Ekonomi

IBC Resmi Berdiri, Erick Thohir Segera Cari Mitra ke AS dan Jepang

Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk menyambangi AS dan Jepang dalam rangka menjajaki potensi kerja sama IBC dengan para produsen kendaraan listrik.


IBC Resmi Berdiri, Erick Thohir Segera Cari Mitra ke AS dan Jepang
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Rapat ini membahas evaluasi pelaksanaan APBN 2019 dan road map Kementerian BUMN dalam beberapa tahun ke depan. Adapun realisasi anggaran kementerian pada 2019 senilai Rp202,52 miliar dari pagu yang diberikan Rp208 miliar. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk menyambangi Amerika Serikat dan Jepang dalam rangka menjajaki potensi kerja sama Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan para produsen dan pemangku kepentingan terkait kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kedua negara tersebut.

"Maka dari itu pada pertengahan April tahun ini, Menko Marves Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, saya sendiri dan bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kita akan berkunjung ke Amerika Serikat, salah satunya untuk melihat potensi kerjasama dengan pihak di AS," ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Erick juga menambahkan bahwa dirinya bersama kedua menteri tersebut juga berencana untuk mendatangi Jepang yang tidak lain juga ingin membicarakan hal yang sama.

Alasan Kementerian BUMN membuat IBC tidak lain ingin mengonsolidasikan potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan bersama-sama. Kementerian BUMN dan IBC juga membuka kerjasama tidak hanya dengan CATL dan LG Chem, namun juga membuka kemitraan dengan mitra lainnya.

"Jadi jangan terpikir karena IBC ini berdiri kita memonopoli bermitra dengan satu atau dua pihak saja. Namun kita bermitra dengan banyak pihak tapi itu harus terkonsolidasi," kata Erick seperti diberitakan Antara.

Konsolidasi menjadi hal penting mengingat kalau hal tersebut tidak terkonsolidasi yang dikhawatirkan adalah hilirisasinya tidak berjalan dengan baik, dan pada akhirnya hanya mengalihkan kekayaan alam Indonesia untuk digunakan bangsa lain, lalu di pasar luar negeri dilakukan sebagai pembesaran kemudian pada akhirnya masuk kembali ke Indonesia.

"Kontrol ini tadi bukan berarti memonopoli, tetapi ingin menggunakan IBC ini sebagai lalu lintas daripada hilirisasi dan value added agar memiliki daya tawar yang lebih besar kepada negara lain yang selama ini Indonesia hanya dilihat sebagai market." katanya.

Kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir secara resmi mengumumkan pendirian Indonesia Battery Corporation atau IBC.

Sebelumnya Kementerian BUMN berharap pengembangan Indonesia Battery Corporation atau holding EV Battery akan melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sumber: Antara