Lifestyle

Ibu-ibu Berburu Daun Sungkai, Apakah Bisa Menyembuhkan Covid-19?

Ibu-ibu palembang tengah dihebohkan dengan pemburuan daun sungkai yang diyakini bisa mengobati Covid-19, Apakah mampu sembuhkan Covid-19


Ibu-ibu Berburu Daun Sungkai, Apakah Bisa Menyembuhkan Covid-19?
Daun sungkai (muspera.menlhk.go.id)

AKURAT.CO, Warga Palembang, Sumatera Selatan, tengah dihebohkan dengan pemburuan daun sungkai yang diyakini bisa mengobati Covid-19. Hal ini terlihat dari sekumpulan warga yang tengah memadati pedagang penjual daun sungkai di lapaknya di pasar 10 Ulu, Palembang.

Para pembeli yang rata-rata ibu-ibu tersebut, mendekati lapak pedagang yang menjual daun sungkai. Mereka bertanya mengenai daun sungkai tersebut kepada penjualnya.

Fenomena ini dibagikan akun @palembangwikwikwik melalui unggahan video di Instagram. Pada unggahan tersebut, ditulis keterangan soal pedagang daun sungkai diserbu.

"Heboh pedagang daun sungkai diserbu pembeli, infonya daun ini bisa mengobati virus coron*" tulis pemilik akun @palembangwikwikwik di Instagram, pada Kamis, (29/7). 

Sebenarnya, apa itu daun sungkai? Sungkai atau daun sungkai merupakan salah tumbuhan asli Kalimantan. Meski asli Kalimantan, tanaman ini juga bisa dijumpai di daerah Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan dan Jawa Barat.

Biasanya, pohon sungkai tumbuh pada tanah yang cukup mengandung air, seperti di tepi sungai dan tanah yang secara musiman menyerap air tawar.

Bentuk batangnya lurus dengan lekuk kecil. Kulitnya berwarna abu-abu atau sawo muda, beralur dangkal mengelupas kecil-kecil dan tipis. Penampang kulit luarnya berwarna coklat, kuning, atau merah muda. Kayunya berteras dengan warna sawo muda. Rantingnya penuh dengan bulu-bulu halus.

Daun muda tanaman ini sering digunakan sebagai obat saat anak-anak demam dan sakit kepala serta sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit seperti panu oleh masyarakat Kalimatan. Rebusan daun muda sungkai juga dipercaya berkhasiat untuk memperlancar haid pada perempuan dan membantu tingkat kesuburan rahim wanita.

Menurut Ariefa Primair Yani, dkk, dalam penelitiannya berjudul "Uji Potensi Daun Muda Sungkai (Peronema canescens) untuk Kesehatan (Imunitas) pada Mencit (Mus.muculus)" mengatakan bahwa sungkai sering juga disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus sungkai, atau sekai. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Verbenaceae.

Tumbuhan ini oleh suku Dayak Kalimantan sampai saat ini masih kerap digunakan untuk pengobatan maupun perawatan kesehatan. Mereka bisanya menggunakan daun muda sungkai untuk obat pilek, demam hingga cacingan (ringworms).

Kadang, daun muda tumbuhan ini juga dijadikan untuk memandikan wanita selepas bersalin. Selain itu, daun muda sungkai biasanya juga digunakan untuk obat kumur pencegah sakit gigi.

Di wilayah Sumatra Selatan dan Lampung, daun sungkai biasanya digunakan sebagai antiplasmodium dan obat demam. Suku Serawai Bengkulu, bisanya menggunakan daun sungkai untuk obat memas.

Sedangkan suku Lembak Bengkulu biasanya menggunakan daun muda sungkai untuk penurun panas, malaria dan menjaga kesehatan.

Menurut Ariefa, dari hasil uji coba ke mencit atau tikus putih, menunjukkan sel darah putih (leukosit) mencit meningkat karena mengonsumsi daun muda sungkai. Menururtnya, meningkatnya sel darah putih, bisa digunakan tubuh untuk melawan berbagai penyakit infeksi.

Namun sayangnya, belum ada hasil percobaan daun muda sungkai pada manusia. Padahal pada April 2020, Mantan Gubernur Jambi Fachrori Umar menginstruksikan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk meneliti khasiat daun sungkai dalam mengobati Covid-19.

Perintah ini disebut berawal dari Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, yang menyebut ada informasi tentang khasiat daun sungkai untuk Covid-19.

Namun, hasil percobaan tersebut hingga kini belum dipublikasikan. Serta, belum ada hasil penelitian lain yang mengatakan bahwa daun sungkai bisa menyembuhkan Covid-19 sehingga daun sungkai tidak bisa diklaim untuk menyembuhkan Covid-19.[]