premium Kemasan 200 Gram

Image

News

Seorang Petani Cabuli 8 Anak Bawah Umur di Pidie Jaya

Image

Ekonomi

Bulog Sulawesi Tengah Datangkan Mesin Khusus Untuk Beras Kemasan

Image

Hiburan

Tujuh Tahun Vakum, Padi Reborn Bakal Muncul di Soundrenaline 2018

Image

Ekonomi

Program 'Grant Making' Dompet Dhuafa Dongkrak Produktivitas Masyarakat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos PLN Ingatkan Masyarakat, Statusnya Adalah 'Saksi'

"Status saya adalah saksi, karena saya juga mendukung langkah dari KPK, maka saya juga memberikan informasi dan dokumen yang diperlukan"

Image
Ekonomi

Investasi PLTU Riau-1 yang Tersandung Hukum, Bernilai USD900 Juta

Proyek ini dijalankan konsorsium anak perusahaan PJB, nilai investasinya kira-kira sebesar 900 juta dolar AS

Image
Ekonomi

Ajang TdCC 2018 di Sulteng Pakai Anggaran Patungan

Rata-rata untuk setiap kabupaten bakal menganggarkan kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar

Image
Ekonomi

Saham Industri Terpuruk, Indeks S&P/ASX 200 Turut Terjerembab

Indeks S&P/ASX 200 yang menjadi acuan catatkan penurunan 26,90 poin atau 0,43% pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Nilai Ekspor Papua Alami Penurunan

Nilai ekspor Papua Juni 2018 sebesar USD397,97 juta atau terjadi penurunan 13,25% jika dibandingkan bulan sebelumnya

Image
Ekonomi

WEGE Telah Bukukan Order Book 70,9 Persen dari Target

Perolehan ini belum termasuk rencana perolehan kontrak baru senilai Rp 2,6 triliun di bulan Juli ini.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Negeri Jiran Ditutup Menguat

pada penutupan perdagangan, Senin (16/7), Indeks KLCI catatkan kenaikan sebesar 4,74 poin atau 0,28 persen

Image
Ekonomi

RUU Konsultan Pajak Dibawa ke Paripurna

Satu fraksi keberatan atas RUU Konsultan Pajak yaitu Fraksi PKS dan satu fraksi yakni PAN tidak hadir di rapat Pleno Badan Legislasi.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Singapura Ditutup Melemah

Indeks STI (Straits Times Index) yang catatkan penurunan 0,85 persen pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Bos PLN Cuci Tangan Soal Suap Proyek PLTU Riau-1?

Bos PLN beralasan karena sebab kasus hukum terjadi di pihak sebelah (konsorsium) maka PLN tidak memiliki hak yaitu dipihak konsorsium. Menur

Image
Ekonomi

Ketimpangan Ekonomi Semakin Turun Jadi 0,389

Tingkat ketimpangan pengeluaran Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio pada Maret 2018 sebesar 0,389.

Image
Ekonomi

Imbas OTT KPK, Proyek PLTU Riau-1 Akan Dihentikan Sementara

Sofyan Basir Mengatakan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut tambang Riau-1 untuk sementara akan dihentikan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Di Rusia Dolar AS Mulai di Jauhi

  2. Tidak Ada Perbankan BUMN yang Beri Pinjaman Inalum Caplok Saham Freeport

  3. Dede Yusuf Tegaskan Pekerja Lokal di Morowali Lebih Banyak

  4. Mulai Alihkan Sentimen Perang Dagang, Bursa Dunia Gerak Menghijau

  5. Menteri Basuki Bantah Ambil Alih Proyek Tol DKI

  6. Pasca Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Ini Tanggapan PLN

  7. Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

  8. Johannes Kotjo, Salah Satu Orang Terkaya RI Tersangka Suap Proyek PLTU

  9. Bursa Saham Tiongkok Dibuka Melemah

  10. Neraca Perdagangan Juni Diramalkan Bakal Surplus

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth