image Fifa World Cup Russia
Login / Sign Up

Harga Beras Naik Makin 'Liar', Mendag Tempuh Jalur Impor Tanpa APBN

Denny Iswanto

Image

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Gedung Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (4/1). | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa tidak ada jalan lain selain mengadakan impor beras untuk menjaga kestabilan harga beras yang semakin lama semakin melambung tinggi.

Impor yang dilakukan ini adalah beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari dan kata Mendag tidak akan menggunakan dana sepersen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1).

"Impor beras ini dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bermitra dengan perusahaan beras lain. Jadi PPI yang menjadi pintu masuk beras khsusu sehingga kami bisa mengatur operasi pasar. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggar.

baca juga:

Ia menjelaskan Kementerian Perdagangan menugaskan perusahaan BUMN tersebut untuk melakukan impor beras. Mekanisme distribusi beras ke pasaran juga akan dilakukan dengan memakai jaringan PPI jadi tidak melibatkan keuangan negara sama sekali.

"Keputusan untuk melakukan impor beras dilakukan setelah pemerintah, Satgas Pangan dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat. Dan ternyata di bulan Januari juga masih terus meningkat dan selalu disoroti oleh media," tutur Enggar.

Secara mendetail Mendag menjelaskan bahwa dampak OP nyatanya tidak terlalu memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan harga, bahkan puncaknya pada awal Januari 2018, harga beras medium berada pada kisaran Rp11.000 per kilogram, atau di atas HET yang ditentukan yakni Rp9.450 untuk wilayah Jawa.

"Dampaknya tidak nendang. Tidak memberikan penurunan harga. Bahkan, memang sesaat terjadi stagnan saja, tidak naik, kemudian terjadi kenaikan sedikit, dan awal Januari terus meningkat secara tajam," ungkapnya.

Untuk mengatasi lonjakan liar tersebut, Enggar menambahkan jenis beras yang diimpor bukanlah jenis beras premium, melainkan beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri dan nantinya dijual sesuai dengan harga beras medium, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 tahun 2018 tentang Ekspor dan Impor Beras.

Penugasan oleh PPI bertujuan agar harga beras khusus yang masuk ke pasaran dapat dikendalikan atau dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp9.450,00 per kilogram.

"Dijual dengan harga medium, di sana harganya lebih murah impor itu. Kami sudah sepakati untung tidak boleh gede-gede," kata Enggar.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya dalam mengambil kebijakan impor ini disalahpahami oleh masyarakat dan dipertentangkan seolah impor akan memiskinkan petani.

"Petani tetap dia adalah konsumen. Kenaikan beras yang tinggi itu meningkatkan laju inflasi, karena beras berikan kontribusi terhadap inflasi yang tinggi. Kedua, dari hasil peliputan media dan data kami juga mengatakan, mereka mengurangi konsumsi berasnya. Di kampung saya, rakyat makan nasi akik. Apa akan kita biarkan itu? Saya lakukan kebijakan impor untuk mengisi pasar," tegas Enggar.

Dia menekankan bahwa track record dari Kementerian Perdagangan adalah selalu berpihak kepada rakyat dan produk dalam negeri sebenarnya.

"Sebagian orang mengatakan, saya sosialis, proteksionis dan berbagai hal lainnya. Tapi pada saat kami memerlukan impor, itu bukan hal yang tabu. Dan perdagangan itu pada dasarnya ada impor dan ekspor. Jadi ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil, dan stok mulai panen," pungkasnya. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Genjot Keterlibatan Warga, Kemenkeu Tekankan Skema KPBU dalam Proyek Infrastruktur

Image

Ekonomi

Impor Juni 2018 Turun Tajam di 36,27 Persen

Image

Ekonomi

Lebihi Ekspektasi, Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,74 Miliar

Image

Ekonomi

Disperindag Sulteng: Harga Bapok Aman Terkendali

Image

Ekonomi

Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

Image

Ekonomi

Neraca Perdagangan Juni Diramalkan Bakal Surplus

Image

Ekonomi

Wakil Presiden RI Hadiri Gelaran Bank BRI Indonesia Open 2018

Image

Ekonomi

Bulog Janji Serap Lebih Banyak Beras Untuk Jaga Ketersediaan

Image

Ekonomi

Harga Ayam di Sambas Masih Tinggi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos PLN Ingatkan Masyarakat, Statusnya Adalah 'Saksi'

"Status saya adalah saksi, karena saya juga mendukung langkah dari KPK, maka saya juga memberikan informasi dan dokumen yang diperlukan"

Image
Ekonomi

Investasi PLTU Riau-1 yang Tersandung Hukum, Bernilai USD900 Juta

Proyek ini dijalankan konsorsium anak perusahaan PJB, nilai investasinya kira-kira sebesar 900 juta dolar AS

Image
Ekonomi

Ajang TdCC 2018 di Sulteng Pakai Anggaran Patungan

Rata-rata untuk setiap kabupaten bakal menganggarkan kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar

Image
Ekonomi

Saham Industri Terpuruk, Indeks S&P/ASX 200 Turut Terjerembab

Indeks S&P/ASX 200 yang menjadi acuan catatkan penurunan 26,90 poin atau 0,43% pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Nilai Ekspor Papua Alami Penurunan

Nilai ekspor Papua Juni 2018 sebesar USD397,97 juta atau terjadi penurunan 13,25% jika dibandingkan bulan sebelumnya

Image
Ekonomi

WEGE Telah Bukukan Order Book 70,9 Persen dari Target

Perolehan ini belum termasuk rencana perolehan kontrak baru senilai Rp 2,6 triliun di bulan Juli ini.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Negeri Jiran Ditutup Menguat

pada penutupan perdagangan, Senin (16/7), Indeks KLCI catatkan kenaikan sebesar 4,74 poin atau 0,28 persen

Image
Ekonomi

RUU Konsultan Pajak Dibawa ke Paripurna

Satu fraksi keberatan atas RUU Konsultan Pajak yaitu Fraksi PKS dan satu fraksi yakni PAN tidak hadir di rapat Pleno Badan Legislasi.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Singapura Ditutup Melemah

Indeks STI (Straits Times Index) yang catatkan penurunan 0,85 persen pada penutupan perdagangan Senin (16/7).

Image
Ekonomi

Bos PLN Cuci Tangan Soal Suap Proyek PLTU Riau-1?

Bos PLN beralasan karena sebab kasus hukum terjadi di pihak sebelah (konsorsium) maka PLN tidak memiliki hak yaitu dipihak konsorsium. Menur

Image
Ekonomi

Ketimpangan Ekonomi Semakin Turun Jadi 0,389

Tingkat ketimpangan pengeluaran Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio pada Maret 2018 sebesar 0,389.

Image
Ekonomi

Imbas OTT KPK, Proyek PLTU Riau-1 Akan Dihentikan Sementara

Sofyan Basir Mengatakan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut tambang Riau-1 untuk sementara akan dihentikan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Di Rusia Dolar AS Mulai di Jauhi

  2. Tidak Ada Perbankan BUMN yang Beri Pinjaman Inalum Caplok Saham Freeport

  3. Dede Yusuf Tegaskan Pekerja Lokal di Morowali Lebih Banyak

  4. Mulai Alihkan Sentimen Perang Dagang, Bursa Dunia Gerak Menghijau

  5. Menteri Basuki Bantah Ambil Alih Proyek Tol DKI

  6. Pasca Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Ini Tanggapan PLN

  7. Perum Bulog NTB Optimis Realisasi Pengadaan Beras Lampaui Target

  8. Johannes Kotjo, Salah Satu Orang Terkaya RI Tersangka Suap Proyek PLTU

  9. Bursa Saham Tiongkok Dibuka Melemah

  10. Neraca Perdagangan Juni Diramalkan Bakal Surplus

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth