Rahmah

Ibadah yang Pasti Diterima Oleh Allah SWT, ini Bentuknya Menurut Ulama

Tak semua ibadah seorang hamba akan diterima oleh Allah


Ibadah yang Pasti Diterima Oleh Allah SWT, ini Bentuknya Menurut Ulama
Sejumlah warga melakukan kegiatan membaca Al-Quran (tadarus) pada hari ke 10 terakhir Ramadhan 1440 H di Masjid At-Tin, Jakarta Timur (25/5/2019). Kegiatan ibadah tersebut merupakan anjuran bagi umat islam dan memperbanyak ibadah-ibadah lainnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Tidak semua ibdah yang dilakukan oleh seorang hamba akan diterima oleh Allah SWT. Hal itu karena dipertimbangkan dari syarat-syarat yang dipenuhi oleh orang yang melakukannya. Adakalanya karena tidak khusyu, tidak dibarengi dengan akhlak yang baik, atau karena sebab-sebab yang lainnya.

Meskipun demikian, kita harus selalu istikamah dalam beribadah. Tidak boleh menyerah karena alasan apapun. Sebab tujuan manusia diciptakan ke muka bumi ialah hanya untuk beribadah, tidak untuk yang lain.

Terdapat satu ibadah, yang menurut para ulama, sudah pasti akan diterima. Ibadah ini merupakan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah ini yaitu membaca salawat kepada Baginda Rasulullah Saw, karena melakukannya adalah sebagai bentuk penghormatan kepada beliau SAW.

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, dalam Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, halaman 48, berkata demikian:

وأن جميع الأعمال منها المقبول ومنها المردود إلا الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فإنها مقطوع بقبولها إكراما له صلى الله عليه وسلم وحكى اتفاق العلماء على ذالك

Artinya: “Semua amal ibadah berpotensi diterima dan ditolak Allah kecuali shalawat nabi SAW karena ibadah shalawat dipastikan penerimaannya sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ijma’ ulama menghikayatkan masalah ini,”

Jangan ragu untuk selalu mengamalkan salawat kepada Nabi Muhammad. Membaca salawat, selain pasti akan diterima oleh Allah, juga akan mendatangkan ampunan yang besar bagi pembacanya.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim).

Karena mulianya amalan salawat, salawat ini diperintahkan langsung oleh Allah SWT di dalam salah satu ayat Al-Qur'an. Penghormatan ini disebutkan antara lain pada Surat Al-Ahzab ayat 56: