image
Login / Sign Up

Peringkat Investasi Menanjak Meski Investor Masih Wait and See

Prabawati Sriningrum

Kaleidoskop 2017

Image

Ilustrasi Fitch Ratings. | ISTIMEWA/businessKorea.co.kr

AKURAT.CO, Gerak pertumbuhan ekonomi suatu negara menjadi kekuatan tersendiri dalam meningkatkan gairah investasi. Alhasil peringkat layak investasi yang diberikan oleh sejumlah lembaga rating ternama dunia pun menjadi keputusan yang didewakan, hingga menjadi tolok ukur situasi ekonomi yang ada di sebuah negara.

Pasalnya dengan adanya kenaikan rating tersebut, investor terutama asing semakin berminat untuk menanamkan investasinya. Begitu pula dengan negara berkembang seperti Indonesia yang terus berupaya meningkatkan rating kelayakan investasinya, agar menjadi negara yang dilirik oleh investor.

Keputusan Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) telah meningkatkan status investasi Indonesia dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 20 Desember 2017 kemarin menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan ditanggapi sumringah oleh pemerintahan saat ini. Bahkan pemerintah sangat percaya diri jika rating itu merupakan langkah awal untuk meningkatkan kinerja perekonomian dari berbagai aspek.

baca juga:

"Saya rasa assesment yang sifatnya positif tentu akan menjadi suatu momentum yang akan terus kita gunakan untuk bagaimana meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia, baik dari sisi pertumbuhan, penciptaan kesempatan kerja, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Tapi nyatanya, kenaikan rating itu belum sepenuhnya mampu menarik minat investor secara maksimal. Setidaknya ada tiga faktor yang bisa menjadi pertimbangan suatu negara dijadikan tujuan investasi, yakni pertumbuhan ekonomi, bisnis dan politik. Tiga faktor ini kemudian berimbas pada kondisi makro negara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang dianggap stabil, namun harus dihiasi dengan penurunan daya beli yang menggemparkan bisnis ritel konvensional. Tercatat sejumlah ritel tersohor seperti Sevel Eleven (7-Eleven), Matahari, Ramayana, Lotus hingga Debenhams menjadi momok akan kondisi terkini pada sektor ritel.

Akan tetapi, agaknya kabar penurunan daya beli selalu disamarkan oleh pemerintah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo justru mengungkapkan, angka penjulan ritel mengalami kenaikan sebesar 5 persen hingga kuartal III 2017. Hal itu sekaligus membantah anjloknya penjualan ritel yang tergerus oleh maraknya belanja online (e-commerce).

Padahal kondisi suram itu bukan tak mungkin menjadi salah satu faktor investor masih menahan investasinya di Indonesia. Selain panasnya tahun politik yang akan terjadi di tahun mendatang.

Adapun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, total net sell asing mencapai Rp572,98 miliar sehari sebelum penutupan perdagangan akhir tahun.

Meskipun investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy pada akhir perdagangan terakhir di tahun 2017, Jumat (29/12) kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, total net buy asing mencapai Rp337,73 miliar pada perdagangan hari ini.

Presiden Joko Widodo akhirnya mulai mati-matian merayu investor agar tak lagi bersikap wait and see untuk berinvestasi. Lantaran dengan kondisi fundamental makro ekonomi yang baik serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 41,61 poin di level 6.355,65, mencatat rekor tertingginya sepanjang masa setelah dibuka menguat 0,18% di level 6.325,62 seharusnya mampu menjadi momentum investor untuk berinvestasi tanpa harus khawatir jelang perhelatan politik.

"Dulu tahun 2015 ngomongnya wait and see karena Pilkada, 2016 ada Pilkada wait and see, tahun 2017 ada Pilkada wait and see, tahun 2018 ada Pilkada wait and see, 2019 ada Pilpres wait and see, politik biarlah politik, mari kita garap bersama-sama urusan ekonomi," tutur Jokowi.

Meski mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap mengakui masih terdapat sejumlah tantangan global yang bakal mungkin mempengaruhi perekonomian negara.

"Tapi kan enggak bisa kita sampaikan satu per satu. Baik masalah geopolitik, harga minyak, banyak. Banyak hal. Terus apa lagi? Saya harus ngomong apa? Kalau investornya wait and see gimana," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, selama 20 tahun terakhir, Indonesia akhirnya diberikan penilaian layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat dunia. Meskipun demikian, Indonesia harus terus berinovasi lantaran banyak tantangan investasi yang dapat dicapai.

"Tantangan investasi masih banyak. Kita sudah lama tidak menjadi negara hukum tapi menjadi negara peraturan. Seharusnya hal yang tidak perlu diatur ya tidak usah diatur," tegas Thomas.

Dengan demikian diperlukan banyak kerja keras dari pemerintah untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik yang mampu meyakinkan investor untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai primadona untuk menanamkan modalnya di tanah air.

"Ekspor masih sangat bergantung pada harga komoditi global. Sementara investasi masih bisa diatur pemerintah, jadi untuk mendorong investasi ya harus membuat suasana yang membuat investor betah di Indonesia," tambah Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

News

Presiden Jokowi: Pemilu 2019 Harus Berjalan Damai, Hindari Perpecahan

Image

News

Rebut Suara Perempuan di Pilpres 2019, Jokowi Bisa Tampilkan Prestasi Menteri Perempuannya

Image

Ekonomi

Kurangi Impor BBM, Pemerintah Perluas Penggunaan Biodiesel

Image

News

Jokowi Angkat Kursi Sendiri, Riri Riza: Dia Istimewa seperti Waktu Masih Wali Kota, Sederhana

Image

News

Jokowi dan Iriana Angkat Kursi Sendiri, Ananda: Love You, Mr President

Image

News

Sudah 95 Persen, GOR Pajajaran Kota Bogor Siap Sambut Asian Games 2018

Image

News

Awas Dikira Dagang Citra, Susi: Lho Memang Ini tentang Bagusnya Policy

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Prabowo Diyakini Akan Menjadi 'Play Maker' di Pilpres 2019, Bukan 'King Maker'

Image

News

Buntut Aksi Tawuran di Bogor, Bima Arya Bakal Berlakukan Jam Malam

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Harga Meroket Gila-gilaan, Pedagang Ayam di Temanggung Mogok Jualan

unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemasok daging ayam ini karena harga ayam hidup terus melonjak

Image
Ekonomi

Kurangi Impor BBM, Pemerintah Perluas Penggunaan Biodiesel

Selain menghemat devisa, pemanfaatan bahan baku lokal tersebut juga bisa mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM)

Image
Ekonomi

Bisnis Hunian Kelas Premium, Sasar Kalangan Menengah Atas Kota Solo

Image
Ekonomi

Pertamina Awasi Ketat Penyaluran BBM Premium di Tiap SPBU

Sanksinya berupa peringatan hingga penghentian distribusi BBM selama dua minggu hingga satu bulan, bahkan bisa sampai pencabutan izin

Image
Ekonomi

BI Prediksi Inflasi Solo Pada Juli Alami Penurunan

BI memprediksi inflasi Solo pada Juli akan mengalami penurunan dibanding inflasi Juni seiring dengan penurunan harga komoditas pokok.

Image
Ekonomi

Infrastruktur Asian Games Kelar 31 Juli Mendatang

Kementerian PUPR sebut infrastruktur Asian Games 2018 baik venue maupun non venue di Jakarta dan Palembang bakal selesai pada 31 Juli 2018

Image
Ekonomi

Harga Bawang di Piru Mulai Turun

Harga bawang merah turun dari Rp46.000 per kg jadi Rp45.000 per kg dan bawang putih dari Rp36.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg.

Image
Ekonomi

Harga Makin Tinggi, Pedagang Ayam di Magelang Memilih Tak Berjualan

Kelangkaan pakan ternak pada proses produksi di berbagai tempat mengakibatkan terjadinya kenaikan harga daging ayam di pasaran setempat.

Image
Ekonomi

Realisasi Penerimaan Pajak di Riau-Kepri Baru Mencapai 41 Persen

Minimnya realisasi penerimaan ini terpengaruh kondisi perekonomian Riau yang masih rendah selama semester I 2018.

Image
Ekonomi

Bupati Bogor Akan Libatkan UMKM Kuliner dan Cinderamata dalam Asian Games

ini adalah salah satu cara dimana sebagai media promosi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat UMKM

Image
Ekonomi

BI Lampung Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2018 Masih Cukup Kuat

BI lampung perkirakan pertumbuhan ekonomi setempat pada triwulan III 2018 masih cukup kuat walaupun tidak setinggi triwulan sebelumnya.

Image
Ekonomi

Indofood Berkomitmen Kawal Pawai Obor Asian Games di 7 Daerah Ini

hal itu merupakan perwujudan dari kampanye Indofood Satukan Tekad dan Semangat Indonesia untuk mendukung tim nasional

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Ternyata China Peringkat Teratas Importir Gas Alam Cair 2019, Ini Sebabnya

  2. Pemkab Kuantan Singingi Harapkan Harga Karet Naik

  3. Semua Pabrik CPO Mukomuko Langgar Aturan Harga TBS

  4. Masyarakat Hanya Fokus Cari Untung dan Lupakan Risiko Saat Berinvestasi

  5. DPR Sarankan Gencarkan Sosialisasi SNI ke UMKM

  6. Tahun Ini, Jasa Marga Berencana Terbitkan Instrumen Baru

  7. AP I Kantongi Laba Rp1,04 T di Semester I 2018

  8. Trafik Penumpang 13 Bandara Milik AP I Capai 46.560.775 Orang

  9. Pengusaha Tolak Beli Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah

  10. Kota Surakarta Targetkan Pendapatan Pajak Semester-II Rp80 Miliar

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth