image
Login / Sign Up

Dituding Akan Habisi Profesi Advokat, Ini Pesan KPK kepada Fredrich Yunadi

Yudi Permana

Image

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) Walikota Batu di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (17/9) | ANTARA

AKURAT.CO, Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif meminta semua pihak tidak menggeneralisasi profesi advokat. Hal itu ia sampaikan dalam rangka menanggapi pernyataan Fredrich Yunadi usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam, dan langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK.

"Sehubungan dengan pernyataan FY (Fredrich Yunadi) yang mengesankan seolah-olah proses hukum atas diri FY merupakan penyerangan atas profesi advokat. Maka saya mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat," kata Laode dalam pernyataannya saat dihubungi awak media, Sabtu (13/1).

Menurut Laode, pihaknya mengakui bahwa masih banyak advokat yang menjalankan tugasnya tetap mengacu pada kode etik profesi dalam menegakkan hukum, yang tidak menghalang-halangi proses penyidikan.

baca juga:

"KPK mengetahui banyak sekali advokat yang profesional dan baik, dimana dalam menjalankan profesinya selalu berpedoman pada etika profesi. Dan tidak berupaya menghalang-halangi proses penegakan hukum dalam bekerja," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, profesi advokat dan dokter merupakan tugas mulia yang bisa melindungi kliennya dan dapat mengobati orang-orang sakit.

"Adalah betul bahwa profesi advokat ataupun dokter adalah profesi mulia yang ditujukan untuk melindungi hak-hak klien dan untuk mengobati orang-orang yang sakit," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, advokat dan dokter diharapkan tidak menghalang-halangi penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum dalam hal ini KPK.

"Karena ada konsekuensi hukumnya sebagai mana dijelaskan di Pasal 21 UU Tipikor KUHAP," sambungnya.

Sebelumnya Fredrich Yunadi mengaku bahwa profesinya sebagai advokat telah di bumihanguskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus merintangi penyidikan dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Tak hanya itu, menurut dia, lembaga anti rasuah itu menginginkan untuk menghabiskan profesi advokat. ‎

"Sekarang saya di bumihanguskan ya. Ini adalah suatu pekerjaan, yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," kata Fredrich usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam, mulai pukul 00.10 WIB hingga pukul 10.52 WIB, di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1).

Diketahui, Fredrich ditangkap setelah tidak memenuhi panggilan penyidik KPK pada Jumat (12/1) kemarin. Rencananya, pemilik kantor hukum Yunadi & Associated itu akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Saat tiba di gedung KPK, Fredrich menolak berkomentar mengenai penangkapan dirinya. Mengenakan kaos warna hitam dengan celana jins, Fredrich memilih langsung masuk ke markas Agus Rahardjo Cs.

Sebelumnya, Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, yakni merintangi penyidikan.

Mereka diduga memanipulasi data medis mantan Ketua DPR itu agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Mensos Idrus Mengaku Kenal Dengan Kedua Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

Image

News

Penyidik Klarifikasi Pertemuan Tersangka Suap PLTU dengan Idrus Marham

Image

News

Kasus Kasus BLBI Ngaku Lupa, Jaksa KPK Tunjukkan Boediono Hasil Ratas Terkait Penghapusan Hutang BDNI

Image

News

Penyuap Bupati Labuhanbatu Akhirnya Ditahan KPK

Image

News

Riza Chalid Ikut Kuliah Presiden, Andi: Saya Heran sampai Pagi Ini Jokowi Tak Bereaksi

Image

News

Dihadiri Megawati, Ratas Tidak Simpulkan Penghapusbukuan Utang Sjamsul Nursalim

Image

News

Sidang Kasus BLBI Kesaksian Boediono Sudutkan Syafruddin Temenggung

Image

News

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Ptoyek PLTU Riau

Image

News

KPK Hadirkan Boediono dan Todung Mulya dalam Persidangan Temenggung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pengisian Jabatan 4 Komisioner KPU NTB Rampung di Bulan Juli

Karena dua orang anggota KPU dinyatakan telah lolos oleh Bawaslu RI menjadi komisioner tambahan Bawaslu NTB

Image
News
Ibadah Haji 2018

Di Pamekasan, Ada Ojek untuk Antar Calon Jamaah Haji ke Lokasi Pemberangkatan

Layanan ojek gratis ini oleh institusi ini dilakukan, karena lokasi titik pemberangkatan dengan parkir kendaraan bermotor sangat jauh.

Image
News

Kejari Madiun Tetapkan Pejabat DLH Sebagai Tersangka Korupsi Pengelolaan Sampah

Penetapan tersangka tersebut juga menyusul naik status kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan

Image
News

Perkiraan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Selat Bali dan Lombok, Ini Pesan BMKG

BMKG menyebutkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 37 kilometer per jam.

Image
News

SK Lahan Eks HGU Dibatalkan Atas Perintah Kejagung

Hal ini dipaparkan oleh Direktur Utama PTPN II Teten Jaka, hanya saja ia lupa siapa nama penyidik Kejagung yang memerintahkannya

Image
News

Polisi Dalami Kasus Pelemparan Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera

Pendalaman dilakukan dengan olah TKP untuk mengetahui dari mana bom molotov dilempar, kemudian bahan yang digunakan

Image
News

Begini Penampakan Ombak Besar di Pantai Selatan Jogja, Ngeri

Ombak besar menerjang karang di Pantai Krakal, Gunung Kidul Yogyakarta, Kamis (19/7).

Image
News

3 WNI yang Tertangkap di Malaysia Diduga Terafiliasi ISIS

Ketiganya memang sudah masuk pantauan otoritas Malaysia sebelum akhirnya ditangkap

Image
News

Fadli Nilai Transfer Politikus Jelang Pileg Seperti Pemain Bola, Tak Punya Ideologi

Transfer ini kan kayak sepak bola. Bahaya kalau misalnya para politisi ini dianggap kayak pemain sepak bola nggak ada ideologinya.

Image
News

Densus 88 Geledah Sebuah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Namun, dalam penggeledahan tim sama sekali tidak menemukan alat bukti ayng mengarah ke jaringan teroris

Image
News

Nyimpen Narkoba, Bule Rusia Ini Divonis 5 Tahun

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Denpasar yang menuntut 7 Tahun 6 bulan dan denda 1 Miliar.

Image
News

Vietnam Diserang Virus H1N1, Tewaskan Ibu Hamil

Penyakit tropis ini telah menyerang wanita hamil yang berusia 35 tahun, dengan bayi dalam kandungan berusia 8 bulan.

trending topics

terpopuler

  1. Rumah Pribadi Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov oleh OTK

  2. Gerindra Menduga Teror di Rumah Mardani Ali Sera Terkait Gerakan #2019GantiPresiden

  3. Denny: Dulu Zaman Ahok, Merokok di Kafe Mal Dilarang Keras, Sekarang?

  4. Geger, Pelajar Berbaju Batik Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dipinggir Jalan

  5. Begal Pembunuh Sadis di Tangerang Tertangkap, Keluarga Saripah Sujud Syukur

  6. Survei LIPI: Mayoritas Masyarakat Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

  7. Pelemparan Bom Molotov Rumah Mardani, Polisi: Barang Bukti dan Empat Saksi Kita Periksa

  8. Faizal: Bom Molotov di Rumah Mardani Bisa Jadi Kerjaan Kader PKS Sendiri

  9. Ngabalin Jadi Komisaris, Ferdinand: Memacu yang Lain Puji Jokowi Mati-matian

  10. Selamat Tinggal Pada Mantan Yang 'Kepo', Instagram Uji Coba Fitur Baru

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan