Lifestyle

Ibu Melahirkan Meninggal, Amelia Nasdem Kecam Keras Pihak RSUD Timor Tengah Selatan

Ibu Melahirkan Meninggal, Amelia Nasdem Kecam Keras Pihak RSUD Timor Tengah Selatan
Amelia Anggraini, Anggota Komisi IX Fraksi Nasdem DPR RI (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pasien ibu melahirkan, Paulina Herlince Takaeb (25) beserta bayinya, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Timor Tengah Selatan (RSUD TTS), Jumat, (26/1).

Kematian Paulina dan bayinya diduga akibat keterlambatan penanganan medis. Paulina sempat ditolak pihak RSUD TTS, karena tidak membawa surat rujukan dari Puskesmas Binaus.

Anggota Komisi IX Fraksi Nasdem DPR RI Amelia Anggraini mengecam manajemen RSUD TTS yang menolak pasien ibu melahirkan, hingga akhirnya meninggal dunia.

baca juga:

Menurutnya, pihak RSUD TTS telah mengabaikan mandat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.

“SPM Bidang Kesehatan merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal,” kata Amelia di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, (31/01).

Amelia mengatakan, SPM Bidang Kesehatan itu sendiri diantaranya meliputi; setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar, setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar, dan setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Dalam konteks kasus ibu melahirkan Paulina Herlince, Amelia mencurigai pihak RSUD TTS tak mengikuti standar, sehingga berakibat pasien tersebut meninggal.

“Ini kasus bukan sekali dua kali terjadi. Sudah sering terjadi di beberapa rumah sakit baik pemerintah dan swasta. Kita ingin tahu apa yang dilakukan tim pengawas RS sekarang!,” tegasnya.

Amelia juga mewanti-wanti Pemerintah Daerah yang memiliki kewenangan pelayanan dasar. Dan ini, lanjut Amelia, merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menjamin setiap warga negara memperoleh kebutuhan dasarnya, serta berlaku secara nasional.

Konsekuensi dari itu, sambung Amelia, Pemda diharapkan memastikan tersedianya sumber daya baik itu berupa sarana, prasarana, alat, tenaga dan uang/biaya yang cukup agar proses penerapan SPM berjalan kuat.

“SPM merupakan hal minimal yang harus dilaksanakan oleh Pemda untuk rakyatnya. Maka, target SPM harus 100% setiap tahunnya. SPM juga merupakan salah satu program strategis nasional sehingga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Sementara, suami Paulina, Jemsius Taneo menyesalkan sikap pihak RSUD TTS yang berlarut-larut menangani Paulina. Jemsius menuturkan, istrinya sudah dibawa ke RSUD TTS pada Kamis, (25/1) pagi. 

Namun, ditolak karena alasan tak membawa surat rujukan dari Puskesmas Binaus. Padahal, Paulina sudah kesakitan. Jemsius berusaha kembali ke Puskesmas Binaus, dalam perjalanan ia bertemu dengan kepala Puskesmas.

“Kepala Puskesmas menolak memberikan rujukan dengan alasan tidak mengenal Paulina. Saya langsung ke Puskesmas, dan petugas minta pasien dibawa ke Puskesmas,” ungkap Jemsius.[]