breaking news: Ternyata, Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Tak Hanya Satu

image
Login / Sign Up

Wujudkan Golkar Bersih, Kader Bermasalah Harus Ditindak Tegas

Yudi Permana

Image

Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Beringin Diterpa Angin' di Jakarta, Sabtu (25/11). Diskusi tersebut membahas isu pergantian posisi Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pasca ditahan oleh KPK terkait dengan kasus korupsi KTP elektronik. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, ‎Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa partai golkar harus memberikan tindakan tegas terhadap kader yang tersangkut masalah hukum, terutama kasus tindak pidana korupsi. Tindakan tegas tersebut berupa penonaktifan sementara, baik sebagai pengurus, maupun sebagai Anggota DPR selama menjalani proses hukum. ‎

"Bagaimana nanti sikap golkar terhadap orang-orang yang memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut saya, kalau (kader) sudah ditetapkan sebagai tersangka, saya kira tidak ada pilihan lain, kita harus menyerahkan dengan ikhlas kader yang ditetapkan sebagai tersangka itu untuk mengikuti proses hukum," kata Doli Kurnia, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Sehingga, kata dia, agar golkar ini tidak lagi terkontaminasi seperti kasus yang kemarin menjerat Setya Novanto. Kemudian, lanjut Doli, kader yang terlibat masalah hukum seperti dugaan korupsi, itu akan diproses didalam partainya dalam hal ini golkar.

baca juga:

"Apakah dinonaktifkan dulu. Terus kemudian nanti sampai pada pemberhentian sebagai anggota (kader partai dan DPR) yang kita sesuaikan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART). Dan mekanisme yang kita tetapkan nanti didalam kepengurusan yang baru itu," ucapnya. ‎

Diketahui, beberapa A‎nggota DPR dari fraksi golkar yang tersangkut masalah kasus korupsi dan sudah menjadi tersangka, bahkan terdakwa, seperti Markus Nari, dan Zulfadhli yang perkaranya kini di tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Menurut Doli, keputusan untuk menonaktifkan dan memberhentikan anggota DPR yang menjadi tersangka dugaan korupsi, akan diputuskan setelah susunan pengurus golkar yang baru telah terbentuk. ‎

"Nanti kan mekanisme atau sikap secara institusi menanggapi kader-kader yang terlibat indikasi kasus korupsi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka, itu akan lebih detail lagi nanti dibahas didalam kepengurusan yang baru," tuturnya.

Namun keputusan tersebut harus sesuai dengan AD ART yang ada di partai golkar. Jangan sampai anggota DPR tersebut tidak di nonaktifan atau diberhentikan dari keanggotan di lembaga legislatif. ‎

"Yang jelas tidak boleh keluar dari AD ART, dan juga kemudian tidak keluar dari azas-azas penegakkan hukum," jelasnya. ‎

Jadi kalau sudah menjadi tersangka, ya saya kira bisa di nonaktifkan sebagai pengurus, yang kemudian di nonaktifkan sebagai anggota DPR, sampai kepada pemecatan," tambah dia. ‎

Akan tetapi aturan tersebut harus diatur dalam rangka mewujudkan golkar bersih, berupa peraturan organisasi partai secara lebih komprehensif. "‎Itu mekanisme yang harus diatur, karena yang sekarang belum ada (peraturannya)," sambungnya. ‎

"Kan baru AD ART, nanti kemudian golkar bersih itu harus diterjemahkan lagi secara detail didalam bentuk-bentuk peraturan organisasi," tegasnya. []‎

Editor: Gema Trisna Yudha

berita terkait

Image

News

Merasa Tak Dihiraukan, Ketua DPD II Golkar Memilih Hengkang

Image

News

Bamsoet: yang Penting Wakilnya Pak Jokowi Jangan dari Singapura atau Amerika

Image

News

Pindah Parpol, Golkar Sebut karena Kaderisari Tidak Jalan

Image

News

Golkar Legowo jika Airlangga Tidak Dipilih Cawapres Jokowi

Image

News

Ketua DPR Minta Pemerintah Serius Atasi Cyber Narcoterrorism

Image

News

Ketua DPR Minta Kemendikbud Tingkatkan Kualitas Tenaga Pengajar

Image

News

Tak Nyaleg Lagi, Meutya Hafidz Ingin Fokus Menangkan Jokowi

Image

News

Fahri Tak Nyaleg Lagi, Netter: Bang FH Jangan Ngilang Ya, Jadi Sepi Dunia Tanpamu

Image

News

Resmi Daftar ke KPU, Golkar Yakin Ulangi Kemenangan Pemilu 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

SK Lahan Eks HGU Dibatalkan Atas Perintah Kejagung

Hal ini dipaparkan oleh Direktur Utama PTPN II Teten Jaka, hanya saja ia lupa siapa nama penyidik Kejagung yang memerintahkannya

Image
News

Polisi Dalami Kasus Pelemparan Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera

Pendalaman dilakukan dengan olah TKP untuk mengetahui dari mana bom molotov dilempar, kemudian bahan yang digunakan

Image
News

Begini Penampakan Ombak Besar di Pantai Selatan Jogja, Ngeri

Ombak besar menerjang karang di Pantai Krakal, Gunung Kidul Yogyakarta, Kamis (19/7).

Image
News

3 WNI yang Tertangkap di Malaysia Diduga Terafiliasi ISIS

Ketiganya memang sudah masuk pantauan otoritas Malaysia sebelum akhirnya ditangkap

Image
News

Fadli Nilai Transfer Politikus Jelang Pileg Seperti Pemain Bola, Tak Punya Ideologi

Transfer ini kan kayak sepak bola. Bahaya kalau misalnya para politisi ini dianggap kayak pemain sepak bola nggak ada ideologinya.

Image
News

Densus 88 Geledah Sebuah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Namun, dalam penggeledahan tim sama sekali tidak menemukan alat bukti ayng mengarah ke jaringan teroris

Image
News

Nyimpen Narkoba, Bule Rusia Ini Divonis 5 Tahun

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Denpasar yang menuntut 7 Tahun 6 bulan dan denda 1 Miliar.

Image
News

Vietnam Diserang Virus H1N1, Tewaskan Ibu Hamil

Penyakit tropis ini telah menyerang wanita hamil yang berusia 35 tahun, dengan bayi dalam kandungan berusia 8 bulan.

Image
News

Polrestabes Medan Kejar Perampok Sadis yang Menewaskan Pengendara Motor

Masyarakat pun bekerjasama dengan aparat untuk meringkus pelaku yang sejauh ini masih buron

Image
News

Mensos Idrus Mengaku Kenal Dengan Kedua Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

Namun, ia enggan menuturkan lebih banyak soal pertanyaan apa yang dicecar oleh penyidik kepada dirinya selama menjalani pemeriksaan

Image
News

Peraturan Organ Yayasan Tak Digaji Digugat ke MK

Pemohon beralasan bahwa aturan tersebut tidak tepat atau belum waktunya diberlakukan secara penuh di Indonesia

Image
News

Presiden Putin Rasakan Propaganda Anti-Rusia dari Amerika

Putin mengingatkan para diplomat senior tentang bahaya kampanye anti-Rusia oleh orang-orang Amerika.

trending topics

terpopuler

  1. Rumah Pribadi Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov oleh OTK

  2. Gerindra Menduga Teror di Rumah Mardani Ali Sera Terkait Gerakan #2019GantiPresiden

  3. Denny: Dulu Zaman Ahok, Merokok di Kafe Mal Dilarang Keras, Sekarang?

  4. Geger, Pelajar Berbaju Batik Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dipinggir Jalan

  5. Begal Pembunuh Sadis di Tangerang Tertangkap, Keluarga Saripah Sujud Syukur

  6. Pelemparan Bom Molotov Rumah Mardani, Polisi: Barang Bukti dan Empat Saksi Kita Periksa

  7. Survei LIPI: Mayoritas Masyarakat Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

  8. Faizal: Bom Molotov di Rumah Mardani Bisa Jadi Kerjaan Kader PKS Sendiri

  9. 10 Parpol Tidak Penuhi Kuota Bacaleg di Madiun

  10. Selamat Tinggal Pada Mantan Yang 'Kepo', Instagram Uji Coba Fitur Baru

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rame-rame Jadi Caleg

Image
Ridwansyah

Jakarta Bersolek untuk Asia

Image
Achmad Fahruddin

Politik Bohir Pencalegan

Image
Ujang Komarudin

Menanti Cawapres Jokowi

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Brigjen Pol Teddy Minahasa Raih Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Jokowi

Image
News

Menteri Termuda Kabinet Mahathir, Syed Saddiq Siap Jadi Panutan Pemuda Malaysia

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan