News

Ibu Korban Penembakan Uvalde Seret Lusinan Orang ke Pengadilan, Gugat Produsen Senjata

Ibu Korban Penembakan Uvalde Seret Lusinan Orang ke Pengadilan, Gugat Produsen Senjata
Sandra Torres memegang gambar putrinya, Eliahna, yang menjadi salah satu dari 19 anak yang tewas dalam penembakan di Uvalde Mei lalu (AP Photo/Eric Gay)

AKURAT.COIbu dari salah satu korban penembakan di SD Robb di Uvalde, Texas, telah mengajukan gugatan terhadap hampir dua lusin orang dan entitas. Di antara yang dituntut termasuk produsen dan toko senapan yang digunakan pelaku penyerangan hingga aparat penegak hukum yang menanggapi serangan.

Upaya untuk menyeret para individu dan entitas itu tercantum dala dokumen pengadilan, yang diajukan pada hari Senin (28/11), oleh keluarga Eliahna Torres.

Eliahna adalah siswa kelas empat berusia 10 tahun, yang bersama dengan 18 siswa lainnya dan dua guru, ditembak mati di ruang kelas mereka. Eliahna dan yang lainnya meregang nyawa hanya beberapa hari sebelum sekolah diliburkan untuk musim panas. Sedikitnya 17 orang lainnya juga terluka dalam tragedi itu, yang terjadi pada 24 Mei lalu.

baca juga:

Penembakan di Uvalde tidak hanya menyisakan kekecewaan terhadap regulasi senjata di Amerika Serikat, tetapi juga penyesalan atas lambannya penanganan polisi. 

Terungkap bahwa petugas penegak hukum menunggu hingga 77 menit setelah pelaku memasuki dua ruang kelas yang bersebelahan, dan baru ditembak. Dalam waktu krusial itu, anak-anak sekolah dan guru harus menunggu dalam teror, dan masalah ini telah memicu protes dari para orang tua.

Eliahna meninggal di kelasnya, kata gugatan itu.

"Eliahna mencintai keluarganya, dan dia tahu betapa kami mencintainya. Saya merindukannya setiap saat setiap hari. Saya mengajukan gugatan ini untuk meminta pertanggungjawaban. Tidak ada orang tua yang harus melalui apa yang saya alami," kata ibu Eliahna, Sandra Torres, melalui rilis berita yang mengumumkan gugatan tersebut. 

Gugatan federal setebal 76 halaman tersebut diajukan oleh Everytown Law dan firma hukum Texas atas nama Sandra Torres dan saudara Eliahna. Penggugat mengatakan bahwa 'penembakan massal itu terjadi karena tindakan ilegal, sembrono, dan lalai dari produsen senjata Daniel Defense'.

Penyelidik mengatakan penembak Uvalde menggunakan senapan AR-15 yang diproduksi oleh Daniel Defense.