Lifestyle

Hustle Culture Picu Penurunan Gairah Seks Pria, dr. Boyke Sarankan Ini

Hustle culture yakni tekanan untuk bekerja lebih banyak dan lebih sibuk dari yang lain bahkan dianggap hal yang normal

Hustle Culture Picu Penurunan Gairah Seks Pria, dr. Boyke Sarankan Ini
dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS (DOKUMEN)

AKURAT.CO Meningkatnya gaya hidup serba cepat yang mendorong seseorang untuk bekerja terus menerus, juga berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Banyak orang menganut gaya hidup hustle culture yakni tekanan untuk bekerja lebih banyak dan lebih sibuk dari yang lain bahkan dianggap hal yang normal. Hal itu antara lain didorong oleh kebutuhan hidup yang tinggi, budaya kerja yang mulai bergeser dari kebutuhan hingga jadi kebiasaan.

Dokter spesialis kandungan sekaligus seksolog, dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS pun menyoroti budaya tersebut yang juga bisa berujung pada masalah vitalitas pria.

“Padahal hustle culture ini juga bisa berdampak pada kesehatan, fisik dan mental, yang bisa berujung pada masalah vitalitas pria dan masalah seksual lainnya,” ujar dr. Boyke.

baca juga:

Karena kelelahan dan banyaknya tekanan hidup, tak jarang hal ini memicu penurunan gairah seks pria. Gairah seks yang rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka terhadap aktivitas seksual.

“Tak jarang pria menghindari topik vitalitas seksual karena malu, sehingga pengetahuan jadi terbatas, bahkan cenderung bingung. Akhirnya jadi menebak-nebak, tidak tahu mana yang terbukti dan mana yang mitos, akibatnya jadi semakin tersesat karena selalu tertutup. Inilah saatnya mencari tahu faktanya, karena seks bukan hal yang tabu, dan vitalitas adalah bagian penting dari eksplorasi bersama pasangan,” tutur dr. Boyke.

Menyusul kesuksesan WISH, dr. Boyke melalui Boyke & Co meluncurkan HORN, produk khusus untuk pria dewasa muda dalam mengatasi masalah seksualnya.

Data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Urological Association menyebut, 30-40 persen pria pernah mengalami ejakulasi dini. Selain itu, satu dari lima pria berusia antara 18-59 tahun mengidap kondisi ini.

Boyke menyebut, beberapa faktor dapat menyebabkan ejakulasi dini, yakni masalah psikologis seperti stres, depresi, dan faktor lain yang mempengaruhi kesehatan mental dan emosional dapat memperburuk kondisi itu.

Selain ejakulasi dini, masalah seksual yang kerap dialami pria adalah gangguan ereksi, kurang bergairah, peyrone (kondisi ketika bentuk penis membengkok akibat pembentukan jaringan parut di sepanjang batang penis), dan gangguan kesuburan.