Lifestyle

Ibu Menyusui Minum Obat, Bahayakah?

Ibu menyusui mungkin khawatir apakah obat yang dikonsumsinya memiliki efek pada si kecil. Faktanya, ibu boleh tetap menyususi meski sedang mengonsumsi obat


Ibu Menyusui Minum Obat, Bahayakah?
Obat untuk ibu hamil

AKURAT.CO, Kesehatan ibu begitu penting saat menyusui buah hatinya. Mulai dari kebersihan, makanan dikonsumsi dan asupan cairan harus selalu dijaga dengan baik. Namun, ada kalanya ibu harus mengonsumsi obat, entah karena sedang sakit seperti demam dan flu, atau sedang dalam pengobatan penyakit kronis. 

Kamu mungkin khawatir obat yang dikonsumsi bisa memberikan efek ke si kecil.

Lalu bolehkah ibu menyusui mengonsumsi obat?

Dokter Jack Newman, seorang pakar ASI Internasional, mengatakan jika ibu menyusui tentu saja tetap boleh menyusuiI meskipun sedang mengonsumsi obat. Faktanya, kandungan obat yang ada di dalam darah ibu hamil akan ditransfer ke ASI sampai batas tertentu, yakni sekitar satu persen.

Selain hanya obat-obatan yang tidak tercampur dengan protein dalam darah yang diserap ASI. Artinya, bayi yang minum ASI dari ibu yang sedang mengonsumsi obat tidak akan terpapar obat yang dikonsumsi ibu.

Sebagian besar obat yang beredar di pasaran tidak menimbulkan risiko yang berbahaya pada bayi. Hanya ada segelintir saja yang memang dihindari para dokter saat meresepkan, karena kandungannya berpengaruh pada janin dan ASI.

"Kelas obat tertentu dapat menimbulkan masalah, baik karena akumulasi dalam ASI atau karena efeknya pada bayi atau ibu menyusui. Produk yang paling umum menjadi perhatian adalah obat penghilang rasa sakit, antidepresan, dan obat untuk mengatasi penyalahgunaan zat/alkohol atau menghentikan kebiasaan merokok," demikian dilansir Akurat.co dari laman  American Academy of Pediatrics (AAP).

Jadi, tidak ada alasan bagi ibu untuk berhenti menyusui si kecil saat sedang mengonsumsi obat. Bahkan seorang ibu seharusnya lebih khawatir akan risiko yang didapatkan jika anaknya tidak mendapatkan ASI. 

Meski begitu, ada beberapa pengecualian di mana paparan obat dalam ASI menimbulkan risiko besar bagi bayi prematur, bayi baru lahir, dan bayi yang secara medis tidak stabil. Sementara bayi di usia 6 bulan dan lebih sudah dapat memindahkan obat melalui tubuh mereka secara efisien. 

Ibu pun sudah  menghasilkan ASI dalam jumlah yang relatif lebih sedikit, sehingga paparan obat yang ditransfer ke ASI juga lebih sedikit. 

Kamu mungkin berpikir bisa mengalihkan si kecil untuk menggunakan susu formula selama beberapa hari. Namun, hal ini bisa berdampak buruk bagi bayi dibawah enam bulan, karena ini akan mengubah kebiasaan bayi dan memaksa bayi untuk beradaptasi.Apalagi ASI adalah nutrisi terbaik sebelum bayi mengenal makanan.

Itulah mengapa konsumsi obat pada ibu menyusui harus dipertimbangkan lagi.

Penting untuk dicatat di sini bahwa selama kehamilan atau menyusui, pengobatan ibu harus selalu diberikan di bawah pengawasan medis dan dikonsumsi dalam dosis yang disarankan. 

"Jika dokter mengatakan bahwa obat tersebut tidak aman untuk dikonsumsi saat sedang menyusui, maka mintalah alternatifnya," ujar dokter anak Vincent Iannelli, MD, dilansir Very Well Family.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co