News

Ibadah Haji 2021 Sebentar Lagi, Ini 4 Fakta Pentingnya dari Pengumuman Arab Saudi

Kementerian menjelaskan beberapa kebijakan dan syarat terkait dengan jemaah haji yang diperkirakan akan dimulai pada 17 Juli ini


Ibadah Haji 2021 Sebentar Lagi, Ini 4 Fakta Pentingnya dari Pengumuman Arab Saudi
Untuk tahun ini, Arab Saudi mewajibkan para syarat vaksinasi COVID-19 untuk para jemaah haji (AFP)

AKURAT.CO, Pemerintahan Arab Saudi akhirnya menyampaikan pengumuman resminya soal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. 

Seperti diwartakan Al Jazeera, BBC, hingga CNA, pengumuman terkait haji 2021 itu mulai disampaikan pada Sabtu (12/6) oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dalam pengumuman itulah, Kementerian menjelaskan beberapa kebijakan dan syarat terkait dengan jemaah haji yang diperkirakan akan dimulai pada 17 Juli ini.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Minggu (13/6) menghimpun 4 fakta terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H.

1. Jemaah haji tahun ini wajib divaksin COVID-19

Seperti diketahui, ini akan menjadi tahun kedua penyelenggaraan haji di tengah pembatasan COVID-19. Karena itulah, pemerintah Arab Saudi masih menetapkan sejumlah aturan terkait dengan pencegahan COVID-19 selama pelaksanaan ibadah haji. Salah satu yang wajib di antaranya adalah bahwa jemaah haji tahun ini harus sudah divaksin COVID-19. Diterangkan pula bahwa jemaah haji harus sudah divaksin lengkap, atau menerima satu dosis suntikan setidaknya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang divaksinasi setelah sembuh dari infeksi virus corona.

"Keputusan itu didasarkan pada keinginan Kerajaan yang ingin terus memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ritual haji dan umrah," kata Kementerian Haji dan Umrah dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Arab Saudi Bakal Wajibkan Calon Jemaah Haji 2021 Divaksin COVID-19

2. Jemaah diharuskan absen penyakit kronis dan usia tidak boleh lebih dari 65 tahun

Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga menambahkan bahwa jemaah haji nantinya akan dibatasi dari usia 18-65 tahun. Selain itu, jemaah diharuskan tidak memiliki penyakit kronis yang menyertai. 

"Mereka yang ingin menunaikan haji harus bebas dari penyakit kronis dan divaksinasi, dan mereka harus berusia antara 18 dan 65 tahun.

"Mengingat seluruh dunia tengah menyaksikan pandemi virus corona … dan munculnya varian baru, otoritas terkait terus memantau situasi kesehatan global," terang kementerian dalam sebuah pernyataan.

3. Kuota jemaah maksimal 60 ribu orang

Sebagai upaya penanggulangan ancaman varian COVID-19, Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah kuota jemaah haji tahun ini. Senada dengan bocoran dari media lokal Haramain, kuota untuk tahun ini maksimal hanya 60 ribu jemaah. Angka itu jelas merosot dibanding tahun 2019, di mana jemaah yang berpartisipasi dalam haji mencapai hingga sekitar 2,5 juta jiwa. Sementara menurut media-media lokal, pada pelaksanaan haji tahun lalu, jumlah jemaah yang berpartisipasi dalam ibadah haji dilaporkan mencapai sekitar 10 ribu peziarah.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Dikabarkan Hanya Terima Kuota Haji Sebanyak 60 Ribu Jemaah, Wajib Divaksin COVID-19

4. Jemaah haji dibatasi hanya untuk warga setempat

Salah satu poin penting lain adalah bahwa tahun ini, jemaah haji hanya dibuka untuk jemaah domestik Arab Saudi. Dengan kata lain, untuk tahun ini, Arab Saudi tidak bakal membuka gerbangnya untuk para jemaah asing, tidak terkecuali Indonesia. 

Pengumuman bahwa Saudi melarang jemaah dari luar negeri ini telah diamini oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Dalam keterangan tertulisnya, Agus menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2021 memang hanya terbatas untuk jemaah domestik, baik itu warga lokal maupun para ekspatriat yang saat ini berada di Arab Saudi.

Itulah beberapa syarat dan ketentuan ibadah haji yang baru saja disampaikan oleh kerajaan Arab Saudi. Semoga ibadah haji tahun ini berjalan dengan lancar meski masih ada pembatasan COVID-19.[]