News

HUT Golkar ke-56, Airlangga: UU Ciptaker Terobosan Demokratis tanpa Tekanan

UU Ciptaker bukan titipan oligarki ekonomi dan kekuasaan.


HUT Golkar ke-56, Airlangga: UU Ciptaker Terobosan Demokratis tanpa Tekanan
Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat memberikan kata sambutan dalam puncak penutupan kegiatan pelaksanaan HUT ke-56 Partai Golkar di Hutan Kota Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pengesahan UU Ciptaker merupakan terobosan bersejarah di Indonesia. Sebab, kata dia, UU Ciptaker menjadi titik awal reformasi ekonomi di dalam negeri melalui lembaga perwakilan yang demokratis.

"Tanpa ada tekanan atau paksaan siapapun juga. Saya tegaskan kembali, terobosan demokrasi itu tanpa paksaan ataupun tekanan manapun," kata Airlangga saat memberi sambutan pada puncak perayaan HUT Golkar, Sabtu (24/10/2020).

Pernyataan itu seolah membantah tudingan sebagian kalangan yang menganggap UU Ciptaker titipan oligarki ekonomi dan kekuasaan semata. UU itu, kata dia, menjadi sangat penting mengingat kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan di masa sulit ini.

Setiap tahun, ada 3 juta generasi muda lulusan SMK atau SMA dan perguruan tinggi yang harus terserap dalam lapangan pekerjaan. Lalu, ada 3 juta korban PHK di masa pandemi. Jumlah itu semakin membengkak lantaran masih ada 6,9 juta warga lain yang sebelumnya telah menganggur.

"Sehingga jumlahnya 13 juta penduduk penganggur. Inilah alasan ril mengapa kita perlu reformasi dan restrukturisasi perekonomian," kata Menko Perekonomian itu.

Bila kondisi tersebut tidak dikelola dengan baik, maka Indonesia akan semakin sulit untuk bangkit. Bahkan, Indonesia akan masuk dalam jebakan negara berpendapatan menengah. Akibatnya, daya saing bangsa Indonesia menurun.

"Jebakan negara berpendapatan menengah dimana upah tenaga kerja disaingi oleh negara yang belum berkembang. Sedangkan produktivitas dan teknologi disaingi oleh negara maju. Itulah tantangan terbesar kita. Lewat UU strategis ini kita ingin membuka kesempatan luas kepada semua pihak untuk memajukan usaha. Khususnya usaha UMKM. Dengan melakukan harmonisasi peraturan, serta dengan menyederhanakan dan memangkas berbagai peraturan yang berbelit ini," katanya.

Dia mengungkapkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, reformasi ekonomi dilakukan melalui lembaga perwakilan. Proses pengesahan UU itu juga dilakukan sangat demokratis. Sementara pada proses pembahasannya, telah melibatkan berbagai elemen. Baik DPR, pemerintah maupun elemen masyarakat.

"Terobosan besar adalah wujud sebagaimana ditegaskan oleh bapak presiden Jokowi bahwa pemulihan kesehatan, kemajuan dan kesejahteraan di Indonesia tidak bisa ditawar. Adalah tugas mulia bagi kita untuk mencapainya sesuai dengan semangat zaman yang terus berubah dan berkembang," katanya.

Ainurrahman

https://akurat.co