News

Polemik Obat Ivermectin, ICW Pelototi Isi Somasi Moeldoko Bersama Tim Hukum

ICW sedang mempelajari poin-poin yang tertuang dalam somasi tersebut


Polemik Obat Ivermectin, ICW Pelototi Isi Somasi Moeldoko Bersama Tim Hukum
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana saat menjawab pertanyaan awak media terkait seleksi capim KPK, Selasa (23/7/2019) (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Indonesia Corruption Watch (ICW) akhirnya menerima surat somasi tertulis dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, pada Senin (2/8/2021).

Somasi tersebut berkaitan dengan adanya tudingan bisnis obat Ivermectin dan impor beras.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana membenarkan suat somasi dari Moeldoko. Saat ini ICW tengah mempelajari somasi dimaksud bersama dengan tim kuasa hukum.

"ICW sudah menerima surat somasi yang dilayangkan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, melalui kuasa hukumnya. Untuk itu, kami bersama dengan sejumlah kuasa hukum sedang mempelajari poin-poin yang tertuang dalam somasi tersebut," kata Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan resmi melayangkan somasi ke Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait tudingan bisnis obat Ivermectin dan impor beras.

Otto mengatakan, somasi telah dikirim pada Senin (2/8) sore. Dia menunggu respon dari ICW atas somasi tersebut.

"Kita menunggu respon mereka (ICW)," ujar Otto melalui keterangan tertulisnya dikutip AKURAT.CO, Selasa (3/8/2021).

Nama Moeldoko disebut dalam artikel temuan ICW yang diberi judul 'Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis'.  

Dalam artikel yang dipublikasikan lewat situs resmi ICW, ICW menyebut ada potensi rent-seeking dari produksi dan distribusi seiring dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat publik, dan pebisnis dalam penggunaan Ivermectin untuk menanggulangi Covid-19. 

ICW mengaitkan Moeldoko dengan produsen Ivermectin, yaitu PT Harsen Laboratories. Mereka menilai Moeldoko punya hubungan dengan Wakil Presiden PT Harsen Laboratories Sofia Koswara. ICW menyebut Sofia juga menjabat petinggi PT Noorpay Perkasa. Pemegang saham perusahaan itu adalah anak Moeldoko yang bernama Joanina Rachma.

Moeldoko menepis semua tudingan ICW. Termasuk tentang keterlibatan anaknya, Joanina Novinda Rachma, dengan PT Harsen Laboratories. Moeldoko menegaskan Joanina tak punya hubungan apapun dengan produsen obat Ivermectin. 

Selain itu, soal tudingan ICW bahwa Joanina bekerja sebagai tenaga ahli di KSP, Moeldoko menegaskan anak bungsunya hanya sebatas magang selama tiga bulan pada 2020 silam.

Moeldoko juga membantah pernyataan ICW soal keterlibatan Joanina dalam proyek impor beras bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia merasa tudingan itu menodai kehormatannya sebagai Ketua HKTI.

"Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan," demikian siaran pers KSP.[]