Lifestyle

Ibu Penyintas Covid-19 Dapat Transfer Antibodi ke Bayi

Antibodi yang ditemukan di tali pusar bayi adalah peran dari Immunoglobulin G (IgG)


Ibu Penyintas Covid-19 Dapat Transfer Antibodi ke Bayi
Ilustrasi ibu hamil (pixabay.com/anastasi210)

AKURAT.CO, Antibodi dikenal memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Antibodi merupakan benteng pertahanan terhadap antigen seperti virus, bakteri, dan zat beracun yang menjadi penyebab penyakit. Selama pandemi Covid-19, antibodi dapat menjadi pelindung dari infeksi SARS-CoV-2.

Penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal JAMA Pediatrics mengklaim bahwa ibu yang terinfeksi Covid-19 selama kehamilan mereka dapat mentransfer antibodi ke janin melalui plasenta. Sebagaimana dikutip Akurat.co dari Times of India, menurut para peneliti, temuan mereka menunjukkan potensi antibodi yang diturunkan dari ibu untuk memberikan perlindungan neonatal dari infeksi SARS-CoV-2 kepada bayi.

"Informasi ini menjadi panduan manajemen neonatal dan desain uji coba vaksin selama kehamilan tersebut,” tulis Times of India.

Penelitian tersebut mengambil sampel darah dari lebih dari 1.470 wanita hamil di Rumah Sakit Pennsylvania Amerika Serikat pada periode mulai dari April hingga Agustus 2020. Mereka menemukan dan menganalisis antibodi Covid-19 pada 83 ibu baru.

Diketahui bahwa sekitar 87% bayi mereka yang baru lahir menunjukkan laporan antibodi virus corona di tali pusar mereka. Jumlah dan sifat antibodi pada bayi baru lahir ini bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada ibu selama kehamilannya.

Antibodi yang ditemukan di tali pusar bayi adalah peran dari Immunoglobulin G (IgG). Antibodi IgG ini banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya.

Dengan demikian, jika antigen tersebut kembali masuk ke dalam tubuh atau menyerang tubuh, sistem kekebalan tubuh akan mudah mengenalinya dan melakukan perlawanan karena antibodi sudah terbentuk lebih dulu. Sehingga antibodi yang ditemukan dalam darah tali pusar tersebut dapat membantu melindungi tubuh bayi dari berbagai infeksi.

Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa imunoglobulin G (IgG) terdeteksi pada 83 dari 1.471 wanita atau (6%) di persalinan, sementara antibodi IgG ditemukan dalam darah tali pusar terdeteksi 72 dari 83 bayi baru lahir (87%). Hal ini mencerminkan tingkat yang sama dari antibodi IgG yang ada pada ibu dan bayi baru lahir.

Adapun untuk 11 bayi yang dites menunjukkan hasil negatif antibodi, yang disebabkan oleh kadar IgG yang rendah pada ibu mereka yang juga menghasilkan rendahnya jumlah produksi antibodi oleh ibu.