image
Login / Sign Up

Luis Milla di Antara Target Meleset dan Potensi Permainan Umpan

Rusjdi Alatas

Blog

Image

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla, memberikan perubahan permainan namun belum memenuhi target. | AKURAT.CO/Sopain

AKURAT.CO, Hampir genap setahun Luis Milla dipercaya untuk duduk di bangku kepelatihan Tim Nasional Indonesia. Tidak seperti kebanyakan tugas pelatih di Eropa, bersama PSSI Luis Milla diberi tugas untuk memegang sekaligus dua tim berbeda (Timnas Indonesia Senior & Timnas U-22).

Namun dengan lebih banyaknya turnamen yang harus dilakoni Timnas U-22, PSSI kemudian tampak memberikan Milla kelonggaran untuk lebih fokus pada program pengembangan tim yang diperkuat Evan Dimas dan kawan-kawan.

Bukan hanya sekadar dipaksa untuk memaksimalkan bakat para pemain demi membuat Indonesia bisa memperagakan permainan indah saat di lapangan, namun Milla juga diberi tiga target utama, yaitu lolos Kualifikasi Piala Asia U-23, medali emas SEA Games, dan menembus deretan empat besar di ajang Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang.

baca juga:

Sayangnya, Milla telah gagal memenuhi dua target pertama. Dengan kontrak yang hanya menyisakan tak kurang dari 12 bulan, ajang Asian Games hampir pasti akan menjadi penentuan bagi nasib mantan pemain Real Madrid dan Barcelona ini di Timnas Indonesia.

Lalu bagaimana sebenarnya dampak yang telah diberikan Luis Milla selama dipercaya duduk di bangku kepelatihan Timnas Indonesia? 

Penguasaan Bola

Meski tak terlalu dominan, namun gaya permainan ala Spanyol yang lebih mengutamakan penguasaan bola jelas sangat terasa di setiap laga yang dilakoni skuad besutan Milla. Dari total 21 pertandingan, skuad besutan Milla mencatatkan rata-rata 56% penguasaan bola.

Dan dari semua pertandingan tersebut, hanya ada lima laga di mana Indonesia tak mampu mencatatkan hingga 50% penguasaan bola. Dan catatan terbaik mereka terdapat pada laga kontra Mongolia, di mana Timnas mampu melakukan penguasaan bola hingga 72% di sepanjang pertandingan. Di mana kala itu Sang Garuda – julukan Timnas Indonesia – juga berhasil memastikan kemenangan telak tujuh gol tanpa balas.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Ryan)

Dengan penekanan permainan pada penguasaan bola, Milla juga berhasil membuat anak asuhnya lebih efektif dalam melepaskan umpan di setiap permainan. Dengan rata-rata 374 umpan per pertandingan, di mana 80,1 persen di antaranya merupakan operan tepat sasaran, berarti Indonesia tak banyak lagi bermain bola-bola panjang yang cenderung tak sampai ke sasaran.

Jumlah Gol dan Kebobolan

Milla juga bisa dibilang mampu membuat skuad Garuda – sebutan lain Timnas Indonesia – tampil lebih mengancam saat merada di depan gawang lawan. Dengan total 27 gol dari 21 pertandingan membuat skuad besutan Milla mampu mencatatkan 1,2 gol per pertandingan, yang berarti Indonesia selalu memiliki peluang cukup besar untuk mencetak gol di setiap pertandingan.

Sayangnya, jumlah gol yang masuk ke gawang sendiri juga tak kalah banyaknya. Total 18 gol dari 21 pertandingan jelas menunjukkan kalau lini pertahanan Milla belum bisa memberi rasa nyaman bagi penjaga gawang. 

Itulah kenapa belakangan sejumlah nama pemain Eropa berdarah Indonesia kembali santer diberitakan bakal dinaturalisasi demi mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Ryan).

Dengan melihat semua catatan yang ditorehkan Milla bersama Indonesia, rasanya tak layak bila menganggap sang pelatih kelahiran 12 Maret 1966 ini telah gagal dalam merubah wajah permainan Timnas Indonesia. Meski di sisi lain juga tak bisa dipungkiri bahwa hasil yang diraih Milla bersama Timnas Indonesia masih jauh dari kata maksimal.

Dengan begitu, muncul sebuah pertanyaan besar bagi setiap pecinta sepakbola Indonesia: kenapa Luis Milla belum juga bisa memberi jawaban atas ekspektasi besar masyarakat penggila sepakbola ini?

Alih-alih diarahkan ke Milla, mungkin akan lebih tepat bila pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada PSSI selaku penanggung jawab sepakbola di negeri ini. Karena bagaimanapun PSSI punya andil besar atas ketidakmaksimalan Milla menukangi Timnas Indonesia.

Tak Dimaksimalkannya Talenta Muda

Dengan sejumlah talenta muda yang dimiliki Indonesia, PSSI harusnya sadar benar kalau Luis Milla bisa menjadi jalan keluar untuk memaksimalkan kemampuan mereka. Karena saat belum lama duduk sebagai pelatih Timnas Indonesia, Milla pernah berencana memboyong para pemainnya melakukan training jangka panjang di sejumlah negara Eropa.

Namun, nyatanya semua gagal terlaksana karena PSSI membiliki banyak pertimbangan. Salah satunya adalah tidak ingin membiarkan klub-klub peserta kompetisi Liga 1 Indonesia terlalu lama kehilangan para talenta muda mereka.

Dengan tidak terlalu banyaknya waktu yang bisa diluangkan Milla bersama skuad Garuda, akan sangat sulit bagi Milla untuk bisa mengembangkan kemampuan para pemain mudanya. 

Meski gagal meraih emas di SEA Games Malaysia 2017, Luis Milla dan Tim Nasional Indonesia U-22 tetap merayakan medali perunggu yang mereka raih usai menumbangkan Myanmar 3-1. (Foto: AKURAT.CO/Sopian).

Memang, dasar PSSI menunjuk Milla untuk menukangi Timnas Indonesia salah satunya adalah keberhasilan Milla dalam membawa Timnas Spanyol U-21 menjuarai gelaran Piala Eropa U-21 2011. Tapi, PSSI seharusnya sadar, kemenangan skuad asuhan Milla kala itu mendapat dukungan besar dari talenta luar biasa yang ia miliki dalam skuadnya.

Bahkan, kebanyakan pemain yang dibawa Milla memenangi Piala Eropa U-21 kini merupakan bintang-bintang besar sepakbola Eropa yang memperkuat sejumlah klub raksasa. Sebut saja nama Juan Mata, Ander Herrera, Thiago Alcantara, hingga David De Gea yang kini menjadi penjaga gawang utama Manchester United.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Meski para pemain muda Indonesia kini memiliki talenta yang cukup bisa diharapkan, namun kita harus sadar kalau mereka masih perlu terus berkembang. Dengan sejumlah metode ala Eropa yang dimiliki Milla dan tim pelatihnya, kesempatan menjadi besar bagi para pemain untuk memaksimalkan kemampuan yang mereka punya.

PSSI Harus Membuka Mata

Di awal 2018 ini, PSSI membuat gebrakan dengan mendatangkan Islandia, yang tak lain adalah peserta Piala Dunia 2018. Kedatangan tim asal Eropa ini tentu akan memberi manfaat besar kepada skuad asuhan Luis Milla untuk bisa mengambil pelajaran dari lawan yang levelnya jauh di atas mereka.

Tapi jangan salah, dengan jadwal penyelenggaraan Asian Games yang tak sampai tujuh bulan lagi, PSSI tak cukup hanya berbangga hati karena telah menjadikan tim peserta Piala Dunia sebagai lawan tanding Tim Merah Putih – sebutan lain Timnas Indonesia.

Luis Milla kembali membawa Tim Nasional Indonesia melakukan laga uji coba kontra kontestan Piala Dunia, Islandia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1). (Foto: AKURAT.CO/Handaru M Putra).

PSSI wajib memberikan Milla ''quality time'' bersama anak asuhnya. Dengan demikian, bukan hanya kemampuan pemain yang terus bisa dimaksimalkan, namun taktik permainan yang diinginkan Luis Milla juga bisa diserap dengan sempurna.

Oleh sebab itu, bila saja Milla kembali gagal mencapai target yang telah ditetapkan PSSI kepadanya, perlu dilakukan sebuah evaluasi besar, apakah kegagalan tersebut murni karena kurang cakapnya Milla dalam meramu strategi, ataukah karena sepenuhnya kesalahan PSSI yang tak punya cukup usaha untuk menggapai prestasi.[]

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Piala Asia U-19 2018

Indra Sjafri Rencanakan TC Enam Pekan

Image

Olahraga

Todd Rivaldo Ferre

Todd Rivaldo Akui Butuh Waktu Lama Samai Prestasi Boaz

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Kemegahan Piala Dunia dan Getirnya Realitas Sepakbola Indonesia

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Pelatih Malaysia Minta PSSI Didik Suporter

Image

Olahraga

Piala Asia U-19 2018

Indra Sjafri Minta PSSI Izinkan Timnas U-19 TC Jangka Panjang

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Indra Sjafri Minta Suporter Timnas U-19 ‘Move On’ dari Era Evan Dimas

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Mengenal Todd Rivaldo, Putra Papua yang Dijuluki The Next Boaz

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Pindah ke Polandia Bikin Egy Gunakan Alat Pernafasan di Indonesia

Image

Olahraga

Piala AFF U-19 2018

Timnas U-19 Gagal Juara, Indra Sjafri: Kami Minta Maaf

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Tekuk Mitra Kukar, Macan Kemayoran Merangsek ke Papan Atas

Persija kini merangsek ke papan atas klasemen dengan menempati peringkat keempat dengan mengumpulkan 25 poin.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Dramatis, The Guardian Curi Tiga Poin di Markas Bali United

Dramatis, Bali United harus takluk 2-3 atas Bhayangkara FC.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Kembali Tanpa Pelatih, Tony Ho: Tergantung Pemainnya Saja

Status Amilton sendiri memang belum pasti kapan dia akan memulai melatih Persipura secara langsung.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Babak I: Persija Ungguli Sementara Naga Mekes

Persija berada di atas angin berkat gol cepat OSas Saha.

Image
Olahraga
Singapura Terbuka 2018

Ahsan/Hendra Amankan Tiket Final Kedua Indonesia

Ahsan/Hendra susul Owi/Butet ke partai final Singapura Terbuka 2018

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Babak I: Saling Berbalas Gol, Bali Unggul Sementara atas Bhayangkara

Bali unggul 2-1 atas Bhayangkara di babak pertama.

Image
Olahraga
F1 GP Jerman 2018

Hujan Temani Latihan Bebas Ketiga

Duo Sauber tempati posisi satu-dua pada FP3.

Image
Olahraga
AC Milan

Milan Resmi Tunjuk Presiden Klub Baru

Elliot Management sebagai pemegang saham terbanyak mengeluarkan secara paksa Marco Fassone dan Li Yonghong.

Image
Olahraga
Milasari Anggraini

17 Tahun Merantau di Luar Negeri, Milasari Terjun ke Dunia Tinju

Sosok Milasari yang sudah malang melintang di dunia perbankan dan bisnis selama 17 tahun di luar negeri kini terjun ke dunia tinju.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Barcelona Siapkan Lebih dari Rp1 Triliun untuk Datangkan Willian

Willian kini menjadi prioritas utama Barcelona di jendela transfer musim panas.

Image
Olahraga
Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Api Obor Asian Games 2018 Berkobar di Gunung Bromo

Kini api obor Asian Games 2018 telah tiba di Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur.

Image
Olahraga
ASEAN School Games 2018

Raih Emas ASG 2018, PASI akan panggil Ahmad

Ahmad pecahkan rekor nasional junior dan remaja dengan lompatan terbaik 7,65 meter.

trending topics

terpopuler

  1. Enrique Bakal Rombak Habis Skuat Timnas Spanyol

  2. Ronaldo "Basahi" Juventus Sebelum Musim Bergulir

  3. Babak I: Gol Penalti Goetze Bikin Man City Tertinggal

  4. Neymar kembali Bikin Real Madrid Gigit Jari

  5. Nomor Tunggal Tersingkir, Ganda Amankan 2 Tiket Final

  6. Nadal Gelontorkan 116 Miliar Untuk Bangun Bisnisnya

  7. "Kaki Telanjang" Zohri Menusuk Jantung Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

  8. Usai Piala Dunia, Pogba Berpesta di Klub Malam

  9. Hadapi Arema, Sriwijaya Keluhkan Kurangnya Waktu Istirahat

  10. Setelah Ricciardo, Giliran Verstappen Raih FP2

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image

"Kaki Telanjang" Zohri Menusuk Jantung Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Image

Ronaldo "Basahi" Juventus Sebelum Musim Bergulir

Image

Kemegahan Piala Dunia dan Getirnya Realitas Sepakbola Indonesia

Image

Kekalahan atas Malaysia Mengajarkan Indonesia tentang Respek terhadap Tamu

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Sosok

Image
Olahraga

Grace Joselini Corlesa

Mantan Putri Indonesia yang Jadi 'Malaikat Pelindung' Pesepakbola Wanita

Image
Olahraga

Wellyanto Pribadi

Wellyanto Pribadi Membentuk Surabaya Fever Seperti Jemari Tangan

Image
Olahraga

Ranie Palma

Ranie Palma Ingin Basket Putri Lebih Diperhatikan Pemerintah