image
Login / Sign Up

"Anda Harus Paham Politik di Luar, Tapi Jangan Kehilangan Langkah"

Hervin Saputra

Julen Lopetegui

Image

Pelatih Tim Nasional Spanyol, Julen Lopetegui, bersiap membawa negaranya kembali menjadi protagonis di Piala Dunia Rusia 2018. | LA SEXTA

AKURAT.CO, Julen Lopetegui menatap 2018 yang “sibuk” dengan merayakan Natal di kampung halamannya. Dalam wawancara dengan media Spanyol, AS, pelatih Tim Nasional Spanyol berusia 51 tahun itu berbicara tentang banyak hal tentang sepakbola dan politik.

Beberapa di antaranya adalah perubahan yang dialaminya sejak terpilih sebagai pengganti Vicente Del Bosque, persiapan Piala Dunia, konflik politik dan pernyataan Gerard Pique terkait kemerdekaan Katalunya, serta cara memilih pemain untuk tim nasional. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda merayakan Natal?

baca juga:

Sebagai anggota keluarga, di Asteasu (kota kelahiran Lopetegui di Spanyol), seperti biasa. Waktunya bersama ayah saya, yang berusia 87 tahun, dan semua kerabat. Itu adalah hari-hari untuk beristirahat.

Bisakah Anda memisahkan sepakbola?

Harus. Mengurangi tekanan dan mengumpulkan energi adalah latihan esensial untuk para pelatih. Mampu untuk mengisi hal-hal lain dan menikmati momen spesial.

Anda akan membutuhkan itu, karena 2018 bakal tiba dan dengan Piala Dunia…

Ya, itu target yang sangat kuat dan indah. Kami punya tantangan ketika sampai ke posisi bahwa kami lolos ke Rusia dan kini apa yang harus dilakukan adalah bersiap untuk fase final yang baik saat tiba (di Rusia).

Bagi banyak pencinta sepakbola, Piala Dunia membangkitkan banyak hal. Apa kenangan pertama Anda terhadap event tersebut?

Final di Muenchen pada 1974, antara Jerman dan Belanda. Pertandingan di mana (Franz) Beckenbauer dan (Gerd) Mueller di depan Tim Oranye. (Usia) saya sekitar tujuh atau delapan tahun.

Tim Belanda yang hebat waktu itu!

Ya, saya ingat bahwa kami semua mendukung Belanda karena kami bergairah dengan cara mereka bermain, tetapi Jerman yang menang. Dan Piala Dunia 1978 tiba dalam pikiran saya: kemenangan 0-1 versus Yugoslavia dengan gol terkenal dari Ruben Cano, dan fase akhir bersama Cardenosa tapi tanpa gol … itu keren bagi saya.

Anda bermain di Piala Dunia 1994. Apakah itu spesial sebagai seorang pesepakbola?

Tentu saja. Saya beruntung berada di Amerika Serikat. Itu (Amerika) bukan negara sepakbola, tapi sekarang banyak perubahan. Stadion penuh, tetapi mereka adalah orang Amerika. Spanyol punya tim yang hebat saat itu dan kami tersingkir karena kurang detil.

Mantan Pelatih Barcelona, Luis Enrique, saat berselisih dengan Mauro Tasotti, dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 1994. (Foto: AC Milan Forum).

Pada pertandingan itu hidung Luis Enrique berdarah karena sikutan (Mauro) Tasotti…

Pada level sepakbola, menurut saya kami memainkan pertandingan terbaik menghadapi Italia pada saat itu. Tapi kami tersingkir karena sejumlah detil yang saya bicarakan. Detil bahwa kami tidak tahu bagaimana mengatasi dan Italia melakukannya. Itu memalukan.

Hanya enam bulan tersisa, apakah Anda sudah mencatat suasana Piala Dunia?

Hari pengundian di Moskow, salah satunya. Dilakukan dalam empat hari yang intensif dan ada preparasi yang baik. Sebuah Piala Dunia dalam cara yang besar, sebagaimana sepertinya akan terjadi.

Spanyol satu grup dengan Portugal, Iran, dan Maroko. Apakah mereka merefleksikan Piala Dunia? Apakah mereka semua bisa dikalahkan?

Tak perlu memberikan kata sifat untuk grup itu. Mereka semua rival yang sangat kami kenal. Bagi orang-orang, Portugal lebih dikenal ketimbang dua tim lainnya. Tapi bagi kami, semuanya sama. Bahkan, kami mempertimbangkan Iran dan Maroko sebagai yang terbaik di Asia dan Afrika.

Portugal sepertinya sangat kuat dalam hal apapun.

Mereka adalah juara Eropa dan memiliki pemain “vintage” seperti Cristiano. Dia didukung dengan generasi pemain hebat dari belakang. Portugal adalah negara dengan kumpulan pemain hebat dan pelatih di level luar biasa. Kultur taktik mereka sangat kaya. Untuk alasan ini, mereka punya kemampuan untuk memainkan berbagai macam gaya dasar sepakbola. Mereka bisa mengontrol laga atau menunggu dan menjadi kuat dalam transisi.

Anda bilang Cristiano “pemain vintage”. Rusia mungkin Piala Dunia terakhirnya.

Dia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah, tak diragukan lagi. Dia punya ambisi yang menggerakkannya di dalam semua perasaan, tak pernah kehilangan intensitas dan kelahapannya. Itu tidak terjadi begitu saja. Dia masuk ke dalam catatan sejarah dengan gol dan memenangi pertandingan penting di level tertinggi. Hanya yang terpilih bisa melakukan itu.

Sudah setahun setengah sejak Anda terpilih sebagai pelatih tim nasional dan pesimisme terhadap Piala Dunia yang dulu berubah menjadi euforia. Bagaimana rasanya menjadi pelatih tim nasional yang baru?

Jelas kini orang-orang lebih mengenal Anda, ada tanggung jawab yang mereka tularkan ke jalanan, terutama pada hari pertandingan… ini adalah bagian dari pekerjaan dan Anda harus memikulnya secara alami.

Sayangnya, di tim nasional tidak semuanya tentang sepakbola. Terutama adalah serangan yang Anda selesaikan tentang kontroversi yang melingkungi (Gerard) Pique melalui konferensi pers Anda. Apakah menjadi seorang pelatih juga harus punya komponen diplomatis?

Di luar keributan, Anda harus tahu bagaimana mengatasinya. Ada hari di mana tanggung jawab harus diprioritaskan. Para pemain fantastis. Tanpa kolaborasi mereka, tidak mungkin ada manajemen. Sejak momen awal mereka punya komitmen besar bersama saya. Mereka bergairah terhadap apapun yang telah mereka lakukan, mereka akan melakukan 150 pertandingan atau mereka hanya main di satu pertandingan. Gairah seperti itu adalah yang kami tuntut dari mereka. Tidak hanya sebagai sebuah tim besar, tapi sebagai grup yang besar. Di Piala Dunia kami harus bisa seperti itu.

Apakah Anda khawatir jika isu Pique terus bergulir?

Pique selalu menyatakan komitmen besar dan dia adalah seorang kompetitor besar. Kami menganalisa apa yang terjadi, tapi bukan karena apa yang dibuat oleh keributan di luar. Perilakunya selalu sensasional.

Dan hubungan Pique-(Sergio) Ramos?

Terhadap Ramos menurut saya sama. Dia adalah kapten yang luar biasa dan selalu menerjemahkan di mana seorang kapten bergerak dalam situasi konflik. Lebih dari itu, dia menjadi penguat dalam situasi tersebut.

Dua bek utama Tim Nasional Spanyol, Gerard Pique dan Sergio Ramos, kerap disebut berada dalam konflik. (Foto: MARCA).

Apakah mengganggu Anda bahwa situasi politik bercampur aduk dengan tim nasional?

Agenda apapun tidak harus mengganggu kami. Anda harus memahami apa yang terjadi di luar tetapi tanpa kehilangan langkah. Tentu saja saya ingin mendengar lebih tentang sepakbola, tapi saya tidak bisa mengontrol (politik masuk ke sepakbola).

Bagaimana hubungan Anda dengan para pelatih klub?

Dengan beberapa ada hubungan yang lebih dari pelatih lain. Tapi kami berusaha mengetahui apa pendapat pelatih yang bersama pemain dari hari ke hari.

Bagaimana Anda memilih daftar pemain untuk Piala Dunia?

Dua cara. Staf teknik saya dan saya bekerja di antara jendela satu ke jendela lain untuk bisa siap ketika beberapa komitmen muncul. Kami melihat beberapa pemain langsung ke tempatnya dalam benyak pertandingan, yang membantu kami mendapatkan informasi maksimal. Kami tahu kondisi fisik dan mental Anda. Kami bertanya-tanya mengapa seseorang tidak dimainkan. (Pemain) kami adalah tim pilihan, tapi kami ingin sebagai tim.  

Berapa banyak pertandingan yang Anda lihat dalam sepekan?

Tidak ada angka pasti, karena kami berpergian ke luar negeri dan itu tergantung jarak. Saya memperkirakan masing-masing dari empat anggota staf kepelatihan menonton tiga atau empat pertandingan per pekan. Setelah itu, kami membuat laporan dan mengumpulkannya.

Cedera, sebagai contoh Thiago (Alcantara) saat ini – dan bakal ada yang lain – apakah menjadi pertimbangan sebelum memilih pemain seperti ini?

Tentu saja itu adalah salah satu yang utama. Kami meminta pada 2018 pemain harus sehat dan bugar, jadi kami bisa punya kemungkinan untuk memilih di antara mereka yang sudah dipanggil.

Julen Lopetegui bersama anggota tim nasionalnya. (Foto: SQUAWKA).

Dalam situasi ini, apakah (Andres) Iniesta penting secara khusus?

Saya berharap dia bisa memukul Piala Dunia dengan baik. Benar bahwa Andres mengalami beberapa cedera yang mencegahnya untuk datang beberapa kali. Tapi, di manapun dia berada bersama kami, dia menunjukkan penampilan besar. Iniesta adalah pemain saat ini.

Apakah Anda setuju bahwa (David) Silva adalah pemain terbaik Anda?

Dia adalah seseorang yang lain yang selalu menunjukkan penampilan luar biasa dan memberikan perasaan yang sangat kompetitif. Sejak dia bermain di luar Spanyol, terkadang hanya sedikit yang membicarakan dia tapi dia sangat penting dan seorang pemimpin tim. Seperti (Sergio) Busquets. Dalam grup ada beberapa kepemimpinan yang berbeda.

Pada 2018, dia bisa menutupi pemain lain yang memberikannya keuntungan penuh: Diego Costa.

Kapanpun dia dalam kondisi baik, dia datang bersama kami. Kini dia kembali, kami akan melihat dan menganalisanya. Jika kami memahami bahwa dia bakal dipanggil, dia akan dipanggil.

Terima kasih banyak. Ada pesan dan harapan untuk 2018?

Kami sangat bersemangat dengan Piala Dunia, di mana kami akan bekerja untuk menjadi protagonis dalam turnamen itu dan berharap akan menjadi sehat bagi semuanya.[]

 

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Piala Dunia 2018 Berakhir, Panama Langsung Ditinggal Pelatih

Image

Iptek

Piala Dunia Rusia 2018

Wow! Tweet Tentang Piala Dunia Telah Dilihat 115 Miliar Kali

Image

Iptek

Piala Dunia 2018

Wow, Juaranya Prancis di Piala Dunia Sudah Diprediksi FIFA 18

Image

Olahraga

Mbappe Donasikan Bonus Piala Dunia untuk Kaum Disabilitas

Image

Olahraga

Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Son Heung-min Jadi Andalan Korsel U-23 di Asian Games

Image

Olahraga

Manchester United vs Leicester City

Tanpa 12 Pemain Kontra Leicester, Mourinho Keluhkan Jadwal FA

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Penyusup di Laga Final, Pelakunya Personel Band Punk Pussy Riot

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Gagal Juara, Kroasia Tunjuk Wasit Sebagai Biang Kerok

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

INFOGRAFIS Final Piala Dunia Rusia 2018: Menanti Arah Sejarah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
F1 GP Jerman 2018

Setelah Ricciardo, Giliran Verstappen Raih FP2

Ricciardo gagal meraih hasil positif seperti pada fp1, dan harus tercecer ke posisi 13.

Image
Olahraga
Samantha Editsho

Ketua DPR Minta Pemerintah Perhatikan Juara Dunia Catur Junior

"Tentu perjalanan karirnya masih panjang dan perlu mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait," kata Bambang Soesatyo.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Hadapi Arema, Sriwijaya Keluhkan Kurangnya Waktu Istirahat

"Waktu istirahat kami hingga pertandingan besok kurang dari 30 jam," kata Francis Wawengkang.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Banjir Gol, Pesut Etam Redam PS Tira

Pesut Etam kini menempati posisi keempat klasemen. Sementara itu, PS Tira tetap di zona degradasi pada posisi ke-16.

Image
Olahraga
Sumatera Utara

Sumbang Emas, Atlet Angkat Berat Harapkan Pengangkatan Pegawai PDAM

"Kami juga berharap agar Pengprov PABBSI sumut dan Gubernur Sumut ikut memikirkan masa depan kami," kata Teguh Imam Santoso.

Image
Olahraga
AC Milan

Sukses Ajukan Banding, Milan Berhak ke Liga Europa

Dalam tiga tahun ke depan, AC Milan akan berada di dalam kendali Elliott Management.

Image
Olahraga
Singapura Terbuka 2018

Nomor Tunggal Tersingkir, Ganda Amankan 2 Tiket Final

Dua atlet tunggal Indonesia, Yulia Yosephin Susanto dan Ihsan Maulana Mustofa, gagal melaju ke semifinal.

Image
Olahraga
Lalu Muhammad Zohri

"Kaki Telanjang" Zohri Menusuk Jantung Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Kesuksesan Lalu Muhammad Zohri telah membuktikan bahwa "uang" saja tidak cukup untuk menjadi juara dunia.

Image
Olahraga
F1 GP Jerman 2018

Tercepat di FP 1, Modal Ricciardo Start di Grid Belakang

Tiga tim besar masih mendominasi posisi satu sampai enam

Image
Olahraga
Timnas Spanyol

Enrique Bakal Rombak Habis Skuat Timnas Spanyol

Luis Enrique ditargetkan untuk bisa meraih kesuksesan di Piala Eropa 2020 mendatang.

Image
Olahraga
Rafael Nadal

Nadal Gelontorkan 116 Miliar Untuk Bangun Bisnisnya

Ini adalah salah satu dari 10 pusat olahraga tennis yang direncanakan Nadal

Image
Olahraga
Liga Primer Inggris

Liverpool Bakal Rebut Gelar Liga Primer dari Genggaman Manchester City

Fabinho, Naby Keita, Xherdan Shaqiri dan Alisson Becker, dipastikan bakal merubah penampilan Liverpool sepenuhnya.

trending topics

terpopuler

  1. Tujuh ke Semifinal, Ganda Campuran Terbanyak

  2. Pasca Thailand Terbuka, Ini Peringkat BWF Pemain Indonesia

  3. Kisah Tukang Sampah yang Sukses Bawa Prancis Juara Piala Dunia

  4. Spanyol Resmi Perkenalkan Enrique Sebagai Pelatih Timnas

  5. Indra: Saya akan Panggil Egy Meski Dia di Langit Sekalipun

  6. Presiden RFEF: Enrique adalah Satu-satunya Pelatih yang Kami Hubungi

  7. Laga Pramusim, MU Nyaris Dipermalukan Club America

  8. Cari Pemain Baru, Indra Sjafri Berkoordinasi dengan Pelatih Liga 1

  9. Indra Sjafri Buka Peluang Gunakan Pemain Baru di Piala Asia

  10. Babak I: Lee Grant Debut, MU Ditahan Klub Meksiko

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image

"Kaki Telanjang" Zohri Menusuk Jantung Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Image

Ronaldo "Basahi" Juventus Sebelum Musim Bergulir

Image

Kemegahan Piala Dunia dan Getirnya Realitas Sepakbola Indonesia

Image

Kekalahan atas Malaysia Mengajarkan Indonesia tentang Respek terhadap Tamu

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Sosok

Image
Olahraga

Grace Joselini Corlesa

Mantan Putri Indonesia yang Jadi 'Malaikat Pelindung' Pesepakbola Wanita

Image
Olahraga

Wellyanto Pribadi

Wellyanto Pribadi Membentuk Surabaya Fever Seperti Jemari Tangan

Image
Olahraga

Ranie Palma

Ranie Palma Ingin Basket Putri Lebih Diperhatikan Pemerintah