breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

Tudingan Mahar Politik Miliaran di Cirebon, PKS: Tidak Benar

Dedi Ermansyah

Image

Ilustrasi logo PKS | PKS.ID

AKURAT.CO, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat menanggapi adanya tudingan Bakal Calon Wali Kota Cirebon Brigjen Pol Siswandi yang menuding PKS meminta mahar miliaran rupiah sebagai syarat dukungan di Pilwalkot Cirebon.

Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya, mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi terkait adanya permintaan uang Siswandi baik di internal PKS maupun kepada Brigjen Pol Siswandi sendiri.

“Kami telah melakukan investigasi kepada semua pihak di internal PKS yang terlibat dalam proses penerbitan SK untuk Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon,” kata Abdul Hadi dalam keterangan yang diterima AKURAT.CO, Minggu (14/1).

baca juga:

Sementara untuk, Brigjen Pol Siswandi, Hadi mengatakan pihaknya telah menanyakan siapa oknum yang meminta dana kepadanya dan bagaimana prosesnya.

“Beliau tidak bisa menyampaikan jawaban yang pasti,” ujarnya.

Hadi mengaku, dalam roses penentuan kandidat kepala daerah Kota Cirebon cukup dinamis sehingga semua komunikasi antarstruktur terdokumentasi rapih.

“Sepanjang catatan kami, DPW PKS Jawa Barat tidak pernah memproses nama Siswandi-Euis. Dan DPP PKS mustahil memproses nama yang tidak diajukan secara resmi oleh DPW,” jelasnya.

“Kami sampaikan bahwa pemberitaan terkait adanya persyaratan materiil tertentu dari PKS kepada Bapak Siswandi yang menjadi sebab tidak terbitnya SK Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota Cirebon adalah tidak benar,” tegasnya.

Sebelumnya, Brigjen Siswandi menuturkan PKS enggan mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Siswandi-Euis di Pilwalkot Cirebon 2018, padahal sudah ada komitmen koalisi dengan Gerindra dan PAN. Siswandi mengaku dimintai mahar oleh PKS di detik-detik akhir pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Namun, timnya enggan memberikan mahar politik.           

"Waktu itu saya lagi di kereta menuju Kota Cirebon. Tim saya yang ke kantor PKS. Tim tahu soal angka, intinya sampai miliaran," ucapnya.        

Tawar menawar soal mahar politik menurutnya tidak sejalan dengan Koalisi Umat, koalisi yang dibentuk oleh partai-partai Islam. "Saya sudah minta agar persoalan mahar ini tidak ada di koalisi ini," katanya.             

Siswandi mengatakan permintaan mahar itu muncul sekitar pukul 20.30 WIB jelang penutupan pendaftaran. Ia menuding hal tersebut hanyalah siasat PKS untuk menjagalnya. 

"Ada oknum dari PKS yang minta mahar saat itu. Katanya rekomendasinya masih di Jakarta, untuk bisa dijemput harus bayar mahar. Padahal itu sudah mau penutupan, mana bisa diantar ke Cirebon dengan waktu yang mepet," ucap Siswandi.     []

Editor: Gema Trisna Yudha

berita terkait

Image

News

Pileg 2019

Tak Hanya Pria, Artis Wanita yang Hits di Pantura Ini Juga Ikut Nyaleg

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Tito: Satgas Anti Money Politic Temukan 25 Kasus di Pilkada 2018

Image

News

Mardani Ali Sera Diperiksa Polisi Terkait Teror Bom Molotov di Kediamannya

Image

News

Status Sohibul Iman Ditetapkan Usai Gelar Perkara

Image

News

Polisi Diminta Usut Tuntas Teror Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera

Image

News

Saksi: Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Sempat Meledak

Image

News

Gerindra Menduga Teror di Rumah Mardani Ali Sera Terkait Gerakan #2019GantiPresiden

Image

News

Bom Molotov di Kediaman Mardani Ali Sera Diduga Dilempar dari Samping Rumah

Image

News

Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ini Candaan Rizal Ramli yang Bikin SBY 'Ngakak'

Hampir satu jam Rizal berada di dalam RSPAD tempat SBY dirawat.

Image
News

Jenguk SBY, Politikus Demokrat: Hormat Buat Pak Jokowi

Sebelum itu, para tokoh partai dan lembaga negara juga menjenguk Susilo Bambang Yudhoyono.

Image
News

Jokowi Tak Mungkin Marah Gara-gara Tiang Bambu Bekas Buat Pasang Bendera

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengijinkan inisiatif warga yang menggunakan tiang bambu.

Image
News

Banding, Kejagung Upayakan Aset First Travel Dikembalikan

Aset yang disita bukan milik negara tapi milik korban.

Image
News

Sadis, Hanya Karena ini Sandiaga Tak Mau Besuk SBY

Menurut Sandiaga, kehadiran Prabowo sudah mewakili dirinya

Image
News

Survei LIPI: Jika Lawannya Cuma Prabowo, Jokowi Menang Jauh

Elektabilitas PDI Perjuangan sebesar 24,1 persen, Partai Golkar 10,2 persen, Partai Gerindra 9,1 persen, PKB 6,0 persen, dan PPP 4,9 persen.

Image
News

Kasus 'Papa Minta Saham' Distop, Kejagung Tak Lagi Buru Riza Chalid

Saat proses penyelidikan, penyidik telah memanggil Riza namun tak pernah hadir.

Image
News

Keluarga Mengetahui Adanya Pelemparan Bom Molotov Saat Menyapu Halaman

Keluraga korban mengetahui ada pelemparan bom molotov saat menyapu halaman depan rumah dan menemukan pecahan beling dan carian pertamax

Image
News

Sedih, Ada Kader PAN Dibajak Partai Lain Senilai Rp5 Miliar

Zulkifli Hasan mengatakan mengetahui soal itu setelah kadernya menyampaikan lewat pesan singkat.

Image
News

Terorisme dan Kejahatan Jalanan Jadi Perhatian Polri Jelang Asian Games

Penanganan ancaman teror dan kejahatan jalanan menjadi prioritas Polri

Image
News

Dihadiri Megawati, Ratas Tidak Simpulkan Penghapusbukuan Utang Sjamsul Nursalim

Syafruddin membantah keterangan Boediono.

Image
News

Jadi Bacaleg PDIP, PA 212: Kapitra Ampera Telah Berkhianat

"Dirinya masih suka mengatasnamakan anggota tim GNPF Ulama dan selaku kuasa hukum IB HRS"

trending topics

terpopuler

  1. Anies akan Pecat Lurah Pungli, Rian Ernest: Hidup Ahok!

  2. Tiang Bendera Pakai Bambu, Guntur Tuduh Anies Berbohong dan Licik

  3. Misbakhun: Tinggal Masalah Waktu, Fahri Jadi Satu Barisan Pendukung Jokowi

  4. Rocky Gerung Dibully Usai Tampil di ILC, Tak Kuasai Isu Freeport, Ngomong Ngawang-awang

  5. Sindiran Maut Putri Amien Rais Buat Kader PDIP Vs Perindo yang Ribut di Depan KPU

  6. Soal Bendera Asian Games, Warganet: Mereka Pikir Itu Bendera Partai

  7. Tak Nyaleg Lagi, Meutya Hafidz Ingin Fokus Menangkan Jokowi

  8. Tiga Kali Pemilu Golput, Kini Ganjar Mau Nyoblos Tsamara yang Cantik

  9. Mahfudz Siddik: Kami Sudah Terlalu Sering Mengalah, Cawapres Prabowo Harus dari PKS

  10. Gara-gara Johan Budi Nyaleg, Heboh Sindiran Fahri Sebut Alumni KPK Politisi Semua

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Image
Ujang Komarudin

Mencari Cawapres Ideal

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan