image Fifa World Cup Russia
Login / Sign Up

Anggota DPR Ini Sebut Impor Beras Sepihak Mendag Ciderai Keberpihakan Pada Petani

Denny Iswanto

Image

Wakil Ketua Baleg Firman Subagyo (kiri) dan Sekertaris Fraksi Hanura DPR Dadang Rusdiana (kanan) dalam diskusi forum legislasi dengan tema “RUU MD3, Urgensi Penambahan 11 Pimpinan MPR” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Firman Soebagyo anggota Komisi IV mempertanyakan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan terkait import beras sebanyak 500.000 ton beras yang terkesan dipaksakan.

Firman juga menjelaskan bahwa logika berpikirnya bahwa Oktober adalah musim tanam dan Januari sudah panen raya yang puncaknya pada bulan Febuari.

"Sesuai informasi yang didapat dan didukung data yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa surplus beras sudah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan. Karena faktanya Januari 2018 stok beras masih ada dimana-mana. Bahkan harga baik menjelang lebaran dan natal tahun baru juga dapat terkendali.

baca juga:

"Saya sangat kecewa dan mengecam keras kebijakan Mendag Enggartiasto yang akan membuat kecewa dan menyengsarakan petani," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa tidak ada jalan lain selain mengadakan impor beras untuk menjaga kestabilan harga beras yang semakin lama semakin melambung tinggi.

Impor yang dilakukan ini adalah beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari dan kata Mendag tidak akan menggunakan dana sepersen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (12/1).

"Impor beras ini dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bermitra dengan perusahaan beras lain. Jadi PPI yang menjadi pintu masuk beras khsusu sehingga kami bisa mengatur operasi pasar. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggar.

Dalam penuturan Enggar, keputusan untuk melakukan impor beras dilakukan setelah pemerintah, Satgas Pangan dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat.

Kritik Firman Subagyo, ketidaksesuaian kenyataan dan kebijakan yang diambil Mendag patut dicurigai keterkaitannya dengan tahun politik.

"Kebijakan tersebut juga bisa dijadikan fund rising untuk kepentingan tertentu," ucapnya kepada AKURAT.CO.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kebijakan Mendag tersebut dinilai sangat janggal, karena impor beras harusnya merujuk pada UU Pangan, bilamana produk nasional dan stok nasional tidak tercukupi.

"Itupun harus dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian," lanjutnya.

Kejangggalan berikutnya, kata Firman, adalah kebijakan itu diambil setelah melakukan rapat dengan para pelaku dagang tengkulak.

"Padahal semua kita tahu bahwa mafia pangan selama ini adalah mereka-mereka juga. Seharusnya yang benar Mendag harus berkoorsinasi dengan Kementerian Pertanian lebih dulu bukan dengan pelaku dagang. Ini sangat mencurigakan dan aneh ada apa?!" ucapnya.

Dalam penuturannya, Firman Subagyo mengaku telah melakukan klarifikasi dan cross cek ke Menteri Pertanian, mengenai apakah benar akan terjadi kekurangan stok?

"Pernyataan Mentan, bahwa stok pangan nasional lebih dari cukup. Bahkan dijelaskan bahwa pada bulan Januari dan puncaknya Februari akan terjadi panen raya di wilayah tertentu," ucap Firman.

Kebijakan impor yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo. Firman menegaskan, jika dilihat lebih jauh, akhir-akhir ini Mendag juga banyak membuat kebijakan yang aneh-aneh seperti Keputusan Menteri tata niaga impor tembakau yang juga sudah dibatalkan.

"Kami sebagai anggota Komisi IV selaku berkoordinasi dan monitoring baik ditingkat pasar dan petani. Impor yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo," tegasnya.

Firman bahkan menyebut bahwa tindakan dan kebijakan Mendag Enggartiasto Lukita merupakan hal yang memalukan, menunjukkan sikap tidak profesional sebagai menteri.

"Kita harus waspada bahwa 2018 adalah tahun politik kita harus waspada," tandasnya. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Impor Juni 2018 Turun Tajam di 36,27 Persen

Image

Ekonomi

Lebihi Ekspektasi, Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,74 Miliar

Image

Ekonomi

Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

Image

Ekonomi

Neraca Perdagangan Juni Diramalkan Bakal Surplus

Image

Ekonomi

Bulog Janji Serap Lebih Banyak Beras Untuk Jaga Ketersediaan

Image

Ekonomi

Pemkab Kulon Progo Targetkan 3000 Hektare Lahan Petani Ikut Program Asuransi

Image

Ekonomi

Kenaikan Impor Lampung Hingga 6,87 Persen Karena Ini

Image

Ekonomi

BPS Lampung: Impor Mei Capai USD243,44 Juta

Image

Ekonomi

Bulog Batang Promosikan Beras Premium Kemasan 200 Gram

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos PLN Ingatkan Masyarakat, Statusnya Adalah 'Saksi'

"Status saya adalah saksi, karena saya juga mendukung langkah dari KPK, maka saya juga memberikan informasi dan dokumen yang diperlukan"

Image
Ekonomi

Investasi PLTU Riau-1 yang Tersandung Hukum, Bernilai USD900 Juta

Proyek ini dijalankan konsorsium anak perusahaan PJB, nilai investasinya kira-kira sebesar 900 juta dolar AS

Image
Ekonomi

Ajang TdCC 2018 di Sulteng Pakai Anggaran Patungan

Rata-rata untuk setiap kabupaten bakal menganggarkan kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar

Image
Ekonomi

Saham Industri Terpuruk, Indeks S&P/ASX 200 Turut Terjerembab

Indeks S&P/ASX 200 yang menjadi acuan catatkan penurunan 26,90 poin atau 0,43% pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Nilai Ekspor Papua Alami Penurunan

Nilai ekspor Papua Juni 2018 sebesar USD397,97 juta atau terjadi penurunan 13,25% jika dibandingkan bulan sebelumnya

Image
Ekonomi

WEGE Telah Bukukan Order Book 70,9 Persen dari Target

Perolehan ini belum termasuk rencana perolehan kontrak baru senilai Rp 2,6 triliun di bulan Juli ini.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Negeri Jiran Ditutup Menguat

pada penutupan perdagangan, Senin (16/7), Indeks KLCI catatkan kenaikan sebesar 4,74 poin atau 0,28 persen

Image
Ekonomi

RUU Konsultan Pajak Dibawa ke Paripurna

Satu fraksi keberatan atas RUU Konsultan Pajak yaitu Fraksi PKS dan satu fraksi yakni PAN tidak hadir di rapat Pleno Badan Legislasi.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Singapura Ditutup Melemah

Indeks STI (Straits Times Index) yang catatkan penurunan 0,85 persen pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Bos PLN Cuci Tangan Soal Suap Proyek PLTU Riau-1?

Bos PLN beralasan karena sebab kasus hukum terjadi di pihak sebelah (konsorsium) maka PLN tidak memiliki hak yaitu dipihak konsorsium. Menur

Image
Ekonomi

Ketimpangan Ekonomi Semakin Turun Jadi 0,389

Tingkat ketimpangan pengeluaran Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio pada Maret 2018 sebesar 0,389.

Image
Ekonomi

Imbas OTT KPK, Proyek PLTU Riau-1 Akan Dihentikan Sementara

Sofyan Basir Mengatakan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut tambang Riau-1 untuk sementara akan dihentikan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Di Rusia Dolar AS Mulai di Jauhi

  2. Tidak Ada Perbankan BUMN yang Beri Pinjaman Inalum Caplok Saham Freeport

  3. Dede Yusuf Tegaskan Pekerja Lokal di Morowali Lebih Banyak

  4. Mulai Alihkan Sentimen Perang Dagang, Bursa Dunia Gerak Menghijau

  5. Menteri Basuki Bantah Ambil Alih Proyek Tol DKI

  6. Pasca Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Ini Tanggapan PLN

  7. Johannes Kotjo, Salah Satu Orang Terkaya RI Tersangka Suap Proyek PLTU

  8. Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

  9. Bursa Saham Tiongkok Dibuka Melemah

  10. Neraca Perdagangan Juni Diramalkan Bakal Surplus

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth