breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

Bantah Jemput Paksa Freederich, KPK: Yang Dilakukan Adalah Penangkapan

Yudi Permana

Image

Fredrich Yunadi Digiring ke KPK untuk Diperiksa. | AKURAT.CO/Yudi Permana.

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak melakukan penjemputan paksa terhadap pengacara Fredrich Yunadi yang dilakukan pada Jumat (12/1) malam di sebuah lokasi, di daerah Jakarta Selatan. Tim KPK hanya melakukan penangkapan terhadap tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

"Yang dilakukan adalah penangkapan, kami tidak melakukan jemput paksa. Kita sudah membawa surat perintah penangkapan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung merah putih, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1) dini hari. ‎

Lebih lanjut dikatakannya, ketika penangkapan itu dilakukan, artinya tim sudah meyakini bahwa yang bersangkutan (Fredrich) diduga keras melakukan tindak pidana, yaitu dugaan Obstruction of Justice (merintangi penyidikan) atau menghalang-halangi dalam kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

baca juga:

"Penangkapan ini perlu sekali dilakukan agar pemeriksaan bisa berjalan lebih efektif," tegasnya. ‎

Sementara itu terkait penahanan terhadap Fredrich, hal itu berdasarkan kesimpulan penyidik dalam mempertimbangkan alasan objektif dan subjektif.

"Nanti akan dipertimbangkan alasan objektif dan subjektif untuk dilakukan penahanan lebih lanjut," ujarnya. ‎

Dalam penangkapan tersebut, kata dia, tim KPK tidak mengalami kesulitan dan perlawanan dari pihak Fredrich. Karena pihak lembaga anti rasuah itu menurunkan 10 tim untuk menangkap mantan kuasa hukum Novanto.

"Penangkapan berjalan dengan baik, dan yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi, jadi tidak ada perlawanan. Kami sudah berhasil membawa sampai ke kantor KPK," tuturnya.

Sementara itu terkait penahanan terhadap Fredrich, menurut Febri, pihaknya belum bisa memutuskannya, karena itu kewenangan penyidik. Saat ini, lanjut dia, tersangka Fredrich masih dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam.

"Kita proses dulu ya, dan melakukan pemeriksaan, karena banyak hal yang perlu diklarifikasi pada tersangka, setelah itu baru kita putuskan," jelasnya.

Ia melanjutkan, penyidik mempunyai waktu maksimal selama 24 jam untuk memutuskan ditahan atau tidaknya.

"Jadi nanti kalau sudah ditentukan proses lebih lanjut seperti penahanan, tentu akan kami infokan lebih lanjut. Itu salah satu opsi yang akan kita pertimbangkan nantinya, karena memang sesuai hukum hal itu dimungkinkan," tandasnya.

Seperti diketahui, ‎Fredrich ditangkap kemarin malam di sebuah lokasi, di Jakarta Selatan, tepatnya di RS Medistra. Dia ditangkap tim KPK setelah tidak memenuhi panggilan penyidik. Rencananya Fredrich akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.

‎Saat tiba di gedung KPK, Fredrich menolak berkomentar mengenai penangkapan dirinya. Mengenakan kaos warna hitam dengan celana jins, Fredrich memilih langsung masuk ke gedung lembaga yang dikomandoi Agus Rahardjo Cs.

‎Sebelumnya diketahui, Fredrich dan dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

‎Mereka diduga memanipulasi data medis mantan Ketua DPR itu agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan pihak RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan didekat kediaman Surya Paloh. []‎

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Dihadiri Megawati, Ratas Tidak Simpulkan Penghapusbukuan Utang Sjamsul Nursalim

Image

News

Sidang Kasus BLBI Kesaksian Boediono Sudutkan Syafruddin Temenggung

Image

News

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Ptoyek PLTU Riau

Image

News

KPK Hadirkan Boediono dan Todung Mulya dalam Persidangan Temenggung

Image

News

Suap Bupati Labuhanbatu Ternyata Menggunakan Modus Baru

Image

News

KPK Peringatkan Umar Ritonga Serahkan Diri Secepatnya

Image

News

Bupati Labuhanbatu Langsung Ditahan Usai Menjadi Tersangka Suap

Image

News

Mau Tau Seberapa Dekatnya Steffy Burase Dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf?

Image

News

Bupati Labuhanbatu Ditetapkan sebagai Tersangka Suap Proyek PUPR

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ani Yudhoyono: Alhamdulillah Pak SBY Semakin Sehat

Ani pun mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan perhatian dengan menjenguk SBY ke RSPAD.

Image
News

Ini Candaan Rizal Ramli yang Bikin SBY 'Ngakak'

Hampir satu jam Rizal berada di dalam RSPAD tempat SBY dirawat.

Image
News

Jenguk SBY, Politikus Demokrat: Hormat Buat Pak Jokowi

Sebelum itu, para tokoh partai dan lembaga negara juga menjenguk Susilo Bambang Yudhoyono.

Image
News

Jokowi Tak Mungkin Marah Gara-gara Tiang Bambu Bekas Buat Pasang Bendera

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengijinkan inisiatif warga yang menggunakan tiang bambu.

Image
News

Banding, Kejagung Upayakan Aset First Travel Dikembalikan

Aset yang disita bukan milik negara tapi milik korban.

Image
News

Sadis, Hanya Karena ini Sandiaga Tak Mau Besuk SBY

Menurut Sandiaga, kehadiran Prabowo sudah mewakili dirinya

Image
News

Survei LIPI: Jika Lawannya Cuma Prabowo, Jokowi Menang Jauh

Elektabilitas PDI Perjuangan sebesar 24,1 persen, Partai Golkar 10,2 persen, Partai Gerindra 9,1 persen, PKB 6,0 persen, dan PPP 4,9 persen.

Image
News

Kasus 'Papa Minta Saham' Distop, Kejagung Tak Lagi Buru Riza Chalid

Saat proses penyelidikan, penyidik telah memanggil Riza namun tak pernah hadir.

Image
News

Keluarga Mengetahui Adanya Pelemparan Bom Molotov Saat Menyapu Halaman

Keluraga korban mengetahui ada pelemparan bom molotov saat menyapu halaman depan rumah dan menemukan pecahan beling dan carian pertamax

Image
News

Sedih, Ada Kader PAN Dibajak Partai Lain Senilai Rp5 Miliar

Zulkifli Hasan mengatakan mengetahui soal itu setelah kadernya menyampaikan lewat pesan singkat.

trending topics

terpopuler

  1. Anies akan Pecat Lurah Pungli, Rian Ernest: Hidup Ahok!

  2. Tiang Bendera Pakai Bambu, Guntur Tuduh Anies Berbohong dan Licik

  3. Misbakhun: Tinggal Masalah Waktu, Fahri Jadi Satu Barisan Pendukung Jokowi

  4. Rocky Gerung Dibully Usai Tampil di ILC, Tak Kuasai Isu Freeport, Ngomong Ngawang-awang

  5. Sindiran Maut Putri Amien Rais Buat Kader PDIP Vs Perindo yang Ribut di Depan KPU

  6. Soal Bendera Asian Games, Warganet: Mereka Pikir Itu Bendera Partai

  7. Tak Nyaleg Lagi, Meutya Hafidz Ingin Fokus Menangkan Jokowi

  8. Tiga Kali Pemilu Golput, Kini Ganjar Mau Nyoblos Tsamara yang Cantik

  9. Mahfudz Siddik: Kami Sudah Terlalu Sering Mengalah, Cawapres Prabowo Harus dari PKS

  10. Gara-gara Johan Budi Nyaleg, Heboh Sindiran Fahri Sebut Alumni KPK Politisi Semua

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Image
Ujang Komarudin

Mencari Cawapres Ideal

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan