Ekonomi

Hutama Karya Targetkan Jalan Tol Trans Sumatera Bebas Truk ODOL

Hutama Karya Targetkan Jalan Tol Trans Sumatera Bebas Truk ODOL
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (27/4/2022). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

AKURAT.CO PT Hutama Karya (Persero) kembali meluncurkan kebijakan larangan kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension dan overload (ODOL). Larangan itu khususnya di Ruas Bakauheni -  Terbanggi Besar (Bakter) sebagai pintu awal masuk dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kebijakan larangan kendaraan ODOL akan menggunakan teknologi Weigh-in-Motion (WIM). Dengan alat ini, seluruh kendaraan yang melintas menuju Gerbang Tol (GT) Lematang secara otomatis tertimbang muatan kendaraannya sehingga pada saat proses tapping sudah terdeteksi hasil timbangannya.

"Kendaraan yang didapati overload akan didatangi petugas dan tidak diperbolehkan untuk masuk tol atau diputarbalikkan," Kata Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro, kemarin.

baca juga:

Perseroan lanjut Koentjoro kembali menerapkan kebijakan untuk menuju Zero ODOL 2023 serta mengurangi jumlah kendaraan ODOL yang melintas. Sejak penerapan WIM pada 2019, tercatat kurang lebih 40 kendaraan ODOL diputarbalikkan setiap bulan-nya di Ruas Bakter.

"Kendaraan yang diputarbalikkan rata-rata kendaraan Golongan II & III. Kendaraan ODOL sangat merugikan banyak pihak, selain rentan terjadi kecelakaan dikarenakan sistem rem yang tidak maksimal dan memiliki blind spot yang besar, kendaraan ODOL juga dapat merusak perkerasan jalan, sehingga kami galakkan terus edukasi terkait ODOL ini agar terus menjaga kualitas jalan tol yang dikelola demi keamanan dan kenyamanan dari pengguna jalan tol," tambahnya. []

Adapun dalam mengantisipasi melintasnya kendaraan ODOL di jalan tol yang dikelola, Hutama Karya juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Daerah untuk melakukan razia kendaraan ODOL di seluruh ruas tol yang dikelola yang belum dipasangkan alat WIM.

Razia kendaraan ODOL kata dia dilakukan secara berkala di ruas-ruas lainnya, seperti bulan lalu di Jalan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) dan Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai) dan kedepan rencananya juga akan dipasangkan alat WIM di ruas-ruas lainnya juga seperti Jalan Tol Pekanbaru - Dumai yang sudah direncanakan pemasangannya.

"Terkait dengan Razia kendaraan ODOL ini, kami akan terus bekerjasama dengan dinas perhubungan dan instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum agar terus menciptakan jalan tol dengan Zero ODOL," pungkasnya. []

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi