Rahmah

Ibadahmu Tidak Dianggap Sempurna Jika Belum Mengamalkan ini

Amalan yang jarang diketahui banyak orang


Ibadahmu Tidak Dianggap Sempurna Jika Belum Mengamalkan ini
Ilustrasi (flickr.com)

AKURAT.CO Tidak setiap ibadah yang dilakukan seorang muslim akan langsung diterima oleh Allah dan ia diberikan pahala. Ada ibadah-ibadah yang meski dilakukan, tetapi tidak mendatangkan pahala, seperti ibadah yang dijalankan tidak dengan keihlasan.

Ibadah apapun, pada dasarnya baik di mata Allah. Akan tetapi, ibadah kepada Allah tidak akan dianggap sempurna manakala seseorang tidak melakukan suatu hal yang disebut Al-Qur'an.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 83 Allah berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا

لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."

Hal yang sering banyak ditinggalkan manusia dalam menyempurnakan ibadahnya adalah menghormati kedua orang tua. Banyak tidak disadari, bahwa menghormati orang tua menjadi penyempurna ibadah.

Kemudian dalam Al-Quran surat An-Nisaa ayat 36, Allah SWT melarang umatnya untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada orangtua. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ

وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."

Dari keterangan di atas jelas, bahwa amalan yang dapat menyempurnakan ibadah seseorang adalah berbakti kepada kedua orang tua. Tidak ada nilai sama sekali seseorang yang beribadah secara sempurna, namun enggan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan amalan yang diperhatikan secara khusus di dalam Al-Qur'an. Allah selalu menggandengkan perbuatan mulia ini dengan amalan penyembahan kepada Allah. Sehingga sebagian ulama berpandangan bahwa, ibadah kepada Allah tidak akan diterima manakala seseorang masih durhaka kepada kedua orang tuanya.

Wallahu A’lam.[]