News

HUT Jakarta Jadi Jakarta Hajatan, Politikus Gerindra: Itu Kreativitas, Tak Perlu Diributkan

Perubahan nomenklatur HUT ke-495 Jakarta menjadi Jakarta Hajatan membuat politikus Gerindra DPRD DKI Syarif buka suara. 


HUT Jakarta Jadi Jakarta Hajatan, Politikus Gerindra: Itu Kreativitas, Tak Perlu Diributkan
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Syarif (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Kritik peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus terkait perubahan nomenklatur HUT ke-495 Jakarta menjadi Jakarta Hajatan membuat politikus Gerindra DPRD DKI Syarif buka suara. 

Dia mengaku mendukung perubahan nomenklatur yang telah menjadi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

"Itu kreativitas Pemprov dan panitia saja. Itu istilah teknis saja. Bukan sesuatu yang perlu diributkan," katanya di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

baca juga:

Dia mengatakan, perubahan nomenklatur HUT Jakarta menjadi Jakarta Hajatan adalah suatu perubahan yang biasa saja. Frase 'hajatan' setara dengan frase 'kenduri' dalam tradisi masyarakat di Pulau Jawa lainnya. Makna keduanya pun sama yakni perayaan atau selebrasi. 

"Ngerti enggak hajatan? Kalau di Jawa kan namanya kendurian. Di sini hajatan. Sama saja itu. Kreativitas saja," ujarnya. 

Terkait pergeseran hari H pelaksanaan HUT Jakarta yang sejatinya dilaksanakan tanggal 22 Juni menjadi 25 Juni, tidak juga dia persoalkan. Sebab, katanya, HUT ke-495 Jakarta tahun ini harus dilihat secara utuh sejak pencanangannya di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, kemarin hingga puncak acara tanggal 25 Juni 2022.

"Pak Sekda kan udah bilang tanggal 22 Juni itu ada acara penting juga, diantaranya rapat paripurna dengan DPRD. Puncaknya tanggal 25. Tidak ada perubahan makna di situ," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengkritik perubahan nomenklatur HUT Jakarta menjadi Jakarta Hajatan sebagaimana dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Perubahan nomenklatur itu dianggap bukan hal yang substantif.

"Apa sih bedanya. Sama saja, kan. Perayaan juga. Lebih baik lagi kalau menunjukan kerja dan kinerja yang bagus daripada memoles kata, mengutak-atik kalimat yang sebenarnya tidak substansial juga," katanya, Rabu (25/5/2022). []