Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

FOTO Vaksinasi COVID-19 untuk Lansia yang Lambat

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengantre sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia bersiap mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Petugas kesehatan bersiap melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap warga lanjut usia di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) berjalan lambat dibandingkan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik. Ia menjelaskan dari target 21,6 juta, saat ini baru sekitar 1.564.000 lansia yang divaksin. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Arief Rachman

komentar

Image

0 komentar

terpopuler

  1. Lama Diparkir, Robot Damkar Rp40 Miliar Turun Gunung Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

  2. Unggah Foto Pernikahan, Pasangan Gay Thailand Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warganet Indonesia

  3. 5 Editan Foto Lucu Victor Ahmad dengan Pesepak Bola Top, Akrab Bener

  4. Pengamat: SKPD Dibungkam Demi Pencitraan Anies Baswedan

  5. Sulit Minta Data ke Anak Buah Anies, Politisi PSI: Kita Kaya Debt Collector

  6. Kendaraan Pribadi Boleh Mudik Asal Lengkapi Syarat Ini

  7. Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat

  8. Merasa Nama Baiknya Tercemar, Sandy Tumiwa Akan Gugat Rio Reifan Rp10 Miliar

  9. Agar Rezeki Selama Ramadan Terus Mengalir dan Lancar

  10. Setelah Alami Kecacatan, Harga iPhone 11 Pro Malah Naik 3 Kali Lipat

fokus

Ramadan 1442 Hijriah
Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan

kolom

Image
Tantan Hermansah

Tantangan Keberlanjutan Pariwisata Desa

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Ekonomi

Intip Karier Hingga Kekayaan Song Joong Ki yang Makin Gemerlap!

Image
News

5 Fakta Menarik Lia Eden, Pemimpin Sekte Takhta Kerajaan Tuhan

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia