Ekonomi

IATA: Industri Penerbangan Internasional Diproyeksi Rugi Rp4.951 Triliun


IATA: Industri Penerbangan Internasional Diproyeksi Rugi Rp4.951 Triliun
Suasana pintu masuk keberangkatan Bandara Internasional Roma Ciampino, Roma, Italia, Sabtu (14/3/2020). Pemerintah Italia ‘lockdown’ negaranya untuk upaya meminimalisir penyebaran virus corona. Bandara Roma Ciampino ditutup untuk penerbangan internasional maupun domestik mengingat kasus corona termasuk yang terbesar di Italia. (REUTERS/Alberto Lingria)

AKURAT.CO Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperingatkan, pembatasan transportasi udara untuk menekan pandemi virus corona, akan membuat industri penerbangan mengalami kerugian yang luar biasa.

IATA sendiri telah merevisi dampak global yang diproyeksikan kepada industri penerbangan dari US$252 miliar naik menjadi US$314 miliar atau setara Rp4.951 triliun (mengacu kurs Rp15.770 per dolar AS) pendapatan yang hilang.

Kemudian, jumlah keseluruhan penerbangan turun 80 persen dibandingkan dengan operasi Januari 2020.

IATA juga memprediksikan pembatasan perjalanan udara internasional akan berlangsung lebih lama, dengan pendapatan tiket maskapai global akan turun 55 persen tahun ini.

"Seperti diketahui penerbangan merupakan salah satu industri paling terdampak, ini akan sulit untuk mengembalikan industri dalam waktu cepat tertuma kepercayaan masyarakat," kata Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Kemudian, IATA juga memprediksikan sekitar 25 juta pekerjaan berisiko menghilang karena turunnya permintaan untuk perjalanan udara di tengah krisis Covid-19.

Menurut data global mengunggah angka kehilangan pekerjaan di setiap wilayah yakni 11,2 juta pekerjaan di Asia-Pasifik, 5,6 juta pekerjaan di Eropa, 2,9 juta pekerjaan di Amerika Latin, 2,0 juta pekerjaan di Amerika Utara, 2,0 juta pekerjaan di Afrika, dan 0,9 juta pekerjaan di Timur Tengah.

Meskipun demikian, IATA memprediksikan konektivitas udara domestik akan dibuka kembali pada kuartal III-2020 (Juli-September 2020). []

Sumber: Russia Today

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co