News

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Tetaplah Jadi Abdi Negara yang Tangguh, Profesional dan Inovatif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 untuk Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). 


HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Tetaplah Jadi Abdi Negara yang Tangguh, Profesional dan Inovatif
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam peringatan dies natalis ke-15 Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada 25 November 2021. Tahun ini, dies natalis UMN mengangkat tema ?Menyongsong 100 Tahun Indonesia Merdeka. (DOK. BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 untuk Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). 

Ucapan tersebut disampaikan oleh Jokowi melalui akun Instagram-nya @jokowi, Senin (29/11/2021).

"Selamat ulang tahun ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia," ucap Jokowi dikutip dari Instagram @jokowi, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada abdi negara yang telah setengah abad melayani bangsa Indonesia. 

Jokowi pun mendorong para abdi negara tersebut untuk terus tangguh, profesional, dan inovatif demi Indonesia Maju.

"Terima kasih untuk setengah abad pelayanan kepada bangsa. Tetaplah menjadi abdi negara yang tangguh, profesional, dan inovatif untuk Indonesia Maju," jelas Jokowi.

Pada HUT ke-49 Korpri tahun lalu, Jokowi menegaskan pemerintah harus terus mempercepat reformasi birokrasi dan struktural. Dengan begitu, aparat birokrasi dapat bekerja dengan cepat tanpa prosedur yang berbelit-belit di masa pandemi Covid-19.

"Reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-49 Korps Pegawai RI (Korpri) secara virtual, Senin 29 November 2020.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pandemi Covid-19 adalah momentum yang tepat untuk mengubah cara kerja yang normal menjadi luar biasa.

Jokowi berharap agar kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih dan tidak efisien segera diintegrasikan melalui reformasi struktural. Selain itu, dia meminta jenjang eselonisasi yang panjang dipangkas sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan. []